Menyepi di Pertapaan Rawaseneng (Selamat Paskah, kawans!)

Tulisan ini sebetulnya kubuat 2 tahun lalu (Januari 2009). Ketika itu judulnya sedang menenangkan diri hehehe.. Nah kemarin pas coba cek blog lama yang dah luaaaaama sekali ga pernah dibuka, ternyata ada pertanyaan tentang pertapaan ini. So aku coba tampilin lagi disini, siapa tau ada yang membutuhkan. Sekaligus untuk mengucapkan: Selamat Paskah!

Beberapa data terkait angka dan nama mungkin sudah berubah. Tapi kalau butuh update atau ingin langsung berkunjung ke Pertapaan Rawaseneng, aku masih nyimpen no hp Frater Agus. Silakan dilihat-lihat dulu, siapa tau berminat 🙂

****

Begitu memasuki kawasan ini, yang terasa adalah keheningan yang menyejukkan. Gunung yang menjulang perkasa  menjadi latar belakang komplek pertapaan. Pohon-pohon tinggi dengan ekosistem yang masih lengkap menjadi pemandangan yang dapat menghalau lelah perjalanan. Pertapaan yang Nama persisnya Pertapaan Santa Maria Rawaseneng ini terletak sekitar 14 km di sebelah utara Kota Temanggung, Jawa Tengah. Ini merupakan pertapaan Katolik dari Ordo Cisterciensis Strictioris Obsevantiae (OCSO), diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia menjadi Ordo Cisterciensis Obervansi Ketat, atau lebih dikenal dengan sebutan Ordo Trappist.

Sekilas Ordo Trappist

Kata ‘Cisterciensis’ berasal dari kata ‘Citeaux’, sebuah nama dusun kecil di Perancis. Di desa kecil itulah untuk pertama kalinya didirikan biara yang kemudian hari berkembang menjadi ratusan biara lain yang kemudian dikenal sebagai biara Ordo Cisterciensis. Pada abad-abad berikutnya biara-biara tersebut mengalami pasang surut, sehingga beberapa diantaranya mengadakan reformasi. Salah satunya adalah Biara La Trappe (di Prancis). Pada periode 1664-1700, Dom de Rance melakukan pembaharuan di biara tersebut yang kemudian diikuti biara-biara lainnya. Dari sinilah istilah ‘Trappist’ berkembang.

Jelang akhir abad 18 berkecamuk Revolusi Prancis. Hampir semua biara dibubarkan, kecuali biara-biara yang berada diluar jangkauan revolusi. Biara-biara Trappist termasuk yang dibubarkan. Beberapa anggotanya sempat mengungsi, dan ketika revolusi berakhir, mereka mendirikan kembali sebagian biara. Tahun 1892 biara-biara yang mengikuti reformasi La Trappe membentuk ordo mandiri yang kemudian dikenal sebagai OCSO atau Ordo Trappist.

Ordo Trappist ini menjalani hidup monastik (kerahiban) dengan kaul yang mengacu pada tata kehidupan monastik menurut Peraturan Santo Benediktus. St. Benediktus hidup di Italia tahun 480-547. Ketika muda ia meninggalkan studi untuk menjadi rahib yang bertapa seorang diri. Kemudian ia menjadi terkenal dan didatangi banyak orang. Banyak diantaranya yang kemudian minta bergabung dengannya. Maka ia pun menjadi abas atau pemimpin rahib di Monte Cassino, dekat Kota Napoli, Italia. Ia menyusun pertauran yang kemudian hari dijadikan pegangan bagi sebagian besar rahib di Eropa Barat.

Benediktus membuat aturan berdasarkan tradisi kehidupan monastik yang diwariskan oleh tokoh-tokoh monastik yang hidup sejak abad ketiga. Bukan hanya tokoh monastik dari Eropa Barat, namun juga dari Eropa Timur dan Timur Tengah, khususnya Mesir dan Asia Kecil. Benediktus dikenal sebagai tokoh yang seimbang dan tau batas. Maka tidak heran jika di kemudian hari peraturannya menjaid pegangan klasik bagi para rahib Gereja Barat. St. Benediktus diberi gelar “Santo Pelindung Eropa” atas karya yang sudah dilakukannya.

