Perihal rokok

Sudah 6 hari aku membebaskan diri dari nikotin. Artinya kenclengan meongku sudah mengunyah 6 lembar 10 ribuanku. Kubilang padanya, kukasi dia tiap hari senilai sebungkus Marlboro putih. Sebetulnya itu lebih murah dari harga sesungguhnya 11.500 s.d. 13 ribu rupiah. Tapi toh dia tidak tau kalau kubohongi 🙂

Selagi membuka-buka halaman berita kutemukan tulisan itu lagi. Lagi karena lagi-lagi tulisan itu yang kutemui. Intinya adalah bahaya rokok! Memang siapa yang tidak tau sih? Waktu aku tak berdaya di rumah sakit, para dokter juga meledekku. Karena memang bukan aku tidak tau bahaya rokok maka aku terdampar di bangsal itu, tapi karena sebaliknya, menganggapnya bukan persoalan.

Baiklah..mari kita baca lagi. Yang ini lebih menyorot dampak bagi perokok pasif. Berita dari news-yahoo mengutip antara, kucoba tulis dalam bahasaku:

“Dalam asap rokok terkandung lebih dari 4.000 zat kimia berbahaya seperti karbon monoksida, sianida, uap fosfor, uap senyawa belerang, dan uap hasil pembakaran zat tambahan. Bahkan bahaya asap rokok ini dikatakan 10 kali lebih besar daripada zat `ter` dalam rokok. Itulah mengapa asap rokok lebih membahayakan perokok pasif daripada perokok aktif. Asap rokok yang diserap perokok pasif kadarnya beberapa kali lebih besar dibanding yang diserap oleh perokok aktif. Dan asap rokok yang sudah terembus, endapan pembakaran nikotinnya akan dengan mudah melekat di benda-benda dalam ruangan, dan bisa bertahan sampai lebih dari tiga tahun, dan tetap berbahaya.”

Apa artinya: kalau orang di sebelahmu merokok, maka ikut merokoklah? 😀

Ni gambare:

emang serem ya kalo liat dari kandungannya 🙂

Bicara soal konsumsi rokok, Indonesia Institute Social for Development menyebutkan Indonesia merupakan konsumen rokok peringkat tiga terbesar di dunia setelah China dan India. Kalau kita lihat dari negara-negara itu dapat dikatakan berbanding lurus dengan jumlah penduduk. Dan secara sederhana dapat pula dikatakan kalau jumlah penduduk tinggi berbanding lurus dengan tingkat pendapatan dan berbanding terbalik dengan tingkat pendidikan. Jika angka yang disebutkan Indonesia Institute Social for Development -bahwa sekitar 240 miliar batang rokok telah dihisap oleh 240 juta penduduk Indonesia- benar adanya, bayangkan, penduduk wilayah mana sajakah yang menghisap itu? Apakah di wilayah perkotaan? Apakah mereka yang memiliki penghasilan tinggi? Jawabannya persis tidak. Ketergantungan zat adiktif pada rokok memampukan pengkonsumsinya untuk selalu mencari cara mendapatkannya. Maka tak heran jika kita berkunjung ke pelosok akan kita jumpai beraneka produk rokok lokal yang harganya dapat dijangkau oleh masyarakat bawah yang notabene berpenghasilan dan berpendidikan terbatas. Bayangkan berapa kali lipat tingkat bahaya yang terkandung dari produk tersebut.

Lantas bagaimana peran pemerintah untuk peningkatan meningkatkan kesehatan masyarakat? Kalau penerimaan penerimaan negara dari cukai dan pajak rokok melebihi angka 50 triliun rupiah (bahkan perusahaan tanbang sebesar Freeport saja dalam satu tahunnya tidak pernah melebihi angka 3 triliun rupiah), apa iya pemerintah akan mau membatasi perkembangan industri rokok? Aku yakin tidak.. Hal yang paling mungkin paling juga akan menaikkan jumlah anggaran untuk kesehatan.

Bahkan sudah ada ancang-ancang cukai rokok direncanakan akan naik secara bertahap mulai Januari tahun depan. Apa dengan
begitu jumlah konsumsi dan pengkonsumsi rokok akan surut? Aku tidak yakin… Yang dikhawatirkan kemudian justru kenaikan pajak ini akan mempengaruhi tenaga kerja, karena ada lebih dari 2 juta tenaga kerja yang menggantungkan hidupnya pada sektor tersebut.

Ahaayyyy..emang pusing membahas perihal rokok ya, pabeulit… Cuma beberapa orang saja yang tidak pusing, terutama: bos besar industri rokok!

Iklan

2 pemikiran pada “Perihal rokok

  1. heheheee… memang susah kalo mau berhenti merokok, niat berhentinya segunung, tapi niat pengen ngerokoknya juga segunung lebih sebukit 😀
    btw, disini marlboro sudah 12.5oo Nok, benar2 menipiskan kantong kalo sehari 2 pak…

    • oOOOOOOOOOOOOOOOOhHHHHHHHHHHHHHHH
      gtu y???????????????? tp emang benar sih,merokok itu emang susah dihilangkan,tp kl niat buat brhnti psti ada jlan.
      itu sih berpulang aja pada diri sndri aj>>>>>>>>>>>

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s