Matinya 3 St Bernard akibat buruknya penanganan pet delivery

Sebetulnya malam ini tidak berniat posting, penat dengan beberapa kegiatan diluar. Niatnya cuma cek email dan buka fesbuk sebentar. Di feed news muncul report aktivitas 2 orang kawan yang ‘like’ sebuah komunitas. Penasaran kucoba buka. Ternyata isinya adalah kemarahan dan saran dari dog lovers. Coba cek sejarahnya, akhirnya ketemu:

http://www.kaskus.us/showthread.php?t=8160477

Begitu membaca..huuuwwwaaaaaaa…shock banget liatnya. Ga profesional dan sadis banget. Ampe posting ini pun masih mewek :(. Aku coba copas dan share disini.. huuwwwwaaaaaa 😦 😦 😦 (meluk meong2 mode on).

*****

KEMATIAN 3 St Bernard-ku oleh jasa delivery PLANET PETSHOP GM yg tdk btanggung jawab!
Dear rekan-rekan dog lovers.

Saya mem-post ini hanya untuk meminta pendapat rekan-rekan sekalian sekaligus menghimbau. Agar hal ini tidak terjadi ke siapapun, semoga ada yang dapat dipelajari dari kisah nyata saya ini yang terjadi pada tanggal 4 Februari 2011.

Kronologi kematian ini diawali ketika ke-4 ekor Anjing St Bernard milik saya, Christina (HP; 082-111-2222-01) yang sudah saya rawat sejak kecil, hendak saya percayakan ke rekan saya di Klaten Jogja untuk dipelihara – Pak Handaka (HP: 0878-3494-8558), dimana udara disana lebih sejuk ketimbang di Jakarta dengan hamparan rumput yang luas milik Pak Handaka yang juga memilik kolam besar di kebunnya sehingga mereka bisa lebih bahagia dan terpelihara dengan baik.

foto dibawah adalah foto 4 anjing saint bernard-ku sebelum kejadian naas tersebut.


Karena saya sendiri tidak pernah melakukan pengiriman binatang ke luar kota, dan Pak Handaka sendiri tidak pernah mendatangkan binatang dari Jakarta ke Jogja, maka, Pak Handaka pun menelpon JOHANES INDRAJAYA – PLANET PETSHOP GAJAH MADA Plaza Lt.1 – Tel; 021-63852624, Hp: 0812-888-1200 untuk menanyakan perihal pet delivery.

Disini, JOHANES langsung mengatakan bahwa Pak Handaka bisa melakukan pengiriman melalui dia, dan dia meyakinkan Pak Handaka bahwa dia sudah biasa melakukan pengiriman hewan ke luar kota.

Disini akhirnya Pak Handaka setuju menggunakan jasa JOHANES INDRAJAYA – PLANET PETSHOP Gajah Mada Plaza Jakarta, dan melakukan pembayaran Rp 3 juta rupiah untuk pengiriman 5 ekor Anjing (4 ekornya itu Anjing saya, 1 lagi Anjing Saint Bernard milik orang lain)

————–

JOHANES di hari Kamis, 3 Februari 2011 (1 hari sebelum penjemputan Anjing saya), menelpon saya sekitar pukul 3 sore, pada saat saya bekerja di kantor dan menanyakan perihal berat Anjing St Bernard saya, dan saya dengan jelas mengatakan bahwa anjing saya beratnya 65 kilo ke atas. lalu di pembicaraan melalui telpon ini, JOHANES sempat terdengar ragu dan mengatakan “wah muat nggak tuh ya di kandang ukuran P5?”, lalu saya jawab ” Ukuran kandang P5 itu ukuran berapa kali berapa ya?, tapi JOHANES tidak menjawab karena dia tidak tau ukuran persisnya”.

Lalu saya tekankan di pembicaraan telpon “Ya berat Anjing saya satu ekornya itu antara 65kg- 75 kg-an pak, seukuran orang dewasa, bapak kan saya dengar dari Pak Handaka sudah biasa kirim binatang, jadi saya percayakan ke Bapak aja, yang pasti jangan kekecilan aja pak kandangnya. kasian.

