Aku dan Meong Meong

Pada sebuah pagi, bangun tidur kubuka kamar sebelah. Oooops..ada apa dengan eternitku? Jebol saudara2! Dan di bantal dudukku tengah terlelap seekor kucing dengan posisi melingkarkan badan. Ini kali pertama kucing menjebol eternit rumahku (artinya banyak kali lainnya mereka merusak langit2 rumahku dan rumah2 di sekitar). Kuangkat si meong dan kubawa keluar rumah. Entah kenapa aku tidak mengomelinya padahal ini psentuhanku pertama kali dengan kucing.

Tidak sampai setahun berikutnya seorang kawan memberiku anak kucing. Baru umur 2 bulanan berwarna hitam. Namanya Kapten. Dialah kucing pertamaku. Karena baru kali pertama memelihara binatang, aku tidak cukup mengerti bagaimana memperlakukan mereka. Pada awalnya Kapten sering kuhukum (dan aku sangat menyesal mengingatnya) tapi kemudian hari dia jadi teman dan anak kesayanganku dan banyak kuceritakan kepada teman dan keluarga. Jadilah si Kapten sebagai legenda 🙂 Sayangnyawaktu itu aku belum punya kamera untuk mengabadikan perkembangannya.

Setelah Kapten cukup lama menemani, rupanya minat kekucinganku mulai berkembang. Selalu tertarik melihat kucing..karena meskipun mukanya jutek, bentuk kucing selalu menarik di mataku. Dan sejumlah kucing akhirnya sempat menjadi teman baikku. Ada yang datang dan  pergi. Datang membuatku tertawa dengan segala kenakalannya, dan pergi dengan menyisakan kesedihan :(( Nanti tampaknya perlu bikin semacam ‘event mengenang meong’.

Sekarang ‘cuma’ ada 5 meong yang menemaniku: Aka, Jova, Gadis, Puma, Naga

kucing kesayangan

meong meong yang menemaniku sekarang

Love u all, meong-meong..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s