Tata kehidupan yang diwariskan oleh St. Benediktus berintikan hidup di dalam komunitas di bawah suatu peraturan dan seorang abas. Siapapun yang mau bergabung harus sungguh-sungguh mencari Allah dan mau bertobat terus menerus dalam suatu komunitas yang berada di bawah suatu peraturan dan seorang abas. Hidup hariannya terdiri dari rangkaian acara ibadat harian, bacaan rohani, dan kerja. Dalam menjalani semuanya itu para rahib harus membina sikap taat, diam diri, dan rendah hati. Melalui tata kehidupan yang dijalaninya itu, para rahib mengambil bagian dalam hidup, sengsara dan kebangkitan Yesus Kristus.

Biara Rawaseneng didirikan pada tanggal 1 April 1953 oleh para rahib dari komunitas Biara Koningshoeven, Tilburg, Nederland yang masih dalam garis afiliasi Biara La Trappe. Proses pendirian biara ini pun tidak sederhana, melewati proses yang panjang. Dibutuhkan waktu 25 tahun terhitung sejak dilayangkannya surat permintaan pimpinan Gereja Katolik setempat, hingga direalisasikan menjadi sebuah biara.

Pertapaan Rawaseneng di Masa Kini

Saat ini Pertapaan Rawaseneng memiliki 34 anggota, namun 7 diantaranya sedang tugas belajar, baik di dalam maupun diluar negeri. Dua puluh tujuh anggota yang masih berkarya di Rawaseneng terdiri dari 2 Postulan, 3 Novis, 4 Monastikat, dan selebihnya Rahib. Diantara para Rahib ini 4 orang menjadi imam, yaitu Rm Gonzada yang sekaligus sebagai Abas atau pemimpin biara, Rm Atan, Rm Bavo, dan Rm Suit.

Untuk menjadi anggota Ordo Trappist ini harus melewati beberapa tahapan:
1.    Peminat. Peminat adalah awam yang tertarik bergabung dengan Ordo Trappist. Dalam jangka waktu 3 bulan mereka tinggal di pertapaan, namun hanya di penginapan tamu.
2.    Aspiran. Aspiran adalah peminat yang mulai tinggal di lingkungan anggota. Sama dengan Peminat, dibutuhkan waktu 3 bulan untuk Aspiran mengenal lingkungan dalam biara.
3.    Postulan. Postulan adalah anggota yang sudah mengikuti pendidikan awal selama 1 tahun.
4.    Novisiat. Disebut Novis jika sudah menjadi anggota baru. Ada pembagian 2 masa, yakni Novis Kanonik-pembelajaran aturan gereja selama 1 tahun, dan Novis Ordo-pembelajaran aturan ordo selama 1 tahun.
5.    Yunior Monastikat, anggota (Novis) yang sudah mengucapkan kaul sementara.
6.    Rahib, anggota yang sudah mengucapkan kaul tetap.

Para biarawan ini menjalankan mempunyai kewajiban ibadat harian 7 kali sehari. Diawali dengan ibadat pembuka pada pkl. 03.30. Berikutnya ibadat pagi pkl. 06.00, ibadat siang pkl. 08.00 dan 12.00, ibadat sore pkl. 14.30, perayaan ekaristi pkl. 17.00, dan ibadat penutup pkl. 19.30.

Biarawan Ordo Trappist memiliki misi doa dan kerja tangan. Dengan misi sosial menghidupi perekonomian masyarakat sekitar, para biarawan mengelola perkebunan kopi sebagai garapan utama. Sekitar 137 ha -dari total 178 tanah milik pertapaan- ditanami kopi jenis Robusta. Dalam perkembangannya ada tambahan tanaman lain yang dapat memberikan nilai ekonomis, seperti Pisang Raja, Ketumbar, Dilem, dan pohon-pohon peneduh yang secara berkala ditebang untuk diambil kayunya. Maka dari perkebunan ini dikembangkan juga usaha pertukangan.

Begitu pula dengan peternakan. Saat ini ada 130 sapi yang dikelola pertapaan. Delapan puluh betinanya sudah bisa diambil susunya. Selebihnya adalah sapi anak-anak, remaja, dan 3 pejantan. Selain dijual, susu hasil perahan sapi di pertapaan ini juga dimanfaatkan untuk membuat roti dan keju sebagai campuran bahan roti. Para anggota komunitas sendiri yang mengerjakannya. Roti produksi industri -yang terbilang kecil- pertapaan ini dikirim ke pasar lokal maupun ke kota lain, bahkan ke Jakarta. Selain sapi, ada ternak babi pula.

