Serangan Jantung, penyakit mematikan

Seorang kawan sedang berkunjung dan menginap di rumah. Pagi, yang dilakukannya setelah bangun adalah nonton TV, hal yang sangat jarang kulakukan belakangan ini. Sedang agak ‘bermusuhan’ dengan media TV. Tapi tak urung aku nengok tayangan info seleb yang ditontonnya: cerita tentang Adjie Massaid. Walah.. Adjie meninggal dunia! Aku bener-bener baru tau. Innalillahi wa inna ilaihi roji’un…

Adjie meninggal dunia pada usia 43 tahun, masih relatif muda untuk sebuah serangan jantung. Tapi lebih dari sepuluh tahun lalu pun aku kehilangan seorang kawan yang juga mengalami serangan jantung dan meninggal dunia pada usia 44 tahun. Jadi tampaknya memang sudah agak lama jantung mengintai orang-orang yang masih relatif muda.

Kucari-cari kembali file lama soal kesehatan yang pernah kukumpulkan ketika masih siaran. Entah sumbernya dari mana, sdh tidak jelas. Ini hanya saran singkat saja, 6 (enam) cara rekomendasi dari World Health Organization (WHO) untuk mencegah penyakit jantung (bagi yang belum terkena gejala penyakit jantung):

1. Rajin Olahraga/ Aktivitas Fisik
Jika tidak sempat melakukan olah raga yang berat seperti bermain sepak bola, futsal, senam, renang, bulutangkis, bola voli, bola basket, dan lain-lain kita bisa melakukan jalan kaki atau jalan-jalan tanpa henti sekitar 30 menit agar jantung melakukan aerobik.

2. Senang Makan Buah-Buahan Dan Sayur-Mayur
Rekomendasi dari WHO adalah melakukan konsumsi buah dan sayur seberat 400 gram setiap hari. Pastikan buah dan sayur-sayuran yang kita akan makan atau minum masih segar dan tidak terkontaminasi kuman dan bahan kimia yang berbahaya. Variasikan buah dan sayur dengan memilih buah dan sayur yang berbeda-beda setiap hari sesuai selera anda.

3. Mengurangi Konsumsi Garam dan Makanan Asin
Tubuh kita sebenarnya hanya memerlukan garam kurang dari 5 gram setiap hari atau sekitar kurang dari 90 mmol. Hindari atau kurangi makanan yang asin-asin seperti ikan teri, ikan asin, rujak campur garam, dan lain sebagainya. Gunakan garam secara bijaksana dalam membuat makanan serta jika bisa pesan makanan dengan sedikit garam dan micin demi kesehatan kita.

4. Mengurangi Konsumsi Makanan Mengandung Lemak Jenuh
Mengurangi konsumsi makanan dan minuman sehingga konsumsi lemak jenuh  sehari hanya kurang dari 10% dari angka kebutuhan kalori kita. Contoh jika kebutuhan kalori kita 2000 kalori maka pastikan lemak jenuh yang masuk ke tubuh kita tidak lebih dari 200 kalori. Informasi jumlah kandungan lemak dapat anda baca di kemasan produk makanan dan minuman.

5. Mengurangi Konsumsi Makanan Mengandung Lemak Trans
Makanan yang digoreng seperti tempe goreng, ikan goreng, ayam goreng, kacang goreng, tahu goreng, pisang goreng kalimantan, dan lain sebagainya ada baiknya anda kurangi dari sekarang. Ubah cara memasak dari goreng jadi rebus atau kukus agar lebih sehat. Bila terpaksa menggoreng pun gunakan minyak goreng yang kondisinya masih baik, segar dan sehat.

6. Mengurangi Konsumsi Makanan Mengandung Lemak Total
Makanan dan minuman yang kita makan dan minum terkadang mengandung banyak lemak seperti susu sapi, es krim, mentega, daging ayam, dan lain-lain. Oleh karena itu jangan malas untuk menghitung kandungan makanan yang kita konsumsi termasuk lemak. Lemak total yang dikandung makanan dan minuman kita tidak boleh lebih dari 30% dari kebutuhan kalori total. Misalnya jika tubuh kita butuh 3000 kalori maka sebaiknya lemak total yang kita konsumsi tidak lebih dari 900 kalori.

