Ratna Sari Dewi, Sang Dewi Fujin

Mengenal bahasa dan budaya Jepang: POST 25

jlmc - naoko nemoto

Sari, Ratna Sari Dewi
Raut wajahmu bersinarbagai pelangi
Sari, Ratna Sari Dewi
Tatap matamu berkilau sinar terang
….

Itulah sepenggal lirik “Ratna Sari Dewi” yang ditulis Ian Antono dan disuarakan oleh Freddy Tamaela. Sebuah dedikasi untuk sang pemilik nama, Ratna Sari Dewi, sang dewi dari negeri Sakura.

Dewi lahir di Tokyo dengan nama Naoko Nemoto (根本七保子), 6 Februari 1940. Saat berumur 19 tahun, dia bertemu dengan Presiden RI, Soekarno, yang sedang dalam kunjungan kenegaraan di Jepang. Dewi saat itu masih seorang pelajar. Pertemuan itu tampaknya telah diatur oleh pengusaha kesohor Jepang, Masao Kubo, yang mengadakan jamuan makan untuk sang tamu negara. Kubo adalah Direktur Utama Tonichi Inc, sebuah bisnis konglomerasi yang mulai mengembangkan sayap bisnis di Asia, termasuk Indonesia. Masau Kubo-lah yang mengajak si jelita Naoko Nemoto, untuk hadir di pertemuan tersebut. Bukan sekedar hadir, namun juga melantunkan lagu keroncong mahakarya Gesang, Bengawan Solo.

Pertemuan tersebut tampaknya memberikan kesan mendalam pada sang presiden. Pada Maret 1962 Sukarno menyunting Naoko Nemoto dan memboyongnya ke tanah air. Presiden pertama RI itu memberinya nama Ratna Sari Dewi Soekarno (ラトナ サリ デヴィ スカルノ Ratona Sari Devi Sukaruno). Ia juga sering disebut sebagai Dewi Fujin (デヴィ 夫人 Devi Fujin) yang secara harfiah artinya “Ibu Dewi” atau “Madame Dewi”.

Setelah berpisah dengan Sukarno, Ratna Sari Dewi kemudian pindah ke berbagai negara di Eropa termasuk Swiss, Perancis, dan Amerika Serikat.

Terlepas dari berbagai kontroversi yang melingkupinya, nama Ratna Sari Dewi telah menjadi catatan tersendiri dalam hubungan Indonesia-Jepang.

dari berbagai sumber

Mau kenal lebih dekat bahasa dan budaya Jepang? Gabung yuk! New_Picture[1]

Badminton tradisional Jepang

Mengenal bahasa dan budaya Jepang: POST 24

jlmc - hanetsukiHanetsuki adalah permainan tradisional Jepang yang diperkirakan sudah ada sejak abad ke-17. Bentuknya mirip olahraga badminton tapi tanpa net. Hanetsuki dimainkan menggunakan papan kayu pipih yang disebut Hagoita. Bola-nya sama, kok, tapi warna warni.

Hanetsuki biasanya dimainkan oleh anak-anak perempuan saat perayaan tahun baru. Permainan dilakukan dalam 2 bentuk, yakni oleh satu orang untuk tetap mempertahankan bola kok tetap tinggi selama mungkin atau oleh 2 orang yang saling bertanding. Pemain yang yang gagal memukul bola kok, akan mendapatkan tanda strip pada wajahnya (seperti orang Indian) dengan mengggunakan tinta hitam. Lalu permainan berlanjut hingga wajah salah seorang pemainnya sudah penuh dengan coretan tinta.

Konon ada kepercayaan, makin lama bola berada di udara, makin besar pula perlindungan yang akan didapat para pemainnya dari nyamuk selama setahun yang akan datang. Hanetsuki tidak sepopuler dulu lagi. Tapi hagoita dengan berbagai hiasan dekoratif dijual diseluruh Jepang. Hagoita sebagai hiasan biasanya mempunyai permukaannya berbentuk timbul dari kerajinan oshie/kurumie. Diperkaya dengan dekorasi kertas washi dan bahan tekstil lainnya. Dewasa ini, karakter dengan dekorasi lebih modern muncul pada Hagoita, seperti profil penyanyi, bintang olahraga, pemain film dan bahkan karakter anime.

Hagoita berhias ini banyak diminati. Pada acara Hagoita-Ichi pada bulan Desember misalnya, masih ramai didatangi pengunjung sekitar 300 ribu orang partisipasi per tahunnya. Tapi fungsi hagoita yang dijual saat festival sudah berbeda. Tak lagi untuk dimainkan, melainkan hanya sebagai hiasan yang biasa disebut dengan Hagoita-kazari. Hagoita ini dipercaya bisa menjadi pembawa keberuntungan.

