Selamat Hari Raya Nyepi

Hari Raya Nyepi tahun ini jatuh pada hari ini, Jumat, 5 Maret. Berbagai persiapan telah dilakukan untuk menyambut tanggal 1 Sasih Kedasih Tahun Saka 1933 ini. Selain perayaan dan aturan-aturan yang harus diikuti semua umat dan juga diikuti penduduk sekitar, juga penyiapan aparat kepolisian. Polda Bali sudah menyiagakan tak kurang dari 600 aparat untuk mengamankan perayaan. Bandara Internasional Ngurah Rai juga meliburkan penerbangan internasional.

Sejarah

Hari Raya Nyepi merupakan hari raya umat Hindu yang dirayakan setiap Tahun Baru Saka. Pada hari ini umat Hindu melakukan amati geni yaitu mengadakan Samadhi pembersihan diri lahir batin. Pembersihan atas segala dosa yang sudah diperbuat selama hidup di dunia  dan memohon pada yang Maha Kuasa agar diberikan kekuatan untuk bisa menjalankan kehidupan yang lebih baik dimasa mendatang. Hari Raya Nyepi jatuh pada hitungan Tilem Kesanga (IX) yang diyakini saat baik untuk mendekatkan diri pada Tuhan Yang Maha Esa dan dipercayai merupakan hari penyucian para dewa yang berada di pusat samudra yang akan datang kedunia dengan membawa air kehidupan (amarta) untuk kesejahteraan manusia dan umat Hindu di dunia.

Makna perayaan Nyepi

Nyepi berasal dari kata sepi (sunyi, senyap). Nyepi Tahun Baru kalender Saka, kira kira dimulai sejak tahun 78 Masehi. Pada Hari Raya Nyepi ini, seluruh umat Hindu di Bali melakukan perenungan diri untuk kembali menjadi manusia manusia yang bersih, suci lahir batin. Oleh karena itu semua aktivitas di Bali ditiadakan, fasilitas umum hanya rumah sakit saja yang buka.

Ada beberapa tahapan sebelum masuk ke Hari raya Nyepi. Pada 13 hari sebelum Hari-H, umat Hindu melaksanakan upacara Melasti, Mekii,s atau Melis. Tujuannya untuk memohon kepada Ida Sanghyang Widhi Wasa/manisfestasi yang besthana di laut sebagai sumber air untuk menyucikan alam beserta isinya. Semua Prelingga atau simbol Tuhan yang dalam bentuk patung diarak ke laut untuk disucikan.

Sehari sebelum hari-H raya Nyepi, dilaksanakan upacara Pecaruan atau Pengerupukan. Upacara ini juga bisa disebut dengan Tawur Kesanga karena upacara ini dilakukan pada Tilem Kesanga atau pada bulan mati bulan ke sembilan pada perhitungan kalender Bali/Sasih Bali. Upacara ini dilakukan di setiap rumah, Banjar, Desa, Kecamatan, Kabupaten dan Provinsi. Upacara dilakukan di depan pekarangan , perempatan jalan, alun-alun maupun lapangan. Tujuannya adalah untuk mengusir atau menghilangkan pengaruh buruk Butha Kala atau roh-roh yang ada dibawah alam manusia. Inti dari upacara Pecaruan atau Pengerupukan adalah untuk mengharmoniskan kembali alam semesta beserta isinya sehingga bernuansa baru lagi. Sebelum diadakan upacara ini, biasanya anak-anak muda akan mengarak Ogoh-ogoh sebagai perlambang Bhuta Kala dengan berbagai bentuk keliling desa yang bertujuan untuk menakuti para butha kala. Setelah selesai diarak kemudian dilaksanakan upacara Pecaruan/Pengerupukan, kemudian Ogoh-ogoh ini dibakar.

Pada hari-H, umat Hindu diwajibkan untuk menjalankan catur brata penyepian. Catur brata penyepian dalah empat larangan, yaitu:
# Amati Geni, tidak menyalakan api serta tidak mengobarkan hawa nafsu.
# Amati karya, yaitu tidak melakukan kegiatan kerja jasmani melainkan meningkatkan kegiatan menyucikan rohani.
# Amati lelungaan, yaitu tidak bepergian melainkan melakukan mawas diri.
# Amati lelanguan, yaitu tidak mengobarkan kesenangan melainkan melakukan pemusatan pikiran terhadap Ida Sanghyang Widhi.

Brata ini mulai dilakukan pada saat matahari “Prabrata” menyingsing sampai fajar menyingsing kembali keesokan harinya atau berlaku selama 24 jam.

Ngembak Geni merupakan akhir dari pelaksanaan Catur Brata Penyepian yang dilanjutkan dengan pelaksanaan Dharma Santi serta saling mengunjungi antar umat untuk saling memaafkan sehingga umat bisa memulai tahun baru Saka dengan hal-hal baru yang positif. Biasanya umat juga memanfaatkan hari ini untuk mengunjungi tempat-tempat wisata sebagai pertanda kegembiraan hati dan pengharapan menyongsong tahun yang baru yang lebih baik.

Selamat Hari Raya Nyepi! Om Santi Santi Santi Om…

 

(dari berbagai sumber)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s