Dari ternak –baik sapi maupun babi- ada sisa pakan yang bisa dimanfaatkan pula. Bersama sejumlah komponen lain –termasuk kotoran walet yang dikirim 3 bulan sekali sumbangan pengusaha walet dari Jakarta- disatukan dan diproses menjadi pupuk organik. Pupuk tidak dipasarkan namun dimanfaatkan untuk keperluan perkebunan. Pembuatan pupuk ini dapat mengurangi ongkos produksi. Pupuk juga dimanfaatkan untuk pemupukan bibit tanaman hias yang sedang dikembangkan para frater Ordo Trappist. Pembibitan tanaman dilakukan untuk memanfaatkan ruang-ruang yang tersisa.

Untuk memenuhi kebutuhan listrik, Biara Trappist Rawaseneng ini mengolah sendiri pembangkit listrik dengan dua turbin yang mereka miliki. Tidak seluruhnya, sebagian masih mengambil dari PLN. Sumber air yang melimpah dari hutan kecil perkebunan kopi juga dimanfaatkan untuk kebutuhan air pertapaan dan warga sekitar.

ikut nampang aaaah ;p

Bagaimana dengan penginapan tamu? Ternyata penginapan ini tidak masuk dalam hitungan sumber penghasilan pertapaan. Memang, kalau dilihat dari tarifnya tampaknya tidak memberikan nilai ekonomis. Makanya sering muncul anggapan, penginapan Pertapaan Rawaseneng ini sering ‘dimanfaatkan’ oleh ‘orang-orang kota’. Asumsi itu muncul karena banyaknya pengunjung di saat libur panjang. Anggapannya, keluarga-keluarga itu datang karena kerepotan ditinggalkan para pembantunya. Namun hal itu segera dibantah oleh pihak biara. Mereka mencoba melihat dari sisi positifnya, misalnya mengenalkan pertapaan kepada anak-anak.

kamarku di rawaseneng 2 tahun lalu 🙂

Pada libur panjang dan juga hari raya kristiani, jangan harap bisa mendapatkan tempat dengan mendadak pesan. Saat Natal atau Paskah pemesanan bahkan dilakukan setahun sebelumnya.

Sumber: Buku ‘Berziarah Setengah Abad’ tulisan Frans Harjawinyata OCSO dan hasil obrolan dengan Frater Agus.

Informasi tambahan:

Berdasarkan informasi yang disampaikan Pak Pieter di box komentar pada Sabtu (1/10/13), biaya menginap mengalami perubahan nmenjadi Rp.150.000 per hari. HP dan administrasi dipegang oleh Fr. Tjoan. Nomernya masih sama 081328882028 (makasih infonya, bung piet!)

Iklan

70 pemikiran pada “Menyepi di Pertapaan Rawaseneng (Selamat Paskah, kawans!)

      • Mbak, sy mau telp mau tanya dan pesan tempat untuk retret pribadi sebaiknya tlp ke mana dan ke hp siapa ya.
        karena saya dpt info tlp ke 0293- 5527314 dan hp 081328882028 tapi semuanya tidak bisa di hubungi.

        terimakasih sebelumnya.

        Syalom

        retno purwanti
        email vox_angelica77@yahoo.com

      • halo mbak retno.. kemarin saya dah coba kontak kesana. masih aktif kok. coba sms dulu aja ya..mgkn kl telfon ga langsung diangkat kl kebetulan lg doa atau ada aktivitas lain. ok! semoga segera dapat jawaban. sampaikan salamku u rm agus 🙂

  1. Permisi boleh saya minta no kontak untuk biara ordo trappis, karena saya ingin melakukan peliputan.jika berkenan bisa mengirimkan no kepada email saya. Terima kasih

  2. Hello Mbk. DH,

    Boleh minta no contact biara?
    Ada kerinduan utk berdoa di Biara Trappist Rawaseneng

    Thanks
    DJ

  3. SAYA MAU TANYA KE ANDA…KALO RETRET PRIBADI BAGAIMANA CARABNYA UNTUK MENGHUBUNGI PERTAPAAN RAWASENENG, DAN BIAYA YANG DIPATOK SAMAPAI BERAPA YA? KALO RETRET PRIBADI SAMPAI BERAPA HARI YA? BALAS

    • saya kesana tahun 2009. sehari-nya biaya Rp 50.000. itu sudah termasuk makan dan snack sekadarnya. berapa harinya bebas saja. kalau memang ada kebutuhan konsultasi atau mendapat materi, bisa langsung bicara dengan abas-nya. kontaknya nanti saya kirim via email ya. salam.