Mau belajar lebih jauh tentang bahasa dan budaya Jepang? Gabung yuk! New_Picture[1]

Milis grup JLMC Career Center

Mengenal bahasa dan budaya Jepang: POST 23

Berangkat dari banyaknya pertanyaan tentang pekerjaan terkait dengan bahasa Jepang, Japanese Language and Management Center (JLMC) berinisiatif untuk membuat wadah yang dapat menjadi ruang untuk berkomunikasi dan saling berbagi informasi, baik berupa artikel-artikel menarik seputar karir, maupun informasi lowongan kerja, di perusahaan-perusahaan Jepang di tanah air maupun di negara Jepang.

Cara bergabung:
Kirimkan email kosong ke alamat: jlmc_careercenter-subscribe@yahoogroups.com

Selamat bergabung dan berbagi.

Catatan:
Agar bisa saling mengenal dan menghindari spam dan virus, untuk yang mau bergabung mohon sertakan: Nama lengkap, Alamat tinggal, dan Institusi (jika ada).

Informasi lain mengenai kursus, bisa langsung datang ke New_Picture[1]
Gedung Pratyaksa Lt. 2, Jl. Supratman No. 3, Bandung.

Atau

Telp. 022-7233185.
Mobile phone 08122382293 (Dhenok)

 

Belajar dari Konosuke Matsushita

Mengenal bahasa dan budaya Jepang: POST 22

jlmc-konosuke matsushita“Mono wo tsukuru kaisha wa hito wo sodateru kaisha,” kata Konosuke Matsushita, pendiri Matsushita (Panasonic) group. Terjemahan bebasnya adalah “Perusahaan yang memproduksi barang adalah perusahaan yang mengasuh manusia”.

Konosuke Matsushita adalah sosok yang kharismatis. Dia menempatkan manusia sebagai sentral dalam pengembangan perusahaan atau bisnisnya. Itulah yang dia tunjukkan dalam berbagai episode kehidupannya.

Ada sejumlah cerita menarik tentang keputusan-keputusannya yang tidak lazim dilakukan di dunia usaha. Terlebih dengan posisinya sebagai pendiri perusahaan besar. Di antaranya adalah ketika krisis ekonomi yang sangat dahsyat menyerang Jepang pada tahun 1929. Matsushita memilih tidak mengurangi karyawan melainkan mengurangi produksi yang otomatis mengurangi jam kerja karyawan, dan tetap membayar upah mereka. Ia menjamin karyawan dan keluarganya bisa tetap bertahan hidup di tengah krisis. Kemudian hari, para karyawan tersebut membalas kebaikan Matsushita. Yakni saat Jenderal McArthur menguasai Jepang dan menahan banyak pengusaha. Matsushita termasuk di antaranya. Tapi para karyawan yang diselamatkannya membuat petisi meminta pembebasan Matsushita. Petisi tersebut dikabulkan.

Cerita menarik lainnya adalah tentang pemotongan gaji karena keterlambatan. Suatu hari Matsushita hendak menghadiri sebuah pertemuan bisnis penting. Sopir yang sedianya bertugas mengantarnya, terlambat datang. Akibatnya ia pun terlambat tiba di tempat pertemuan.

Matsushita marah besar dengan kejadian ini. Ia mengumumkan bahwa kejadian tersebut memalukan, tak boleh terulang, dan akan diberlakukan hukuman. Hukumannya adalah potong gaji. Ketika keputusan diumumkan, banyak orang terkejut. Karena Matsushita ternyata memotong sendiri gajinya. Katanya, “Yang terlambat hadir di pertemuan itu saya, bukan sopir saya. Saya punya kewajiban mencari jalan agar tidak terlambat ketika sopir saya berhalangan.”

Pelajaran dari Matsuhita: perlakukan manusia dengan baik dalam berbisnis.

sumber: budayajepang.wordpress.com
foto: google

Mau belajar lebih dekat bahasa dan budaya Jepang? Gabung ke JLMC yuk!

Dolanan ala Jepang

Mengenal bahasa dan budaya Jepang: POST 21

jlmc - darumasan  ga korondaSetiap daerah biasanya memiliki permaian anak-anak yang khas. Di Indonesia, misalnya, kita mengenal ada aneka macam dolanan. Begitu pun dengan Jepang. Ada permainan anak-anak yang namanya Daruma-san ga koronda (boneka Daruma jatuh). Ini merupakan permainan rakyat Jepang yang dimainkan oleh tiga orang pemain atau lebih.

Adalah penjaga pos yang disebut Oni. Tugasnya adalah menangkap para pemain yang tidak dalam keadaan diam saat kalimat “Daruma-san ga koronda”  selesai diucapkan. Kalimat ini diucapkan saat peserta sedang berusaha mendekati penjaga pos. Semua pemain lari bila punggung penjaga pos berhasil ditepuk. Bila sudah ada pemain yang tertangkap dan digandeng oleh penjaga pos, tawanan dapat dibebaskan dengan cara memutuskan gandengan tangan mereka.