JOHANES: “Besok rencananya Ibu Christin ada dirumah tidak ya? sekitar jam 12 – 1 siang gitu?, saya rencananya mau ambil jam segituan”

Saya: Wah pak, memangnya harus hari Jumat ya Pak?, ga bisa weekend saja gitu?, soalnya saya orang kantoran, tapi di di-rumah ada orang kok pak, namanya NOLDI, dia yang bantu saya merawat anjing-anjing saya, nanti biar bapak ketemu dengan dia saja ya (Perlu rekan-rekan ketahui, Noldi ini umurnya 19 tahun dan pendidikan terakhirnya hanya SMP). Tapi ya sudah deh pak gapapa, nanti yang ada saya nangis lagi pas anjingnya mau dibawa.. sedih pisahnya..

——————-
Hari H – 4 Februari 2011 – Jumat jam 12 siang, ke-4 ekor Anjing diangkut oleh JOHANES dari kediaman, sekitar jam 11 siang JOHANES menelpon ke HP saya, hanya saja sayangnya saya sedang melakukan presentasi meeting di kantor, sehingga saya tak bisa angkat. Sekitar jam 1 siang saya SMS JOHANES, dan JOHANES hanya reply “sudah saya bawa bu”

Siapa yang menyangka dan mengira Sabtu pagi hari jam 7, saya mendapatkan SMS dari Pak Handaka bahwa 3 dari 4 ekor yang dikirim oleh JOHANES telah mati. Saya menangis histeris sejadi-jadinya, apalagi setelah mendengar hasil visum dokter yang mengatakan penyebab kematian Dior, Alfan dan Dextra adalah karena kekurangan oksigen sehingga paru-paru mereka pecah, dengan kondisi darah keluar dari mata, hidung dan telinga.Tidak ada itikad baik dari JOHANES untuk bertanggung jawab sama sekali. Perlu rekan-rekan ketahui, harga pasaran Anjing Saint Bernard yang berusia produktif adalah minimal 20 juta hingga 35 juta per ekor.

JOHANES dengan tegas di SMS-SMSnya ketika saya mintai tanggung jawab “MAAF SAYA TIDAK SALAH, INI MURNI KECELAKAAN”, dia malah menyalahkan NOLDI yang notabene si penunggu rumah yang baru berusia 19 tahun dengan dalih “Seandainya pada saat itu Noldi bilang, Pak Kandangnya kekecilan, pasti saya tidak jadi angkut”, “Seandainya waktu itu Ibu Christin mau meluangkan waktu cuti dari kantor untuk melihat saya mengambil anjing ibu, pasti tidak begini kejadiannya”

Sebelum rekan-rekan berpihak di JOHANES, perlu rekan lihat ukuran kandang P5 yang dipakai untuk mengirim Anjing saya yang foto-nya diambil oleh Pak Handaka

Foto berikut adalah gambar kandang P5 yang dipakai oleh JOHANES untuk melakukan pengiriman (1 kandang diisi 2 ekor)

Kandang yang ukurannya saja sudah PAS-PASAN untuk 1 ekor anjing, tetap dipaksakan untuk dimasukkan 2 ekor anjing. Tidak ditemukan air minum sama sekali di kandang.

1 kandang dimasukkan 2 ekor Anjing (Dior dan Aisha jadi satu) dimana Aisha pada saat sampai di Jogja, hampir mati tapi akhirnya selamat.

1 kandang lagi diisi oleh Alfan dan Dextra, dimana keduanya mati karena pecahnya paru-paru akibat terus dipompa karena kepanasan dan kekurangan oksigen.

Pak Handaka sebagai penerima Anjing ini, sangat kaget begitu beliau datang menjemput di Jogja melihat anjing sudah saling tindih di dalam kandang ketika kandang tersebut tiba di Jogja pada pukul 6 pagi di Hari Sabtu, Anjing diberangkatkan di hari Jumat 4 Februari 2011, pukul 4 sore dari Jakarta.

Ketika Anjing dikeluarkan, kondisi Dior, Alfan, dan Dextra sudah tidak bernyawa, dengan darah keluar dari mata, hidung dan mulut, sementara Aisha dalam kondisi hidup tapi sekarat.

Pak Handaka sangat kaget ketika melihat ukuran kandang yang sangat tidak layak, dan lakban menempel di mana-mana menghalangi ventilasi udara.

Dokter hewan segera dipanggil untuk melakukan visum, dan Dokter tersebut segera membuat pernyataan bahwa ke 3 Anjing ini mati karena kekurangan oksigen sehingga paru-paru pecah yang disebabkan paru-paru dipaksa bekerja oleh mereka untuk mendapatkan oksigen.