***

Bagaimana dengan mereka yang meninggal dunia saat berolah raga atau pasca berolah raga? Itu kasus yang terjadi pada Adjie Massaid dan beberapa pesohor lain seperti Basuki dan Benyamin S.

Kalau kita melihat kasusnya, serangan jantung yang timbul usai berolahraga itu biasanya terjadi pada orang yang punya risiko penyakit jantung atau pada mereka yang jantungnya tidak terlatih namun nekat berolahraga. Maka yang terkena serangan biasanya mereka yang sudah tidak muda lagi, atau meskipun masih muda jarang melakukan aktivitas fisik atau beraktivitas fisik secara berlebihan.

Ada beberapa catatan yang kudapat dari situs info kesehatan tentang bagaimana sebaiknya berolah raga, terutama untuk yang sudah memiliki resiko penyakit jantung.

Hindari Olahraga Permainan

Sebetulnya olahraga sangat penting untuk kesehatan jantung. Menurut Dr. Michael Triangto, Sp.KO, olahraga bermanfaat antara lain untuk menguatkan otot, tulang, jantung, dan paru-paru, serta melancarkan peredaran darah. Lalu, mengapa orang justru meninggal mendadak saat sedang berolahraga? Adakah olahraga tertentu yang membahayakan kesehatan? Olahraga apa saja yang baik untuk kesehatan jantung?

Menurut Kepala Departemen Kedokteran Olahraga PB PBSI (Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia) ini, jenis olahraga yang dianjurkan untuk memelihara kesehatan bukan olahraga prestasi atau yang sifatnya permainan, seperti bulutangkis, tenis, sepakbola, ataupun futsal. “Olahraga yang sifatnya permainan tidak dianjurkan karena temponya bisa tiba-tiba cepat atau tiba-tiba melambat,” ujarnya.

Banyak kejadian meninggal saat melakukan olahraga prestasi, terutama pada mereka yang memillki risiko tinggi mengalami gangguan jantung. “Terutama jika umur sudah di atas 50 tahun,” katanya.

Untuk menghindari musibah tersebut, Dr. Michael menganjurkan mereka yang berisiko mengalami gangguan jantung memilih olahraga jenis aerobik saja. Jalan cepat, joging, berenang, bersepeda, dayung, atau senam jantung sehat tidak membahayakan kerja jantung.

Olahraga jenis aerobik dianjurkan karena memacu kerja jantung secara bertahap. Pengertiannya, olahraga jenis ini memacu jantung untuk mengambil oksigen sebanyak-banyaknya guna memenuhi kebutuhan oksigen ke seluruh tubuh.

Minimal olahraga ini dilakukan 15-30 menit secara rutin tiga kali sepekan, dalam hari yang tidak berurutan. Hal ini untuk meningkatkan kebugaran. Menghindari lift, lalu naik tangga juga termasuk olahraga aerobik. Parkir mobil di tempat yang jauh dad pintu masuk, lalu berjalan, juga sangat dianjurkan.

Bahaya di Atas 30

Mereka yang tidak terbiasa berolahraga, sebaiknya mengecek kondisi kesehatannya terlebih dulu sebelum ikut olahraga permainan. Walau terlihat sepele, hal ini harus dilakukan agar tidak fatal akibatnya.

Kematian mendadak sesaat setelah melakukan olahraga permainan terjadi karena tubuh tidak terbiasa melakukan aktivitas fisik yang berat. “Olahraga futsal, seperti yang dilakukan almarhum Basuki, termasuk dalam kategori aktivitas fisik berat. Bisa saja dia sudah mengalami kelainan pada jantung, sehingga aktivitas fisik berat tersebut menambah beban pada jantungnya,” ujar Dr. Sadoso Sumosardjuno, Sp.KO, redaktur ahli Gaya Hidup Sehat.

Bila hendak melakukan olahraga permainan, cek dahulu kesehatan atau kondisi tubuh. “Jangan melakukannya secara mendadak, padahal kita tidak tahu kondisi tubuh,” kata dokter senior di bidang kesehatan olahraga ini.