  4. mbak aku niat ingin kesana secara pribadi nanti setelah liburan anak sekolah, kira2 medio juli untuk menenagkan batin dan aku akan menggunakan kendaraan umum dari jakarta, tolong bisa dibantu. rencana pengen naik travel. jurusan kemana turun dimana, terus sebelumnya aku bisa kontak untuk reservasi kesiapa. Thanks

    • pesan saja baiknya, mas tri. karena biasanya penuh. soal rute aku ga inget persis kl pake kendaraan umum. pernah dijelaskan tp ga dicatet, jd lupa. karena untungnya waktu itu ada kenalan dari semarang yang bisa antar. tp baiknya kontak aja ya. nanti sy kirimkan nomor kontaknya via email ya.

  5. Mbak Dhenok, saya senang sekali menemukan blog ini. Empat puluh tahun yang lalu kami jalan kaki dari Bandungan ke Biara Rawaseneng dengan teman. Waktu itu kami tinggal di Pati mengajar di STAKWW di sana dan sedang berlibur di Bandungan. Sejak itu kami lk 20 kali ke Jawa, tetapi belum sempat lagi berkunjung di Rawaseneng lagi. Thank you for your blog.

  6. Malam mbak,aku bisa minta cp biara rawaseneng?aku pengen menenangkan diri kesana…terima kasih sebelumnya 🙂

  7. Mbak Dhenok Hastuti,
    Selamat kenal.
    Saya waktu muda sudah beberapa kali ke Pertapaan Rawaseneng.
    Setelah hampir 30 thn, berkeluarga dan bekerja di luar Jawa saya berniat ke sana lagi dengan keluarga.
    Bila berkenan mohon dapat diinformasikan Pater siapa Contact personnya sekaligus no HPnya.
    Salam

  8. Mbak Dhenok Hastuti
    Salam kenal,
    Mbak saya dan warga wilayah Utankayu Jakarta Timur, ingin ziarah ke Rawaseneng dan Jawatengah, kalau menginap kira2 cukup untuk berapa orang ? dan contact person yang bisa dihubungi siapa & berapa No HPnya. Terimakasih
    Salam

    • banyak kok kamarnya, mas. asal ga pas libur nasrani sih kayanya ga akan penuh.
      ini nomer hp-nya: 081328882028. terakhir saya kontak dipegangnya sm fr blasius. entah skrg, bisajadi ganti. sebaiknya sms dulu, krn hp-nya ga selalu dipegang.

      selamat berziarah. salam.

  9. Mba DH,
    salam kenal mba, nama saya Elisabet, apakah mba Denok punya alamat email pertapaan Rawaseneng? saya sangat memerlukannya saat ini. tolong ya mba penting banget, nanti klo maksud saya sudah tercapai saya pasti akan share juga di blog ini. Makasih ya mba

  10. waw,,,,mba sya tertarik sekli untuk mengetahui banyaki mengenai pertapaan rawaseneng,,,
    oya mba,,,sya mau nanya,,,apakah klw ret-ret pribadi itu kita di dampingin sama rahib nya juga ya? dan apakah kita bisa mengekuti kegiatan mereka atau aturan harian biara selama ret-ret?

    • bisa didampingi kalau memang minta. tentunya menyesuaikan dg waktu para rahib.

      semua jadwal ibadat kita bisa ikuti… disediakan kursi2 khusus untuk umat.

      selamat menyepi.