Dapatkah Anda bayangkan bagaimana perasaan saya sebagai orang yang telah memelihara mereka sejak kecil untuk melihat foto ke 3 ekor Anjing ini dalam keadaan sudah tidak bernyawa.

Foto diambil untuk keperluan pelengkap bukti jika kasus ini sampai ke pengadilan, jika JOHANES INDRAJAYA penyedia jasa pengiriman dari PLANET PETSHOP GajahMada ini tetap ngotot tidak mau bertanggung jawab.

Foto berikut adalah kondisi ke 3 ekor anjing saint bernardku yang sudah tidak bernyawa.

Supaya tulisan ini adil, saya lampirkan juga pembelaan diri JOHANES pada saat bertatap muka dengan saya, Noldi pun juga ada. Tatap muka ini terwujud setelah saya mengirimkan somasi hukum kepada dia (bukti pembicaraan direkam)

JOHANES INDRAJAYA: Saat itu saya tanya Noldi, “Nol, menurut kamu cukup nggak 2 ekor anjing ini dimasukkan ke 1 kandang?” dan Noldi bilang CUKUP, ya karena saya menganggap suara Noldi ini adalah perwakilan dari Ibu Christin, maka Anjing saya bawa.

NOLDI:”Pak !, saya ini kan kerja sama Ibu Christin, dan saya hanya mendapatkan perintah untuk membantu serah terima Anjing ini ke Bapak, bukan posisi saya untuk menentukan apa yang benar menurut saya. Waktu itu saya bahkan sempat bertanya ke bapak, pak ini memangnya cukup?, lalu Bapak malah bilang “ya kamu kan tau yang mana anjing yang ukurannya besar dan yang kecil, kamu cukup-cukupkan saja, yang besar dan yang kecil dijadiin satu, dan yang ukurannya sedang dua-duanya dijadiin satu kandang lagi”

SAYA (Christina):Pak Johanes !, sama sekali bukan pada tempatnya bapak malah menyalahkan Noldi, Noldi itu mana paham soal apa yang pantas dan tidak pantas, bapak itu kan pihak profesional yang kami bayar jasanya disini, ini sama saja kasusnya seperti seorang Dokter yang menanyakan ke pasiennya “ibu, kalau saya kasih obat ini? sembuh tidak ya?”, sebagai penyedia jasa yang mengaku sudah mengirim ratusan ekor Anjing, masa bapak tidak tahu bahwa ras Saint Bernard ini rentan pada panas, ini malah 2 ekor anjing dimasukkan ke dalam 1 kandang ! (emosi saya meluap saat itu)

JOHANES INDRAJAYA:Ibu Christin, seandainya saya pernah kirim Anjing Saint Bernard pakai kandang P5 ini pernah mati sebelumnya, tidak mungkin saya kirim Anjing ibu pakai kandang ini.
SAYA:Nah sekarang Anjing ini mati, tanggung jawab Bapak dimana?

Demikian rekan-rekan saya sampaikan kronologis ini dengan se-netral-netralnya dan sebenar-benarnya, tanpa maksud menjatuhkan, karena saya disini tidak melakukan fitnah, tetapi hanya menceritakan kebenaran yang ada dengan bukti-bukti lengkap.

Perlu diketahui, JOHANES melakukan pengiriman melalui Ekspedisi HERONA dimana tertulis di kwitansi HERONA bahwa segala kerusakan barang ditanggung oleh pengirim, dan barang WAJIB diasuransikan. Besar biaya yang dibayar oleh JOHANES ke HERONA adalah Rp 1.125.000, bandingkan dengan harga pengiriman yang dibayarkan oleh Pak Handaka sebesar Rp 3.000.000, dan kerugian material minimum 60 juta yang saya derita, belum lagi immaterial.

Hingga detik ini JOHANES masih mengatakan tidak salah, dan hanya mau membayar Rp 3 juta sebagai ganti rugi pengiriman.

Bagaimana menurut rekan-rekan sekalian?, apakah benar JOHANES tidak salah dalam kasus ini?