Selain itu, juga ada kemungkinan kebiasaan yang kurang menguntungkan. Contohnya, malam sebelum melakukan olahraga permainan tersebut, tidur terlalu larut atau memiliki kebiasaan jelek seperti merokok.

Langkah lain yang juga harus dilakukan sebelum melakukan olahraga permainan, terlebih pada mereka yang jarang atau sama sekali tidak pernah berolahraga, tentu saja dengan berlatih sedikit demi sedikit. Perubahan mendadak untuk badan yang tidak terlatih dengan baik malah bisa membahayakan.

Sebaliknya, bagi mereka yang memiliki kebiasaan jalan kaki setiap pagi dan kemudian bermain olahraga permainan, tentu saja tidak menjadi masalah. Sebab, kondisi jantungnya sudah terbiasa dengan latihan rutin.

“Hal penting yang perlu diingat adalah tidak melupakan pemanasan. Pemanasan itu sangat diperlukan,” kat Dr. Sadoso. Pemanasan bukan hanya untuk olahraga permainan, tetapi setiap akan melakukan olahraga apapun.

Kalaupun kurang pemanasan dan kondisi tubuh baik-baik saja, dalam arti tidak memiliki gangguan penyakit, tidak berakibat terlalu fatal, mungkin pingsan. Namun, akan menjadi fatal bila ada penyebab lain yang menyertai.

Menurut Dr. Sadoso, “Sebenarnya tidak terlalu masalah bila mereka yang berusia di atas 30 tahun melakukan olahraga permainan kalau kondisi tubuhnya baik, kesehatan jantungnya juga baik, istirahat cukup.”

Dengan kata lain, baru mau melakukan olahraga permainan ketika usia sudah di atas 30 tahun, dan jantung tidak terlatih, sebaiknya berpikir berulang-ulang kalau tidak mau mati mendadak.

Olahraga yang Cocok

Berbagai penelitian memperlihatkan bahwa olahraga teratur dapat membantu menurunkan risiko terkena penyakit jantung. Olahraga bersifat aerobik cenderung memberi keuntungan besar, tetapi beberapa di antaranya, seperti berlari, sering terlalu berat untuk persendian bagi orang yang mulai usia lanjut.

Ada beberapa jenis olahraga yang menguntungkan dan tidak terlalu sulit dilakukan orang lanjut usia. Meski begitu, Anda tetap harus minta petunjuk dokter sebelum menjalankan program olahraga.

• Renang adalah jenis olahraga yang paling lengkap. Olahraga ini menggerakkan semua otot tubuh dan jarang menyebabkan luka karena tidak membebani persendian.
• Aqua aerobics adalah aktivitas tanpa tekanan yang bersifat menyenangkan. Jenis olahraga ini seperti olahraga aerobik low impact yang menguntungkan seluruh bagian tubuh.
• Jalan adalah olahraga semua kelompok umur dan merupakan aktivitas sosial yang bersifat low impact. Anda dapat mengobrol dengan teman-teman selagi berolahraga. Jalan cepat dapat membakar kalori per kilometer yang kira-kira sama jumlahnya dengan kalori yang terbuang bila Anda lari.
• Latihan kekuatan membantu mempertahankan postur tubuh dan rasa keseimbangan. Jenis olahraga ini penting untuk orang lanjut usia.
• Latihan kelenturan merupakan latihan penting untuk orang lanjut usia. Latihan ini membuat sendi lentur dan membantu menghilangkan efek akibat serangan artritis.
• Yoga merupakan latihan kedisiplinan yang sudah ada sejak lama. Latihan ini dapat membangun kelenturan, stamina, dan pengontrolan napas, sering disebut The Fountain of Youth.

• Taichi, olahraga bela diri dari Cina, dapat memperbaiki keseimbaingan dan koordinasi. Latihan ini juga membangun kekuatan otot untuk memperbaiki kontrol motorik dan postur tubuh. Latihan ini memberi efek menenangkan bagi pikiran.

 

 

 

Pentingnya Pemanasan

Pemanasan sebelum olahraga diperlukan untuk mengurangi risiko cedera. Dengan pemanasan, tubuh siap berolahraga. Pemanasan akan meningkatkan aliran darah di sekujur tubuh. Ini artinya otot-otot tubuh dapat bergerak lebih mudah.

