Kelakuan anak2mpusmeong

Seperti halnya manusia dan (mungkin) binatang lainnya, tiap kucing juga punya sifat yang berbeda-beda. Mungkin ada penilaian standar, bahwa kucing itu pemalas, bahwa kucing suka dimanja, bahwa kucing suka nyolong makanan, bahwa kucing suka mengelus2kan badan ke kita..dsb..dsb.. Ternyata tidak persis begitu lho. Sepanjang 6 tahun hidup bersama binatang berbulu halus ini, aku cukup bisa mengenali sifat-sifat anak2meongmpusku. Dan seperti kubilang di awal, tidak beda jauh dengan kita2 manusia. Ada yang manjanya emang minta ampun. Ada yang jorok dan sebaliknya bersihan. Ada yang cuek puoool! Ada yang jutek. Ada yang doyan makan tapi ada juga yang kalau makan sedikit2 dan musti ditungguin. Macem-macemlah.. Jadi membesarkan meong tidak ubahnya membesarkan anak (meskipun aku belum tau persis yeee). Tidak sama persis pastinya, karena namanya juga tetep binatang.

Nah, satu yg mau kuceritakan sekarang adalah anak2 meongku yang bernama Puma dan Naga. Mereka kutemukan waktu berumur sekitar 2 bulan.  Bukan kutemukan sih, tapi dibawa emaknya maen ke rumah. Karena lucu-lucu maka 2 anak ini pun kuculik, kuberi nama Puma dan Naga. Setiap saat emaknya boleh nengok, nyusuin sambil makan di rumah. Jadilah mereka menjadi penghuni rumahku.

Nah, 2 anak ini sekarang sudah besar. Umurnya sekarang berarti mmmm yaaa sekitar 14 bulanan. Sampai sekarang juga masih rukun.

Dua anak ini juga punya sifat yang beda banget. Puma cenderung gampang dipegang, tapi jutek dan cuek. Yang rada mengkhawatirkan sekarang adalah dia sudah beger! Sudah 3-4 bulan terakhir dia suka kabur-kaburan dan begadangan diluar. Pulang-pulang bulunya berlumpur atau bekas berkelahi 😦

Sementara Naga adalah tipe penakut, susah disayang-sayang, tapi bersihan. Bahkan dari awal dia gampang mengikuti ‘toilet training’ 🙂

Yang menarik dari si Naga ini (bukan Sinaga lho, maaffffffffff..) adalah biarpun penakut tapi setelah kenal dia akan ramah. Boro-boro beger nyari pacar, kerjaannya malah maen sama anak-anak kecil (baca: meong-meong kecil). Dari belasan kucing yang pernah kurawat, baru kutemui sifat kucing seperti yang dipunyai Naga ini.
Begitulah.. 🙂

Iklan

4 pemikiran pada “Kelakuan anak2mpusmeong

      • itu ada yg anaknya gadis..tp dah pada ga ada, meninggal 😦 pas waktu itu anak si gadis ada 4, tinggal 1. ada di tulisan tentang gadis yang meninggal minggu lalu.
        selebihnya anak2 temuan yg dibuang org..tp kemudian tyt ada emaknya. kasian tuh nasib mereka, ada 4 meong.. kemudian sama emaknya diajak pergi dari rumah, menghilang begitu saja. suatu kali tiba2 ada yg meong2, si item, sendirian dateng lg ke rumah. ada ampe sekarang. begitu ceritanya 🙂

      • aku kalau mengingat kisah anak2 meong liar jadi teringat film kartun yang OSTnya Nobody’s Child, kisah anak kecil yang orang tuanya sudah meninggal, lebih dahulu ayahnya ketika anak itu masih bayi, kemudian ibunya bersama anak itu hidup berdua dalam gubuk miskin kurang makanan dan kedinginan. Gubuk mereka tinggal agak jauh dari dalam kota, sepi dan dingin. Cerita ini mungkin dari Eropa.

        Ibunya bekerja sangat keras menjadi pembantu rumah orang yang lebih mampu tetapi sombong dan kikir, untuk menambah pendapatan ibunya menjual kayu bakar, kemudian karena kelelahan dan kurang gizi beliau sakit.

        Anak kecil usia PAUD itu menggantikan ibunya mencari uang atau makanan, anak itu menjua kayu bakar berkeliling dalam kota. Tetapi tidak lama ibunya tak kuat bertahan, beliau meninggalkan anak kecil sendirian. Anak itu menangis sendiri, tanpa sanak saudara tanpa tetangga yang peduli.

        Ada beberapa orang dewasa yang kemudian membantu menguburkan dan memberi sedikit hiburan dengan makanan, tetapi tidak ada yang mengadopsi anak itu. Anak itu kemudian menjalani hidupnya sendirian. Ia mencari makan dengan cara menjual kayu bakar, untuk membeli sedikit makanan dan korek api. Setiap hari hidupnya sangat mengenaskan, tanpa ada waktu untuk bermain karena harus mencari uang atau mencari makanan yang masih dapat dimakan dari sisa2 orang lain di tempat sampah.

        Tidak dapat bertahan lama menjalani kehidupan yang berat, tanpa kasih sayang, tanpa teman bermain karena “anak2 normal” bermain dengan kalangan sekelasnya. Anak itu selalu teringat kasih sayang ibunya, ia sering menangis memanggil ibunya. Karena sering sedih dan kurang makan, kedinginan karena tidak punya korek api, anak itu mencari ibunya didalam angannya, anak itu meninggal.

        Air mataku selalu terbayang kalau mengingat kisah ini. Ini yang menjadi latar belakang aku punya penyakit psikis jika mendengar miu2 atau kuik2 dari anak2 mungil yang mencari ibunya.
        Aku tidak tak dapat berkonsentrasi untuk apapun sebelum dapat memberinya makanan supaya tangisnya reda.

        Oh, si hitam mungkin beruntung dapat menemukan rumah mbak kembali, mungkin ibu dan saudara2nya sudah tersuksesi oleh alam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s