Hati-hati ancaman penyakit di toilet umum!

Jreng!

Pasti serem kan liat foto ini?

Ni foto kuambil dari http://lifestyle.kompasiana.com/urban/2010/12/19/terjajah-closet/.. Entah bener ato tipuan kamera aku ga tau. Tapi bayangkan kalau itu benar. Jadi konon korban jatuh terpeleset saat jongkok di closet duduk. Terkenalah bagian belakangnya itu ke pinggiran closet yg terbuat dari keramik tajam. Jangan sampai kejadian.. 😦

Btw bicara soal closet, ini memang bahasan yang risih tapi perlu. Karena bicara closet selain soal kenyamanan juga kesehatan. Setiap hari orang melakukan kunjungan rutin minimal sekali dalam sehari. Artinya pertemuan dengan si closet pun bisa terjadi dimana saja, bukan hanya di rumah yang notabene relatif bisa kita jamin keamanannya. Masalahnya bagaimana kalau kita harus melakukan perjumpaan di toilet umum? Itulah yang musti sedikit diperhatikan..

Kemarin menemukan catatan di sebuah blog, sepertinya milik seorang gadis muda. Ia memotret fasilitas ruang belakang milik sebuah bandara entah dimana, lupa. Disitu terpampang foto sang closet, model jongkok lengkap dengan gayung. Dan komentarnya: please deh..di bandara gitu loh..toiletnya kaya begini.

Di satu sisi bisa diterima, tapi di sisi lain, untuk toilet umum aku lebih memilih closet model jongkok. Karena itu relatif lebih aman buatku. Aku pernah jumpai closet jongkok di salah satu pemberhetian jalan tol, model jongkok lengkap dengan tali pengguyur dengan flussing stick yg bisa diinjek sama kaki. Relatif sedikit persentuhan langsung dg benda tersebut. Nah, sejauh ini kurasa model ini yg paling aman untuk toilet umum.

Bicara soal kesehatan toilet, mengutip Majalah Majalah Dokter Kita (edisi 01 November 2008) ada peringatan untuk pengguna toilet duduk. Kenapa? Karena meski terlihat bersih bukan berarti bebas dari kuman. Pada sebuah penelitian, ditemukan setidaknya 21 jenis bakteri dan 2 jamur di area tersebut. Keberadaan kuman itu jangan dianggap sepele karena dapat mengganggu kesehatan. Gangguannya mulai dari gatal hingga infeksi saluran kencing.

Dan peringatan ini lebih besar untuk kaum perempuan. Pertama, adalah infeksi kulit pada dan sekitar vagina. Keluhannya bermacam-macam tergantung pada sebabnya, bisa karena jamur atau karena bakteri. Infeksi pada kulit mencakup rasa gatal-gatal pada area vagina, keputihan, bintik merah-merah dan lainnya. Tak hanya di vagina, infeksi kulit juga menyerang area selangkangan (antara vagina dan dubur).

Menurut Staf Departemen Obstetri dan Ginekologi FKUI-RSCM, Dr. J.M Seno Adjie, SpOG(K), daerah itu sangat rentan terkena jamur dan bakteri karena posisinya yang bersentuhan langsung dengan dudukan toilet. Penggunaan toilet yang kurang bersih juga ternyata memicu timbulnya gangguan saluran kemih/kencing (ISK). Bakteri atau kuman yang paling sering mengakibatkan infeksi itu antara lain Escherichia coli atau E. coli, Klebsiella, dan Pseudomonas. Penyebab infeksi paling utama adalah E. coli, yang banyak ditemukan di toilet. ISK sendiri ada dua jenis yaitu ISK bagian atas dan ISK bagian bawah (sistitis). Pada ISK bagian atas kuman menyebar lewat saluran kencing, ginjal, dan bahkan seluruh tubuh. Dampak lanjutannya penderita akan mengalami infeksi ginjal dan urosepsis. Itu sebabnya penyakit tersebut lama sekali tak boleh dianggap remeh.

Mengapa perempuan lebih rentan? Pasalnya tak lain adalah karena lokasi vagina dengan saluran kemih berdekatan. Padahal, vagina bisa menjadi sarang kuman dan bakteri, sehingga bila terinfeksi kuman maka bisa naik ke saluran kemih maka terjadilah ISK. Beda halnya dengan laki-laki yang saluran kemihnya lebih panjang sehingga kuman susah masuk.

Jadi bagaimana sebaiknya memilih closet?

Yang pertama tentunya memenuhi standar kebersihan. Yang kedua fasilitas airnya. Menurut dr Seno, memakai air dengan shower/semprot lebih aman daripada air yang ditampung di bak mandi atau ember. Menurut penelitian, air yang tergenang di toilet umum mengandung 70% jamur Candida. Air yang mengalir dari keran di toilet umum hanya menyimpan 10-20% jamur. Langkah terbaik dan aman, gunakan air kemasan untuk membasuh.

Sementara untuk model, masih menurut dr. Seno, closet duduk memang praktis, tetapi loset jongkok justru memiliki kelebihan-kelebihan yang membuat kita tetap sehat. Kelebihannya antara lain:

• Peluang terkena atau tertular kuman lebih kecil dari closet model duduk karena tidak ada kontak langsung antara kulit dengan closet.

• Terbiasa memakai closet model jongkok mengurangi resiko terkena penyakit ambien. Closet jongkok memungkinkan kita untuk mengejan lebih kuat daripada closet duduk. Dengan mengejan, otot panggul akan terlatih dan pada akhirnya akan terhindari dari penyakit satu itu.

So, bagaimana mengurangi resiko terpapar kuman toilet umum?

• Pilih toilet umum dengan closet jongkok. Toilet jongkok tidak menyentuh langsung permukaan closet dan lebih higienis.

• Jika menggunakan closet duduk, sebelum menggunakannya, bersihkan dulu pinggiran atau dudukan closet dengan cairan pembersih dan tisu baru. Bila perlu setelah dibersihkan, lapisi dudukan dengan tisu. => tidak ramah lingkungan ah!

• Jangan cebok di toilet umum dari air yang ditampung di bak mandi atau ember. Pakailah shower atau keran.

• Biasakan cebok dengan cara yang benar, yaitu dari arah depan ke belakang, jangan sebaliknya. Bila terbalik maka cara cebok seperti itu sama saja seperti menarik kotoran ke daerah vagina atau saluran kencing.

• Toilet bersih bukan jaminan terbebas dari kuman. Sumber kuman bisa jadi malah dari Anda sendiri, khususnya tangan. Biasakan untuk mencuci sebelum dan sesudah melakukan aktivitas di toilet.

Oke, selamat melakukan perjumpaan dengan toilet umum yang aman, nyaman, dan bersahabat 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s