  11. Hallo Mbak Dhenok,saya dan papa saya berencana mengunjungi biara Rawaseneng selama 1 minggu.Rencana berangkat dari Surabaya hari minggu tgl 21Juli – 27 Juli. apa bisa mbak?tolong dikasih tahu bagaimana dengan Bus sampai di temanggung dst..Terima kasih. vincent.soeboer@gmx.de

    • waduh, sayangnya saya tidak tau persis. kebetulan wkt itu ada tumpangan, jadi saya tdk jadi pake kendaraan umum. tapi sempet tanya2, katanya lebih mudah dari jogja (saya dr semarang). kalo tdk salah lagi, ambil jurusan temanggung lalu turun di pertigaan apa gitu ya.. duh bener2 ga inget dan ga dicatet, selewat aja infonya. dr pertigaan itu baru naik semacam L300 sampai rawaseneng.

      maaf ya tdk bisa memberikan info detil. kalo mau coba sms ke nomor biara, minta waktu u nelfon. kayanya bisa dikasi alternatif.

      selamat menyepi.

    • Saya pribadi tidak tau bis jika jalan dari surabaya, tetapi coba saya naik yang jurusan Purwokerto, Jawa tengah.

  12. Hi Mba Denok,
    Boleh mohon info email Mba apa?
    Ingin bertanya tentang nomor kontak, email, dari Biara Rawaseneng ini.
    Terima kasih sebelumnya.

  13. Kami anggota rukun paroki gereja Hati Yesus Yang Maha Kudus / Katedral makassar punya rencana ret-reat di pertapaan rawaseneng dan di pimpin romo dari rawaseneng, tolong informasi jadwal yang bisa dan berapa biayanya per orang. Terima kasih atas semuanya . Dan tolong nomor kontak yang bisa di hubungi.

    • waktu saya ke sana tarifnya 50 ribu satu kamar. itu tahun 2009. sekarang tidak tau ada kenaikan atau tidak. silakan hubungi: 081328882028. sebaiknya sms terlebih dahulu untuk janjian telefon.

      salam

  14. Syalom, dan salam kenal, informasi terakhir biaya Rp.150.000 per hari, sekarang hpnya di pegang oleh Fr. Tjoan, oh thanks artikelnya sehingga 01 nop – 04 nop kami ber-8 akan berkunjung kesana, kami rencana memakai jasa rental dari Jogja mobil Bpk. Wahyu ( no hpnya 08122735522 ) yg di beritahu oleh Frater, harga rental cukup bersaing. Kami berharap Doa teman2 agar kami dpt mengikuti retret dgn baik, Amin

      • Hallooo mbak, sy nimbrung lg nih, suasana pertapaan Rawaseneng sdh mulai agak modern sekarang, kamarnya ada 40 kamar, 2 ruang Kapel utk tamu, dan kamarnya mirip homestay yg ada sabun mandi serta sabun cair utk cuci tangan, shower air panas dan dingin, closet duduk, wastafel,ranjang springbed (twin bed), lemari pakaian,kecuali handuk dan sikat gigi tidak tersedia. Gerejanya,ruang makan tamu, area jalan salibpun sdh di tata baru, wiiihhhh pokoknya sangat luar biasa, semuanya ini telah diresmikan pada bulan Agustus 2013 lalu oleh Duta Besar Vatikan utk Indonesia dan diberkati oleh Uskup Semarang ( maaf nama2 beliau ada di file lain) hanya saja skrg bgmn kita membawa hati kita kpd Allah Bapa, bukan utk tour.
        Kami sgt bersyukur hati kami dimurnikan oleh Allah dan kami dpt melaksanakan semua ibadat ( 7 x + Misa Ekaristi sehari ), hanya malam hari terakhir keheningan agak terusik dgn kebisingan rombongan lain yg berjumlah sekitar 40an org, mereka masih ngobrol sampe larut malam ( krn memang byk dari mereka tdk melakukan ibadat ), hahaha mungkin ini sbg salib kami bgmn mengatasinya dan dpt tetap bangun pada jam 03.00 subuh utk melakukan ibadat bacaan, btw, masih rindu kesana, Frater2 semuanya baik sekali dan ramah, ahhhhhh pengen lagi kesana, semoga Alllah Bapa megizinkan suatu saat nanti, Amin.

      • o gituuuuu…semoga ‘kemewahan’ itu tidak mengganggu kekhusyukan.

        waduh, kapan saya bisa ke sana lagi ya? tarifnya berarti lebih mahal ya sekarang?

        diberkati mgr pujo? saya kenal cukup dekat dengan beliau.

        makasih sudah berbagi kembali 🙂

  15. Mbak, apa ada alasan2 tertentu tentang waktu ibadat setiap hari ?
    Misal jam 3.30 saat santo petrus menyangkal Tuhan Jesus,
    jam 6 ?
    jam 8 Jesus dibawa ke herodes ?
    jam 12 pilatus menyerahkan keputusan ke massa ?
    jam 14.30 menjelang wafat jesus ?
    jam 17.30 aku nggak tahu ?
    jam 20.00 perjamuan terakhir sebelum jesus dikhianati yudas ?

