Rapunzel, karya sukses Disney di rilis filmnya yang ke-50

Rapunzel

Rapunzel, A Tangled Tale

Diadaptasi dari karya klasik Brothers Grimm, Rapunzel diproduksi Walt Disney Animation Studios sebagai karya mereka yang ke-50. Pada produksinya kali ini Disney seolah ingin membuktikan bahwa mereka masih mampu menghasilkan karya yang berkualitas. Bisa dimaklumi karena sudah sewindu lamanya Walt Disney dianggap tidak memproduksi lagi karya terbaik mereka semenjak merilis The Lion King di tahun 1994.

Sebetulnya setahun sebelumnya Disney sudah menuai banyak pujian dari karya mereka Princess and the Frog. Maka lewat karya trakhirnya ini Disney mencoba makin memantapkan kesuksesan mereka khususnya melalui kisah fairy tale yang dihidupkan lewat genre animasi musikal.

Kisah Rapunzel yang ditampilkan masih menyerupai kisah Rapunzel yang dikenal selama ini. Tapi kali ini tidak dengan pangeran tampan yang menjadi penyelamat.  Sebaliknya, seorang penjahat tampan bernama Flynn Ryder (Zachary Levi) yang menjadi penolong Rapunzel (Mandy Moore).

Alkisah Mother Gothel (Donna Murphy) menculik Rapunzel dari kedua orang tuanya yang merupakan raja dan ratu sebuah kerajaan. Mother Grothel sendiri menculik sang bayi untuk memanfaatkan kekuatan magis rambutnya yang dapat menjaga dirinya tetap awet muda. Sedari kecil Rapunzel tidak pernah dibawa Mother Gothel keluar menara. Kini, jelang usia 17 tahun Rapunzel tergerak hatinya untuk melihat dunia diluar. Terang saja permintaan itu tidak dikabulkan. Maka ia menyiasatinya dengan meminta sang ibu pergi belanja makanan kesukaannya untuk perayaan ulang tahunnya. Ia berharap dapat pergi sejenak dari tempat yang ditinggalinya berbelas tahun tersebut. Tidak disangka, rupanya tanpa sengaja ada penjahat yang masuk secara tidak sengaja ke dalam menara tinggi itu.

Awalnya Rapunzel sama sekali tidak mempercayai Flynn, namun akhirnya berhasil memaksa Flynn untuk mengajaknya keluar dari menara tersebut dan pergi melihat festival kerajaan yang digelar sang raja dan ratu untuk mengenang hilangnya putri tunggal mereka. Rapunzel mengalami kegembiraan luar biasa ketika pertama kali berhasil menginjakkan kakinya di tanah yang ditumbuhi rerumputan dan aneka tumbuhan indah. Namun, kegembiraan segera berubah menjadi petualangan menegangkan ketika Flynn dan Rapunzel menjumpai banyak orang yang berniat menangkap sang penjahat. Belum lagi berbagai usaha Mother Gothel untuk kembali mendapatkan Rapunzel yang telah menemaninya belasan tahun dan membuatnya awet muda.

Naskah film yang ditambahi judul baru “A Tangled Tale” ini ditulis oleh Dan Fogelman. Dan seperti film-film animasi klasik Disney lainnya, naskah cerita Tangled juga diwarnai adegan lucu dan menghibur, sekaligus mengharukan. Peran teknologi dalam memberikan warna-warna indah di film ini juga sangat berhasil. Semuanya terkesan indah dan hidup. Selain para pemeran utama, hal menarik yang mengesankan adalah hadirnya binatang-binatang ajaib yang sekaligus menjadi unsur komedi film ini. Adalah seekor bunglon bernama Pascal dan seekor kuda bernama Maximus –yang bertingkah lebih menyerupai anjing daripada kuda.

Ini film Disney kedua setelah Princess and the Frog yang kutonton dalam 5 bulan terakhir ini. Dan sama dengan film sebelumnya, mengesankan. Cuma satu yang berbeda dibandingkan nonton Disney pada tahun-tahun lalu, soundtracknya lumayan nancep di telinga seperti Beauty and the Beast (Beauty and the Beast) dan A Whole New World (Aladdin).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s