Membunuh Yahudi: banyolan tolol seorang doktor

Apakah judul di atas terdengar marah? Yup.. Baru mau memulai hari dengan membuka salah satu milis yang kuikuti. Dan ini milis umum. Ada satu postingan yang membuat dada dan otakku langsung meradang dan membuatku tak mampu beranjak melakukan aktivitas lain. Postingan itu bunyinya seperti ini:

Di Solo ada sebuah aliran pengajian, yang meyakini bahwa bila terjadi intercourse suami istri yang berdasar ridho dan ridho, itu ibarat membunuh 10 yahudi.  Ada pasangan muda yang begitu terinspirasi dengan keyakinan ini.  Berhubung sang suami belum sibuk, maka dia punya banyak waktu dan tenaga.  Setiap dia pingin, ngomongnya: “dik, ayo membunuh yahudi yuuk… Dan sang istri selalu taat untuk “pembunuhan” itu.  Tetapi ketika dalam sehari sang suami sudah minta membunuh yahudi yang ke 31 sd 40, sang istri protes: “mas ini mau bunuh yahudi apa bunuh saya?”. Selamat membunuh…….

Di tengah berbagai gejolak di tanah air yang membutuhkan rasa damai, rasa saling mendukung, rasa saling menghargai, rasa saling melindungi.. ada orang yang begitu mudah bicara tentang membunuh seperti bicara tentang makan es krim. Di tengah carut-marut penindasan terhadap minoritas yang terjadi di negeri ini, apakah bijak menjadikan ini sebagai becandaan? Saya tidak ingin menganalisis apa yang orang percayai dan yakini..mangga, silakan.. Karena upaya diskusi bisajadi malah akan melahirkan debat kusir. Tapi ketika “selamat membunuh..” itu disampaikan di ruang publik yang notabene beragam, itu perlu pembahasan panjang. Apalagi kalau pernyataan itu berdampak melahirkan tindakan.

Kemudian datang tanggapan yang menyatakan maaf namun juga semacam pembelaan bahwa rekan kristiani pun punya pemahaman yang sama tentang Yahudi. Duh bapak doktor satu ini. Please deh, dear big brother..it’s out of context! Aku memang nasrani, tapi aku tidak sedang melakukan pembelaan agama atau Yahudi. Lagipula mungkin pemahamanku dg rekan kristiani Anda juga berbeda. Aku bicara dalam konteks kemanusiaan. Apapun agamanya, siapapun orangnya, seberapapun kekayaannya, setinggi apapun kekuasaaannya, apapun rasnya..tidak dapat dibenarkan untuk melakukan pembantaian manusia.

Dan lagu Iwan Fals (Swami) pun menjadi relevan..

Maka pertanyaannya: ketika orang yang mengaku beragama kehilangan kemanusiaannya, masihkah ia ber-Tuhan?

(maaf kalau kegeramanku terdengar sarkastis, aku hanya tidak sanggup menahannya..)

Iklan

Satu pemikiran pada “Membunuh Yahudi: banyolan tolol seorang doktor

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s