  16. salam kenal Mbak Dhenok, aku baca blognya jadi terharu..30 tahun yang lalu saya digendong frater david dihalaman depan rawaseng masih ada koq fotonya..sekarang aku jadi kangen banged suasana dirawaseneng. tapi frater Alfonsius Wargiono sekarang dipindah di Belanda. beliau adalah adiknya Wargito (alm) bapak saya.
    Gbu

  17. Hallooo mbak Dhenok Hastuti, ijinkan saya men-update info Pertapaan Rawaseneng,
    1. Per 14 Februari 2015 lalu Frater Paulus telah dipanggil Tuhan, beliau yg bertugas di bagian penjualan ( toko cendramata )
    2. Harga di sana masih sama Rp.150.000,-/ malam / orang, termasuk bermalam, 3x makan, pagi, siang, malam dan 2x snack, pagi dan sore.Dannnnnnnn susu segarnya, enakkkkkkk.
    3. Terdapat 40 kamar tamu, setiap kamar terdiri 2 buah ranjang springbed, sabun cair mandi, shampoo, air panas, shower, sebuah meja tulis, sebuah kursi.
    4. Yang perlu dibawa adalah handuk, sikat gigi dan odol, perlengkapan pribadi.
    5. No. Telp masih sama seperti yg tertera diatas, tetapi skrg dipegang oleh Frater Joseph ( seperti humasnya ) sebaiknya sms dulu dan sabar😅😅😅.

    data diatas update per hari ini 18 Juni 2015, hehehe Syukur kepada Tuhan,minggu depan saya berkesempatan lagi kesana utk pemurniaan jiwa, bersama 18 kawan,semoga semua berjalan lancar.

    Bawalah JIWAmu utk MEMUJI, MEMULIAKAN, MENYEMBAH ALLAH, IA tidak membutuhkan kurban bakaran, tetapi hati yang remuk redam.
    Mazmur 51: 17-19
    17. Ya Tuhan, bukalah bibirku, supaya mulutku memberitakan puji-pujian kepadaMu!
    18. Sebab Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan; sekiranya kupersembahkan korban bakaran, Engkau tidak menyukainya.
    19. Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.

    Selamat memuji Allah,
    Salam kasih Yesus Kristus, Amin

    • Hi Mbak Dhenok, Pak Pieter..
      Mau tanya untuk sms apakah memang lama dibalasnya ya?
      Saya sudah sms 2 hari yang lalu tapi sampai sekarang tidak ada jawaban..
      Saya mau telp tapi takut mengganggu jam doa..
      Terima kasih, berkah dalem

      • Hallooo Jane, salam dalam kasih Kristus,
        memang balasannya agak lama, coba deh di sms lagi dan klo blom dibalas mk dpt mencoba ditelp langsung ( seandainya mendesak ), ada 3 kemungkinan blom dibalas ( maaf menurut pendapat sy pribadi ) 1. Smsnya blom masuk dikarenakan signal jelek krn Rawaseneng terletak agak terpencil, 2. Bpk. Joseph-nya agak sibuk melayani tamu, bgn pelayanan tamu dan toko jualan ditangani seorg diri, atau 3. Blom sempat beli voucher pulsa ( beli dari mana ? krn daerah sekelilingnya ndak ada toko masyarakat ), saran sy KALAU berkenan boleh deh tambahin pulsanya secukupnya aja- bukan korupsi loh………memang nggak ada yg jual pulsa sejauh yg sy tahu saat sy berkunjung kesana.
        Skrg bolehlah dicoba utk menelpon krn yg tanggung jawab humas sdh seorg awam Bpk. Joseph bukan lg Frater, dan khusus toko klo sibuk dibantu oleh seorg ibu awam.
        sekalian sy infokan no telp Pertapaan Gedono 0811278299 utk para Suster yg letaknya di dekat Semarang, Ordo sama dgn Rawaseneng.
        Ok, selamat memurnikan jiwa, Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s