Aku

Panggil aku Dhenok. Kau boleh memanggilku ‘Dhe’ atau ‘Dhen’ atau “Nok’ seperti yang kawan-kawanku sering lakukan. Tapi tolong jangan panggil aku ‘Tuti’ karena itu terdengar seperti nama standar di buku pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar. Nama itu juga mengingatkanku pada seorang perempuan bertubuh tambun tetangga kampungku yang gemar memerahi pipinya yang putih dengan pola melingkar, terlihat kocak seperti film kartun :) Tapi kau boleh memanggilku ‘Puni’. Tak banyak yang memanggilku dengan sebutan itu. Tapi itu memang namaku. Nama depan yang diberikan orang tuaku ketika saat bayi aku nyaris mati karena penyakit. Tradisi menyarankan: ganti atau tambahkan nama. Jadilah nama ‘Mumpuni’ mengawali nama yang sudah diberikan padaku sebelumnya. Tapi kurasa nama itu terlalu ‘berat’ buatku. Maka nama itu hanya kupakai untuk keperluan administrasi.

Jadi bagaimana aku menggambarkan diriku? Aku seorang yang terus berusaha mewujudkan mimpi orangtuaku: menjadi mumpuni. Tapi sesungguhnya aku hanya seorang pengkhayal yang gemar bermalas-malas di rumah bersama meongmeongmpus kesayanganku :)

Btw ini hanya jurnal pribadi, banyaknya waktu dan keisengan yang dimiliki seorang dhenok untuk bikin corat-coret. Jadi tak perlu ditanggapi serius..


25 Komentar on “Aku”

  1. ...ncit... mengatakan:

    i like most for the last paragraph…:)
    after read d’blog of yours, i’m curious ’bout the differences of telling and sketcing ?

  2. tonny mengatakan:

    helah.. ada Dhenok di wordpress… :D
    Puni..??

  3. SaniAgung mengatakan:

    wew. tukar link yok ? :lol:

  4. brilian2brilian mengatakan:

    hello dhenok,
    tiba-tiba kuingat pernah mengenalmu, dan kucari …. ketemu!
    tahun 1997, saat pelatihan anu dengan instruktur thomas rump di bandung (aku dapet pin camarmu)
    katamu… (balik) ke trenggalek aku tak mau
    tapi (mungkin) tidak di bandung

    kalo aku tetep aja di tulungagung.

    • dhenok hastuti mengatakan:

      halo, mas.. pakabar? kita pernah begadangan di teras hotel sepuluh ya.. hehe tak terasa sdh 14 tahun silam. ternyata aku pernah muda :)
      tampaknya mas rifai masih bkarya di radio ya? selamat berkarya ya..

  5. tenang mengatakan:

    Blog yang bagus………………….

  6. Boss_Gaplek mengatakan:

    Mungkinkah kau Dhenok yang kukenal dulu?…..yang terlahir pada 26 Juni?. Membaca tulisanmu seperti membaca sebuah surat cinta…..Salam dari Trenggalek.

    • dhenok hastuti mengatakan:

      wahai dengan siapakah ini gerangan? iya, bener..ini dhenok yg itu :)
      lg mudikkah? sampaikan kangenku pada Trenggalek ya..kabarkan aku belum bisa datang :)
      makasih ya

      • Boss_Gaplek mengatakan:

        Aku temenmu waktu kecil, nggak kecil banget sih.. tepatnya waktu SMP aku sering diajak temenku “apel” ke rumahmu. Kadang aku merasa diperalat juga tapi ngga apa…demi teman aku ngga keberatan. Katanya kalo Dia ke rumahmu sendirian pasti yang nemuin Bapakmu, apalagi nemuinnya sambil mambaca koran sampai wajahnya nggak keliatan, pokoknya “ngeri” deh katanya.
        Skrang aku menetap di kampung, meninggalkan liarnya dunia perantauan mencoba mengadu nasib di kampung halaman, selain itu kesehatan juga agak kurang menentu.
        Oh ya…ada yang spesial lho antara aku dan kamu,setidaknya buat aku, karena aku lahir pada tanggal dan bulan yang sama denganmu, bedanya aku lebih muda setahun daripada dirimu so… seharusnya aku manggil situ Mbak Dhenok
        Oh ya sdh pnya anak berapa skrng? kalo aku baru satu, maklum agak lambat.

  7. widi astuti mengatakan:

    Haiiiiiii………Dhen……….sa’at 5 th sampai 12 th umur kita….aku merasa menjadi teman dekatmu…..Kini seiring bertambah banyak usia kita…aku merasa jauh…..banyak sekali sahabat dan teman yang hadir dalam kehidupan kita selama bertahun-tahun. Dhen…. yang masih aku ingat kita pernah mo berkelahi di sungai krapyak dan jadi spionase … melompat-lompat pagar kantor polisi …..gara-gara tugas dari P. Zakat (alm) untuk bikin tempat sampah
    Heee….lucu…ya….oh ya aku mesti menyempatkan waktu sore hari untuk belajar bersama denganmu……….alhamdulillah …sekarang ada Internet ya…..yang pengen aku ucapkan “berikan sepucuk ruang di hatimu untuk mengenang sahabat-sahabat masa kecilmu”

    • dhenok hastuti mengatakan:

      hai hai.. lagi2 ada kawan masa kecilku! selamat bertemu di dunia maya. kurasa trakhir kita ketemu sudah lebih dari 20 taun ya? kita berteman baik ya waktu kecil, sampai dengan smp. tapi waktu menghadirkan peristiwa yang berbeda. tidak lantas peristiwa yang sebelumnya terlindas begitu saja, tapi kesegeraan dan kekinian yang mengharuskan kita tidak banyak menengok ke belakang.
      jadi, tentu saja aku masih ingat semuanya. masih ingat tiap musim mangga berkeliaran ke seantero rumah kawan2 yang punya mangga hehehe.. mau dieja satu2 temen sd? kurasa aku masih ingat dengan baik :) karena kalian sudah memberi warna pada masa beliaku..

  8. Merapiwae mengatakan:

    he he he humor segar yg menyeruak dari sosok tegar dan mandiri…very like it…

  9. nurcha mengatakan:

    halo mbak dhenok, salam kenal dari bandung. suka deh baca tulisannya. :)

  10. Subhan Zein mengatakan:

    Hallo, Dhenok,

    Blog kamu menarik! Saya senang membaca tulisan kamu. Kamu sangat berbakat menulis. Saya kira waktu luang yang kamu luangkan telah berhasil mencerminkan begitu banyak kejujuran tentang dirimu. Lanjutkan menulis yah! Keep penning, keep inspiring! :-)

    Saya yakin ada begitu banyak orang lain yang juga tertarik membaca serinai indah tautan hati dan bahasa jiwamu..

    Salam hangat,

    Subhan Zein


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 71 pengikut lainnya.