Bayi tikus malang..

Si Belang (emaknya bayi2 pepes) datang ke rumah. Kulihat bercak darah menetes di lantai. Yup, seperti yang kuduga..dia membawa seekor tikus. Arrrggghhhh..sudah kubilang berkali-kali: tidak boleh makan tikus di rumah ini. Tapi sebagai kucing liar yang terbiasa bertahan hidup dengan makanan yang disediakan alam, naluri keibuannya menuntunnya untuk membawa ‘makanan’ itu untuk anak-anaknya.

Si tikus yang ternyata masih bayi langsung disambut antusias Coco, anak si Belang yang paling besar. Kuangkat dia ke depan rumah, dan kupaksa dia memuntahkan si tikus bayi.  Dan ternyata masih hidup! Orok bayi itu masih merah, matanya juga masih merem.. ga tega liatnya. Lambungnya berdarah, mulutnya megap-megap..entah kehabisan nafas atau mencari susu ibunya. Tapi apa iya aku musti memelihara tikus? Di tengah meong-meong apa malah tidak mencelakainya.. Lagipula bagaimana cara menyusui si orok? Hiks.. aku tidak tau.

Akhirnya kubersihkan lukanya, kuteteskan air ke mulutnya, dan kuletakkan dia di dekat bak sampah. Berharap si emak berhasil menemukannya.. Atau dia akan lebih dulu ditemukan kucing yang lain? Hiks..aku telah membiarkan kemungkinan bayi tikus terbunuh. Maaf ya, ga tau musti gimana.. 😦

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s