Thanks, God… I’m a woman!

Ketika Tuhan menciptakan perempuan, malaikat datang dan bertanya, “Mengapa Kau begitu lama menciptakan perempuan, Tuhan? ”
Tuhan menjawab, “Sudahkah engkau melihat setiap detil yang saya ciptakan untuknya?”
“Dua tangannya mampu menjaga banyak anak pada saat bersamaan, punya pelukan yang dapat menyembuhkan sakit hati dan keterpurukan, dan semua itu hanya dengan dua tangan”.
Malaikat menjawab dan takjub, “Hanya dengan 2 tangan? Tidak mungkin!”
Tuhan menjawab, “Tidakkah kau tau, dia juga mampu menyembuhkan dirinya sendiri dan bisa bekerja 18 jam sehari.”
Malaikat mendekat dan mengamati perempuan tersebut, dan kembali bertanya, ” Tuhan, tapi kenapa ia terlihat begitu lelah dan rapuh? seolah-olah terlalu banyak beban baginya….”
Tuhan menjawab, “Itu tidak seperti yang kau bayangkan, itu adalah air mata….”
“Untuk apa?” tanya malaikat.
Tuhan melanjutkan, “Air mata adalah salah satu cara dia mengekspresikan kegembiraan, kegalauan, cinta, kesepian, penderitaan, dan kebanggaan…. serta perempuan ini mempunyai kekuatan mempesona laki-laki…ini hanya beberapa kemampuan yang dimiliki perempuan.”
“Dia dapat mengatasi beban lebih dari laki-laki, dia mampu menyimpan kebahagiaan dan pendapatnya sendiri…”
“Dia mampu tersenyum saat hatinya menjerit, mampu menyanyi saat menangis, menangis saat terharu, bahkan tertawa saat ketakutan…”
“Dia berkorban demi orang yang dicintainya…”
“Dia mampu berdiri melawan ketidakadilan…”
“Dia menangis saat melihat anaknya adalah pemenang….”
“Dia girang dan bersorak saat kawannya tertawa bahagia…”
“Dia begitu bahagia mendengar suara kelahiran…”
“Dia begitu bersedih mendengar berita kesakitan dan kematian, tapi dia mampu mengatasinya… Dia tau bahwa sebuah ciuman dan pelukan dapat menyembuhkan luka…”
“Cintanya tanpa syarat…”

”Hanya ada satu yang kurang dari perempuan, dia sering lupa betapa berharga dirinya..”

*****

Cerita itu kudapat bertahun silam. Barangkali tidak cukup tepat menggambarkan ‘perempuan’ dari semua latar belakang. Tapi secara umum, tulisan ini sanggup menggugah terutama kalau membaca kalimat terakhir: ”Hanya ada satu yang kurang dari perempuan, dia sering lupa betapa berharga dirinya..” Anehnya, perempuan masih merasa kurang berharga bahkan ketika ia menjadi korban.

Ada yang masih merasa begitu? Mari kita ubah itu.. Mengapa? Karena perempuan itu multi tasking, sanggup mengerjakan banyak hal sekaligus. Karena perempuan itu tangguh, masih sanggup bertahan meski remuk dalam kesulitan, untuk kemudian bangkit dari keterpurukannya.

Jadi kalau kau bertanya kenapa aku kuat…yup, itu karena aku perempuan 🙂

Iklan

Satu pemikiran pada “Thanks, God… I’m a woman!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s