Babies, kisah menakjubkan 4 bayi lintas benua

Melihat bayi selalu membuatku merasa betapa menakjubkannya kehidupan. Betapa hebatnya Sang Pencipta. Sosok mungil, lucu, dan tak berdaya itu kelak akan menjadi seseorang yang lain dan bisa jadi sangat berbeda karena proses yang dilakoninya. Maka aku pun langsung tertarik begitu poster film ini mulai terpampang. Tapi aku lebih tertarik untuk memiliki koleksinya. Cuma, biasa..beli filmnya kapan..nontonnya kapan 😀

Babies mengisahkan atau barangkali tepatnya mempertontonkan empat bayi mungil memulai hidup baru mereka di dunia. Karena film ini memang hanya mempertontonkan, tanpa ada plot kisah bahkan narasi sekalipun. Keempat bayi tersebut adalah Ponijao (Namibia), Bayar (Mongolia), Mari (Jepang), Hattie (Amerika Serikat). Lewat film ini kita bisa melihat perbedaan mencolok dari bagaimana membesarkan bayi dari masing-masing wilayah dengan latar belakang adat dan sosial-budaya yang tentunya melahirkan karakter karakter yang berbeda.

Sang sutradara, Thomas Balmès menyajikan proses tumbuh kembang bayi dalam beberapa tahapan, seperti saat dilahirkan, saat menyusui, dan saat mulai bisa berjalan. Namun bukan hanya hubungan dengan orang tuanya, di film ini dapat disaksikan bagaimana para bayi berinteraksi dengan lingkungan sekitar terutama ketika mereka diluar pantauan orang tua. Aku dibuat terkejut sekaligus terkagum-kagum dengan apa yang terjadi di Namibia dan Mongolia. Jerpang apalagi Amerika sudah sering kita dapatkan gambarannya. Sementara di dua wilayah yang terbilang remote area ini -meskipun ada gambaran tentang kondisi mereka- namun menyaksikan langsung terasa berbeda. Misalnya konsep higienis yang tampaknya tidak berlaku di dua wilayah ini. Ponijo dan Bayar tampak abai dengan persoalan yang dianggap sangat urgent oleh mereka yg
tinggal di perkotaan. Melihatnya membuatku miris sekaligus takjub. Tampak begitu berat kehidupannya..tapi yang terlihat hanyalah bayi berkulit gelap dan bayi bermata sipit yang riang gembira berbagi makanan dengan binatang piaraan mereka.

Alur film memang terasa lamban, apalagi tanpa narasi dan hanya visualisasi kehidupan si bayi. Buat sebagian orang mungkin terasa membosankan. tapi bisajadi sama sepertiku, kebosanan itu tergantikan dengan pemandangan menarik yang disuhkan para bayi.

Btwa, agak mengherankan juga distributor film Indonesia berani merilis film ini mengingat penonton Indonesia (rasanya) kurang meminati film dokumenter. Babies adalah film dokumenter produksi Perancis yang dirilis tahun 2010.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s