Ketika seniman melangsungkan upacara bendera

Sudah tiga tahun terakhir halaman Gedung Indonesia Menggugat (GIM), Jl. Perintis Kemerdekaan, Bandung, diramaikan dengan upacara bendera pada peringatan HUT Kemerdekaan RI. Kegiatan dilangsungkan sebagai ungkapan kecintaan para seniman terhadap tanah air.

“Inilah ungkapan sayang kami sebagai warga negara pada negaranya. Yaitu dengan menggelar upacara ini dengan cara kami,” ujar pemusik balada Mukti-Mukti yang pada peringatan HUT ke-66 RI kali ini bertugas mengatur penyelenggaraan upacara. Sejumlah seniman Bandung terlibat sebagai petugas dan peserta upacara, antara lain perupa Nandang Gawe, penyair Matdon, pemusik Adew Habtsya, perupa Isa Perkasa, dan pemusik Ferry Curtis. Pemilik Kaos C59, Marius Wiwied juga ambil bagian dalam upacara para seniman ini.

Penyair asal Tasikmalaya, Acep Zamzam Noor, dalam orasi kemerdekaannya mengingatkan tentang nasionalisme. “Kondisi sekarang ini mirip dengan lagunya Rhoma Irama pada tahun 80an, yang kaya makin kaya-yang miskin makin miskin. Tapi dalam keadaan seperti ini tetap perlu mengingatkan kecintaan kita terhadap tanah air,” ucap Acep Zamzam. Lagu Rhoma Irama yang beberapa disebut berhasil mengundang tawa peserta. Begitu pun penyikapan Acep tentang gontok-gontokan yang tidak perlu antara aliran keagamaan dan juga sejumlah konflik politik di tanah air disambut tepuk tangan peserta upacara.

Secara umum upacara para seniman ini tak ubahnya upacara bendera pada umumnya. Ada pengibaran bendera beserta nyanyian lagu kebangsaan Indonesia Raya, pembacaan teks proklamasi, pembacaan UUD 1945, dan pembacaan Pancasila. Yang membedakan hanya cara para petugas menjalankan fungsinya. Setelah pengibaran bendera dan mengheningkan cipta yang khidmat dalam iringan suara Mukti-Mukti dan harmonika Hari Pocang, suasana berlangsung lebih santai. Kecuali pemimpin upacara, inspektur upacara, dan petugas pengibar bendera, sebagian besar petugas melakukan improvisasi ala seniman. Misalnya penyair Ahda Imran yang melapor dulu ke inspektur upacara sebelum membacakan UUD 1945. Hal yang sama dilakukan penyair asal Cirebon, Ahmad Syubhanuddin Alwy, saat gilirannya membacakan puisi kemerdekaan. Namun puisi singkatnya “Kaliaaaaan…pun” tak urung membuat peserta upacara bengong sebelum akhirnya tertawa. Yang tak kalah menarik adalah saat perupa Imam Suryantoko memimpin peserta upacara menyanyikan lagu-lagu kemerdekaan. Dengan gerakan ekspresif ia mengajak peserta upacara dengan semangat menyanyikan ‘Halo-Halo Bandung’ dan ‘Hari Merdeka’. Sebagai penutup, doa pun disampaikan dengan puitis oleh Wawan Setiawan Husin.

Selain dihadiri para seniman, upacara juga diikuti oleh para simpatisan baik warga sekitar maupun para pengguna jalan yang kebetulan melintasi Jalan Peristis Kemerdekaan Bandung. Selain itu juga diramaikan oleh sekitar 30 karyawan C59 yang sedang menggelar pameran desain kaos berteman NKRI. Pameran akan ditutup malam ini.

penyair acep zamzam noor

pengibaran sang saka dwi warna

Dan inilah lagu-lagu yang dinyanyikan pada perayaan HUT Kemerdekaan ke-66 Republik Indonesia di gedung Indonesia Menggugat, jl. Perintis Kemerdekaan No. 5 Bandung, 17 Agustus 2011.

INDONESIA RAYA
Karya: WR Supratman

Indonesia tanah airku
Tanah tumpah darahku
Disanalah aku berdiri
Jadi pandu ibuku
Indonesia kebangsaanku
Bangsa dan Tanah Airku
Marilah kita berseru
Indonesia bersatu
Hiduplah tanahku
Hiduplah negriku
Bangsaku Rakyatku semuanya
Bangunlah jiwanya
Bangunlah badannya
Untuk Indonesia Raya

Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Tanahku negriku yang kucinta

Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Hiduplah Indonesia Raya

Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Tanahku negriku yang kucinta

Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Hiduplah Indonesia Raya

HARI MERDEKA (17 Agustus 1945)

Karya: H Mutahar

Tujuh belas agustus tahun empat lima
Itulah hari kemerdekaan kita
Hari merdeka nusa dan bangsa
Hari lahirnya bangsa Indonesia
Merdeka
Sekali merdeka tetap merdeka
Selama hayat masih di kandung badan
Kita tetap setia tetap setia
Mempertahankan Indonesia
Kita tetap setia tetap setia
Membela negara kita

HALO HALO BANDUNG
Karya: Ismail Marzuki

Halo-halo Bandung
Ibukota periangan
Halo-halo Bandung
Kota kenang-kenangan
Sudah lama beta
Tidak berjumpa dengan kau
Sekarang telah menjadi lautan api
Mari bung rebut kembali

MENGHENINGKAN CIPTA
Karya: T Pawit

Dengan seluruh angkasa raya memuji
Pahlawan negara
Nan gugur remaja di ribaan bendera
Bela nusa bangsa
Kau kukenang wahai bunga putra bangsa
Harga jasa
Kau cahya pelita
Bagi Indonesia merdeka

***

Oiya, si neng jadi pembaca acara..mo nampang juga aaaah πŸ˜€

Iklan

4 pemikiran pada “Ketika seniman melangsungkan upacara bendera

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s