Kalimat “Daruma-san ga koronda” dapat diucapkan oleh penjaga pos dengan kecepatan dan irama yang berbeda-beda. Tujuannya agar peserta tidak bisa menebak kapan kalimat tersebut selesai diucapkan, dan merasa terlalu berbahaya untuk bergerak.

Di beberapa daerah di Jepang, seperti di Kansai, kalimat Daruma-san ga koronda digantikan oleh kalimat lain dalam dialek setempat. Permainan serupa juga dijumpai di Korea dengan nama Mugunghwa kkoci pieot seumnida (Bunga Mugung sudah mekar). Sedangkan di negara-negara berbahasa Inggris, permainan serupa disebut Red Light-Green Light (lampu merah-lampu hijau). Di Perancis permainan ini dinamakan Un-Deux-Trois-Soleil (Satu, dua, tiga, matahari). Sedangkan di Spanyol dinamakan Un-dos-tres-chocolate inglés.

Di Indonesia apa ya namanya? :)

dari berbagai sumber

Mau mengenal lebih dekat bahasa dan budaya Jepang? Gabung yuk! New_Picture[1]

Wolverine berkelana ke Jepang!

Mengenal bahasa dan budaya Jepang: POST 20

jlmc - wolverineBagi penggemar kisah Marvel barangkali sudah tak sabar menunggu kelanjutan kisah Wolverine. Nah, kalau penggemar mutan yang satu ini juga termasuk penyuka budaya dan film-film Jepang, pasti makin tak sabar :)

Yup! Pada sekuelnya kali ini, Wolverin berkelana ke Jepang. Menurut sang sutradara, James Mangold, bukannya tanpa alasan kalau dirinya memilih Jepang sebagai negara untuk lokasi utama pengambilan gambar. Mangold memandang Jepang sebagai tempat yang unik dan sangat sesuai dengan karakter komik, seperti Wolverine. Mengingat Jepang juga merupakan salah satu negara yang melahirkan banyak seniman komik di dunia.

Selain memutuskan untuk menggunakan 90 persen lokasi berlatar Jepang, Mangold juga memutuskan untuk memasukkan unsur budaya Jepang dalam film ini. Penggabungan budaya Barat dan Timur oleh Mangold ini dapat dilihat pada gaya bertarung, seni bela diri, gaya sinema, dan filosofi Jepang. Casts-nya juga banyak melibatkan orang Jepang. Selain tentu saja Hugh Jackman yang tetap didaulat sebagai pemeran utama.

Tapi bagi yang penasaran, tampaknya masih perlu sabar menunggu. Karena The Wolverine rencananya baru akan dirilis di Amerika Serikat pada 26 Juli 2013 mendatang.

dari berbagai sumber

Mau belajar lebih jauh tentang bahasa dan budaya Jepang? Gabung yuk! New_Picture[1]

 

Shinkansen, kereta cepat Jepang

Mengenal bahasa dan budaya Jepang: POST 19

jlmc - shinkansenShinkansen adalah kereta api tercepat yang ada di Jepang. Sering juga disebut kereta peluru karena laju kereta yang sangat cepat. Kecepatan tertingginya bisa mencapai 300 km/jam. Shinkansen dioperasikan oleh empat perusahaan dalam grup Japan Railways.

Sebelumnya, Shinkanshen dari Tokyo ke Shin-Osaka (515,4km) memakan waktu kira-kira 4 jam. Pada 1992, Shinkanshen model baru ‘Nazomi’ dapat menghasilkan kecepatan 270 km/jam sehingga mempersingkat waktu perjalanan. Adanya rancangan penggunaan landasan kereta api linear motor car pada abad ke-21 yang akan datang ini diharapkan akan menambah kecepatan Shinkanshen.

Sejauh ini tidak ada daftar kecelakaan yang berakibat fatal dalam pengoperasian Shinkansen sejak sekitar 40 tahun yang lalu. Namun ada beberapa orang terluka dan satu kefatalan dikarenakan pintu yang menjepit penumpang atau barang mereka. Selain itu ada beberapa percobaan bunuh diri oleh penumpang. Karena itu beberapa stasiun telah memasang pagar pelindung. Meski begitu tetap saja ada percobaan bunuh diri oleh penumpang yang memanjat pagar pengaman tersebut.

Sedangkan untuk menghadapi gempa bumi kereta ini dilengkapi dengan sistem pendeteksian yang akan memberhentikan kereta bila gempa bumi terdeteksi. Kereta generasi berikutnya, FASTECH 360 akan memiliki sayap rem penahan angin (yang mirip dengan kegunaan telinga) untuk membantu proses pemberhentian bila gempa bumi terdeteksi. Sugoooiii :)

dari berbagai sumber

Mau mengenal bahasa dan budaya Jepang lebih dekat? Gabung yuk! New_Picture[1]