*********

Huwwwwwwwwwwaaaaaaaaaaaaaaaa…rest in peace, Dior, Alfan, dan Dextra! Kalo ketemu Nyen dan anak2nya, si Unyit, si Bitel, anak2nya Gadis, dan anak2 meongku yang sudah pergi, salam ya…

Iklan

6 pemikiran pada “Matinya 3 St Bernard akibat buruknya penanganan pet delivery

  1. Sungguh hati saya tak terima dengan kejadian seperti ini, saya masih menangis waktu saya menulis ini, tolong kasus ini ditindak lanjuti, biar ga ada korban selanjutnya..saya adalah DOG Lovers sejati, sampai kapan pun saya ga terima kejadian ini, sangat tdk manusiawi… apa si pengirim tdk bisa memperkirakan luas kandang?apakah anjing nya nyaman?kelaparan kah?aman kah?mengingat jauhnya perjalanan … jangan cuma pgn keuntungan nya saja, harus dipikirkan juga hal2 detil…ingat anjing pun bernyawa!!!saya merasakan betapa kita kasihi anjing, kita rawat sebaiknya..tp yg tjd skrg sangat tragis…tolong lah..ditindaklanjuti, tak cukup kata maaf!sampai paru2 pecah…ckckckc…TERLALU.
    Sekian curhat saya,saya sungguh tdk terima dgn kejadian ini.

    • saya bisa merasakan, mbak christine.. saya sendiri memelihara kucing dan saya juga -bukan cuma suka, tapi- penyayang binatang. saya saja melihat pemandangan doggie2 yg mati itu nangis ga brenti2 ampe abis posting, apalagi mbak yg dah anggap anak. saya setuju kalau mau ditindaklanjuti secara hukum, meskipun ada beberapa titik lemah dr pihak mbak christine. setidaknya kasus ini bisa membuka mata orang bahwa binatang pun perlu perlindungan. apalagi tampaknya tidak ada niat baik dari si pemilik pet delivery.

      semoga mendapatkan hasil yg terbaik..

    • turut berduka cita, mbak Christine…
      Saya juga Doglover sangat menyayangkan sikap dan itikad dari pemilik Petshop yg tidak merasa bersalah dan tidak punya perasaan kali.
      semoga Dior dan teman2 happy di Surga. amin…

  2. menurut saya yang salah kedua-duanya. Mestinya jadi pelajaran bagi pemilik hewan peliharaan yang mana hewan tersebut sudah seperti keluarga sendiri. Pemilik dan selaku pengguna jasa mestinya lebih tegas dan jeli. Lebih baik crewet di depan daripada menangis di belakang. Pengusaha tentunya ingin mencari keuntungan yg sebesar2nya, maka dari itu selaku pengguna jasa si pengusaha tersebut seharusnya lebih jeli!

    Kalau saya yg jadi pemilik tentunya saya akan melihat langsung benda kesayangan saya yang nanti saya percayakan kpd seseorang tersebut yg akan menanganinya. Bentuk ukuran kandangnya, selama di perjalanan dikasih makanan/minum berapa kali? kirim nya pake apa, bentuk kirimannya bagaimana? Pokoknya harus cerewet di depan dan jeli sama perjanjiannya.. Jika meragukan ya jangan dikirim hari itu!

    Saya kira ada keteledoran antara pengguna jasa dan pengusaha jasa pengiriman itu, sehingga hewan2 yang lucu tersebut jadi tewas yang sangat mengenaskan. Semoga jadi pelajaran terhadap pemilik hewan tersebut supaya jangan mempercayakan 100% pada ekspedisi dan harus terjun langsung ke lapangan. Kalau meragukan ya batalkan! Saya pikir Noldi sudah meragukan kandangnya tapi kenapa ga laporan sama si Christina kalau kandangnya meragukan! Sesal kemudian ga ada arti!

    turut prihatin dan bersedih, salam. :'((

    • setuju, mas ponco..yg seperti ini memang bisa menjadi pembelajaran bersama. kalau saya jd mbak christine, saya pun ga akan tega melihat langsung kepergian anak2 kesayangan itu. tp barangkali mbak christine bisa memantau by phone proses yg sedang berlangsung ke org rumah untuk memastikan segala sesuatunya berjalan dg baik. tp ya itulah..sdh terjadi 😦

      • harus di selesaikan lewat jalur hukum klo jalur kekeluargaan engg d respon,biar aja bayar lawyer mahal tp puas,kasih pembelajaran

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s