Aku
Panggil aku Dhenok. Kau boleh memanggilku ‘Dhe’ atau ‘Dhen’ atau “Nok’ seperti yang kawan-kawanku sering lakukan. Tapi tolong jangan panggil aku ‘Tuti’ karena itu terdengar seperti nama standar di buku pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar. Nama itu juga mengingatkanku pada seorang perempuan bertubuh tambun tetangga kampungku yang gemar memerahi pipinya yang putih dengan pola melingkar, terlihat kocak seperti film kartun
Tapi kau boleh memanggilku ‘Puni’. Tak banyak yang memanggilku dengan sebutan itu. Tapi itu memang namaku. Nama depan yang diberikan orang tuaku ketika saat bayi aku nyaris mati karena penyakit. Tradisi menyarankan: ganti atau tambahkan nama. Jadilah nama ‘Mumpuni’ mengawali nama yang sudah diberikan padaku sebelumnya. Tapi kurasa nama itu terlalu ‘berat’ buatku. Maka nama itu hanya kupakai untuk keperluan administrasi.
Jadi bagaimana aku menggambarkan diriku? Aku seorang yang terus berusaha mewujudkan mimpi orangtuaku: menjadi mumpuni. Tapi sesungguhnya aku hanya seorang pengkhayal yang gemar bermalas-malas di rumah bersama meongmeongmpus kesayanganku
Btw ini hanya jurnal pribadi, banyaknya waktu dan keisengan yang dimiliki seorang dhenok untuk bikin corat-coret. Jadi tak perlu ditanggapi serius..
i like most for the last paragraph…:)
after read d’blog of yours, i’m curious ’bout the differences of telling and sketcing ?
dont be curious..just keep writing
helah.. ada Dhenok di wordpress…
Puni..??
ini aku.. msh aku yg sama di belantara maya yg lain ;p
wew. tukar link yok ?
gimana tuh? ga ngerti euy..
hello dhenok,
tiba-tiba kuingat pernah mengenalmu, dan kucari …. ketemu!
tahun 1997, saat pelatihan anu dengan instruktur thomas rump di bandung (aku dapet pin camarmu)
katamu… (balik) ke trenggalek aku tak mau
tapi (mungkin) tidak di bandung
kalo aku tetep aja di tulungagung.
halo, mas.. pakabar? kita pernah begadangan di teras hotel sepuluh ya.. hehe tak terasa sdh 14 tahun silam. ternyata aku pernah muda
tampaknya mas rifai masih bkarya di radio ya? selamat berkarya ya..
Blog yang bagus………………….
makasih
Penggemar kucing klik aja :
http://ajikarsono.wordpress.com/2010/02/07/inilah-serba-serbi-tentang-kucing/
Mungkinkah kau Dhenok yang kukenal dulu?…..yang terlahir pada 26 Juni?. Membaca tulisanmu seperti membaca sebuah surat cinta…..Salam dari Trenggalek.
wahai dengan siapakah ini gerangan? iya, bener..ini dhenok yg itu

lg mudikkah? sampaikan kangenku pada Trenggalek ya..kabarkan aku belum bisa datang
makasih ya
Aku temenmu waktu kecil, nggak kecil banget sih.. tepatnya waktu SMP aku sering diajak temenku “apel” ke rumahmu. Kadang aku merasa diperalat juga tapi ngga apa…demi teman aku ngga keberatan. Katanya kalo Dia ke rumahmu sendirian pasti yang nemuin Bapakmu, apalagi nemuinnya sambil mambaca koran sampai wajahnya nggak keliatan, pokoknya “ngeri” deh katanya.
Skrang aku menetap di kampung, meninggalkan liarnya dunia perantauan mencoba mengadu nasib di kampung halaman, selain itu kesehatan juga agak kurang menentu.
Oh ya…ada yang spesial lho antara aku dan kamu,setidaknya buat aku, karena aku lahir pada tanggal dan bulan yang sama denganmu, bedanya aku lebih muda setahun daripada dirimu so… seharusnya aku manggil situ Mbak Dhenok
Oh ya sdh pnya anak berapa skrng? kalo aku baru satu, maklum agak lambat.
Haiiiiiii………Dhen……….sa’at 5 th sampai 12 th umur kita….aku merasa menjadi teman dekatmu…..Kini seiring bertambah banyak usia kita…aku merasa jauh…..banyak sekali sahabat dan teman yang hadir dalam kehidupan kita selama bertahun-tahun. Dhen…. yang masih aku ingat kita pernah mo berkelahi di sungai krapyak dan jadi spionase … melompat-lompat pagar kantor polisi …..gara-gara tugas dari P. Zakat (alm) untuk bikin tempat sampah
Heee….lucu…ya….oh ya aku mesti menyempatkan waktu sore hari untuk belajar bersama denganmu……….alhamdulillah …sekarang ada Internet ya…..yang pengen aku ucapkan “berikan sepucuk ruang di hatimu untuk mengenang sahabat-sahabat masa kecilmu”
hai hai.. lagi2 ada kawan masa kecilku! selamat bertemu di dunia maya. kurasa trakhir kita ketemu sudah lebih dari 20 taun ya? kita berteman baik ya waktu kecil, sampai dengan smp. tapi waktu menghadirkan peristiwa yang berbeda. tidak lantas peristiwa yang sebelumnya terlindas begitu saja, tapi kesegeraan dan kekinian yang mengharuskan kita tidak banyak menengok ke belakang.
karena kalian sudah memberi warna pada masa beliaku..
jadi, tentu saja aku masih ingat semuanya. masih ingat tiap musim mangga berkeliaran ke seantero rumah kawan2 yang punya mangga hehehe.. mau dieja satu2 temen sd? kurasa aku masih ingat dengan baik
he he he humor segar yg menyeruak dari sosok tegar dan mandiri…very like it…
kapan aku diajak mengunjungi merapi? ingin menyapanya dari dekat…
halo mbak dhenok, salam kenal dari bandung. suka deh baca tulisannya.
halo juga, jeng nurcha… makasih. dikau bandungnya dimana? mau tak datengin, mau nyulik hasil rajutannya!
aku di geger kalong … hehehe .. kabar2in dulu jadi bisa dibikinin sesuatu dulu … kalo tiba2 nanti dapetnya segulung benang ajah
hehehe
hehehe..oke, kapan2 balik bdg semoga bisa ketemu. aku japri ke email ya, ada yg mau ditanyain. tq
Hallo, Dhenok,
Blog kamu menarik! Saya senang membaca tulisan kamu. Kamu sangat berbakat menulis. Saya kira waktu luang yang kamu luangkan telah berhasil mencerminkan begitu banyak kejujuran tentang dirimu. Lanjutkan menulis yah! Keep penning, keep inspiring!
Saya yakin ada begitu banyak orang lain yang juga tertarik membaca serinai indah tautan hati dan bahasa jiwamu..
Salam hangat,
Subhan Zein
saya baru buka blognya… keren! how do you do that?
mari saling berbagi ya
salam hangat lagi…
Wah, senang sekali dikunjungi kamu.. Monggo, mampir lebih lama, ada Kopi Kapal Api juga buat kamu di Section ‘About’..
Subhan Zein