Love & other drugs: pergulatan cinta sang medrep dengan penderita parkinson

Melanjutkan obrolan tentang romantisme (dari tulisan sebelumnya), nah mungkin salah satu upaya untuk menjaga romantisme dengan nonton bareng..filmnya juga yang romantis.  Mungkin nih yaaaa 🙂 Dan bicara soal film romatis, yang ini layak tonton!

Belakangan kita agak lama tidak disuguhi film (komedi) romantis. Adapun kadang terlalu ‘maksa’. Selain itu, film-film komedi romantis  dibuat cenderung diperuntukkan bagi kalangan muda. Nah, kali ini sutradara Edward Zwick menggarap sebuah film komedi romantis dewasa untuk Anda: Love and Other Drugs. Naskahnya diadaptasi dari novel non-fiksi karya Jamie Reidy, bertajuk Hard Sell: The Evolution of a Viagra Salesman. Zwick yang lebih dikenal menggarap film-film bergenre keras seperti Courage Under Fire (1996), The Last Samurai (2003), dan Blood Diamond (2006) ternyata mampu menjadikan Love and Other Drugs sebagai sebuah film yang lucu sekaligus romantis. Tapi sebetulnya debut penyutradaraan Zwick memang film komedi romantis lho.. (About Last Night-1986).

Di film terbarunya ini, Zwick mengarahkan dua aktor utamanya, Jake Gyllenhaal dan Anne Hathaway. Yang satu ganteng, satunya lagi cantik. Tapi lebih dari itu, chemistry keduanya terlihat kental dan hidup. Di film ini Gyllenhaal berperan sebagai Jamie, si tampan playboy yang penuh pesona. Ia seorang salesman di sebuah toko peralatan elektronik. Merasa diri tampan dan tidak tertolak, ia menggoda pacar sang pemilik toko dan..ketauan deh. Alhasil si playboy inipun dipaksa hengkang dari pekerjaannya. Tapi kemudian ia langsung mendapat tawaran dari saudaranya, Josh Randall (Josh Gad), sebagai seorang salesman di perusahaan farmasi raksasa dari Jerman, Pfizer.

Rupanya pekerjaan ini tidak semudah yang ia bayangkan. Bahkan setelah melewati masa pelatihan yang serius pun, ia tetap mengalami kesulitan untuk mempromosikan produknya ke para dokter di rumah sakit yang dikunjunginya. Segala trik dan juruspun dikeluarkan Jamie untuk dapat meloloskan produknya ke tangan para dokter. Nah, di tengah segala upayanya ini dia bertemu dengan seorang gadis cantik penderita parkinson Maggie Murdock (Anne Hathaway). Tak seperti para perempuan lain yang berhasil ‘dijerat’ Jamie, Maggie justru mampu menghindar. Sebagai ‘pemburu’ Jamie tentu saja tidak menyerah hingga akhirnya ia berkesempatan untuk dekat dengan Maggie.

Hubungan berjalan dengan baik. Sangat romantis malah. Mereka seperti dua orang yang tak terpisahkan. Namun konflik berlanjut seiring kesibukan Jamie ketika ia mendapatkan kesuksesan setelah memegang produk Pfizer yang mendunia: viagra, dan kasus penyakit Maggie yang memunculkan konflik tersendiri di hati Jamie.

Film ini bukan sekedar film komedi romantis biasa, karena ia menyampaikan pesan tentang bagaimana selayaknya sebuah pasangan saling mencinta -terlepas dari segala kekurangannya- dengan sangat menyentuh. Selain itu tentunya juga suguhan adegan romantis dewasa yang ehmmmmm…:) Ada sedikit bagian yang terasa agak panjang dan menjemukan, yaitu ketika Jamie dan Maggie terpisah karena kesibukan dan konflik batin Jamie; melulu yang dibicarakan adalah pekerjaan dan obat. Namun berikutnya adegan mengalir dengan peningkatan intensitas yang tidak akan membuat Anda berpaling atau mengantuk :).

Dan seperti yang kusampaikan dalam review sebelumnya, Gyllenhaal mampu mempesonaku melalui perannya di Source Code, di film inipun kurasa ia bermain prima. Perannya sebagai sang laki-laki penggoda berhasil dengan baik. Apalagi disini ia dipasangkan dengan Hathaway yang sudah kita saksikan kemampuan akting pada cukup banyak film. Di sinipun Hathaway tampil prima sebagai perempuan berpenyakit serius yang tegar, nakal, tapi sekaligus rapuh.

Sutradara: Edward Zwick
Produser: Edward Zwick, Scott Stuber, Marshall Herskovitz, Charles Randolph, Pieter Jan Brugge
Penulis: Edward Zwick, Charles Randolph, Marshall Herskovitz (screenplay), Jamie Reidy (novel)
Pemain: Jake Gyllenhaal, Anne Hathaway, Josh Gad, Judy Greer, Gabriel Macht, Oliver Platt, Hank Azaria, George Segal, Jill
Clayburgh
Musik: James Newton Howard
Sinematografi: Steven Fierberg
Editing: Steven Rosenblum
Durasi: 112 menit

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s