Chloe, ketika prasangka melahirkan petaka

Chloe, ketika prasangka melahirkan petaka

Cemburu adalah bumbu. Begitulah biasanya tiap orang mengomentari apa arti cemburu dalam sebuah hubungan. Tapi apa jadinya jika cemburu telah berkembang menjadi prasangka? Apa jadinya jika bumbu menjadi bahan utama masakan? Tentu saja tak lagi enak bahkan tak bisa lagi menjadi santapan. Barangkali itulah gambaran dari dongeng pasangan suami istri David (Liam Neeson) dan Catherine (Julianne Moore).

Film ini sebenarnya menampilkan kisah yang dialami banyak pasangan. Hubungan di awal yang luar biasa, dua anak muda saling mengagumi, jatuh cinta kemudian mengikatkan diri dalam sebuah pernikahan. Semuanya berjalan dengan baik hingga perjalanan waktu menyuguhkan banyak perubahan. Kesibukan kerja, anak-anak yang mulai besar, dan sindrom pertambahan usia. Ini pula yang terjadi antara David dan Chaterine.

Mereka adalah pasangan sempurna, cantik dan ganteng dengan karier yang bagus, anak berbakat, dan menjalani kehidupan kelas menengah ke atas yang serba berkecukupan. Hingga tiba di satu titik, Catherine merasa kehilangan daya tarik di usianya, David yang mulai enggan dengan rutinitas (pesta ulang tahun)-aktivitas yang coba selalu dibuat sang istri, dan anak semata wayang yang menginjak remaja dengan keakuannya.

Dalam kondisi itu Catherine tanpa sengaja menemukan pesan dari mahasiswi David. Ehmmm.. David telah berbohong padanya! Ketinggalan pesawat demi kencan dengan sang mahasiswi. Ketika kebetulan yang lain datang -perjumpaannya dengan lady escort cantik, Chloe (Amanda Seyfried)- maka muncullah ide gila Catherine. Ia ingin menjebak suaminya! Dimintalah Chloe untuk berperan menggoda sang suami.

Dari sinilah kemudian muncul polemik itu. Dan inilah yang membuat film berdurasi 96 menit ini tidak sekedar film tentang sebuah hubungan yang mulai hambar dengan bumbu perselingkuhan. Film ini lebih bercerita tentang bagaimana ketika prasangka telah memegang kendali atas pikiran seseorang. Tidak lagi jelas antara fakta dan imajinasi.

Sebagai pemain lama, Liam Neeson dan Julianne Moore tidak diragukan lagi aktingnya. Namun si cantik pendatang baru, Amanda Seyfried, dapat mengimba gi kemampuan mereka. Dan jadilah film garapan Atom Egoyan ini menjadi suguhan yang menarik.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s