Pemanasan sebaiknya mencakup aktivitas fisik ringan. Pastikan Anda melakukan pemanasan bagi otot sebelum berolahraga. Contohnya, kalau Anda seorang pelari, beri pemanasan yang cukup pada otot kaki.

Ada beberapa tip melakukan pemanasan:
• Lakukan gerakan ringan selama 1-5 menit.
• Anda bisa melakukan jalan santai atau joging. Ini menjadi cara yang baik untuk memanaskan otot dan mempersiapkan tubuh untuk berolahraga.
• Pastikan pula Anda melakukan peregangan sebagai bagian dari pemanasan, terutama bila Anda berolahraga intensif atau dengan kecepatan tinggi.
• Jangan lupa lakukan pendinginan usai berolahraga dengan peregangan lagi. Juga lakukan aktivitas ringan seperti berjalan.

Yang penting sebelum melakukan olahraga permainan:
• Setiap orang harus mengetahui kondisi tubuhnya.
• Lebih baik berlatih sebelum bertanding.
• Jangan lupa siapkan fisik dengan tidur cukup. Tidur hanya dua jam lalu ikut olahraga permainan. bisa membahayakan keselamatan diri.

 

Mengenali gejala serangan jantung

mengenali tanda-tanda serangan jantung

Gejala-gejala ini untuk setiap orang biasa berbeda. Sebuah serangan jantung mungkin dimulai dengan rasa sakit yang tidak jelas, rasa tidak nyaman yang samar, atau rasa sesak dibagian tengah dada. Kadang, sebuah serangan jantung hanya menimbulkan rasa tidak nyaman yang ringan sekali sehingga sering disalahartikan sebagai gangguan pencernaan, atau bahkan lepas dari perhatian sama sekali.

Dalam hal ini, satu-satunya cara yang memungkinkan terdeteksinya sebuah serangan jantung adalah ketika harus menjalani pemeriksaan ECG untuk alasan lain yang mungkin tidak berkaitan. Dipihak lain, serangan jantung mungkin menghadirkan rasa nyeri paling buruk yang pernah dialami – rasa sesak yang luar biasa atau rasa terjepit pada dada, tenggorokan atau perut. Bisa juga mengucurkan keringat panas atau dingin, kaki terasa sakit sekali dan rasa ketakutan bahwa ajal sudah mendekat. Juga mungkin merasa lebih nyaman bila duduk dibanding bila berbaring dan mungkin nafas begitu sesak sehingga tidak bisa santai. Rasa mual dan pusing bahkan sampai muntah, bahkan yang lebih para yaitu ketika sampai kolaps dan pingsan.

Ada beberapa gejala yang lebih spesifik, antara lain:

* Nyeri. Jika otot tidak mendapatkan cukup darah (suatu keadaan yang disebut iskemi), maka okigen yang tidak memadai dan hasil metabolisme yang berlebihan menyebabkan kram atau kejang. Angina merupakan perasaan sesak di dada atau perasaan dada diremas-remas, yang timbul jika otot jantung tidak mendapatkan darah yang cukup. Jenis dan beratnya nyeri atau ketidaknyamanan ini bervariasi pada setiap orang. Beberapa orang yang mengalami kekurangan aliran darah bisa tidak merasakan nyeri sama sekali (suatu keadaan yang disebut silent ischemia).

* Sesak nafas. merupakan gejala yang biasa ditemukan pada gagal jantung. Sesak merupakan akibat dari masuknya cairan ke dalam rongga udara di paru-paru (kongesti pulmoner atau edema pulmoner).

* Kelelahan atau kepenatan. Jika jantung tidak efektif memompa, maka aliran darah ke otot selama melakukan aktivitas akan berkurang, menyebabkan penderita merasa lemah dan lelah. Gejala ini seringkali bersifat ringan. Untuk mengatasinya, penderita biasanya mengurangi aktivitasnya secara bertahap atau mengira gejala ini sebagai bagian dari penuaan.

* Palpitasi (jantung berdebar-debar)

* Pusing & pingsan. Penurunan aliran darah karena denyut atau irama jantung yang abnormal atau karena kemampuan memompa yang buruk, bisa menyebabkan pusing dan pingsan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s