Yang kumau “Hanyalah Cinta”.. bukan cuma Anggun yang mau :)

Selama beberapa waktu terakhir lagu ini bergaung di telingaku. Anggun yang bicara tentang cinta. Tentu saja cinta yang sesungguhnya: cinta yang memberi, cinta yang memerdekakan, cinta yang membangun…bukan ‘cinta sesaat’ yang membuka ruang untuk melukai dan terlukai.

Untukmu, yang masih percaya akan kekuatan cinta..

Aku coba carikan lirik yang berbahasa Inggrisnya. Karena kurasa Anggun menulis versi pertamanya bukan dalam Bahasa Indonesia. Ada rasa yang sedikit berbeda.. coba kita simak..

Everyone playing roles each day and night
Searching for a missing piece
Time can always tell the truth
And mask the face of a lonely heart

Thinking eyes wonder what they really see
Dreams of gold or glory?
Something out there to believe
To tell the tale through the night

Reff:
All i’m looking for is only love
There is only love that i need
What i’m looking for is only love
There is only love that i seek

Nothing is worth fighting only love
There is only love that makes me bleed
Nothing is worth living only love
There is only love that makes me breath

Wondering and like everybody else
Visualizing a sign
Trials and errors still abide
Just hope that it won’t hurt too bad

Wait and see feed this patience on my mind
Leave it there until he comes
Cause someone’s out there i believe
Has a missing piece of my heart

repeat reff

Makes me breath
Makes me breath
It’s only love
There’s only love
There’s only love

***

Pada seputaran akhir masa sekolah dasarku dan memasuki sekolah menengah pertama aku mulai menyukai musik berirama menghentak. Aku dulu suka mencuri dengar lagu-lagu yang diputar kakakku bersama teman-temannya. Diantaranya adalah Hari Moekti dan Nicky Astria. Terutama si Teteh Nicky karena sempat menelurkan sejumlah album dengan banyak hit. Maka begitu nama Anggun C Sasmi muncul, sang senior tetap tak tergeser. Tentu saja aku mengenal lagu-lagu Anggun yang memang cukup terkenal ketika itu seperti Tua Tua Keladi, Takut, Mimpi.. namun yang kuat nempel di benakku adalah gadis kurus berambut kriting-panjang-merah dengan topi baret dan sepatu boot. Padahal kalau mau dilirik lebih teliti mustinya aku sudah bisa mengagumi suara tingginya dan kemampuannya menulis lirik yang telah dilakukannya sejak masih berusia belia. Tapi ya begitulah, sudah kadung kesengsem sama Teh Nicky 🙂

Aku dan dia besar di masa yang sama. Bedanya, pada usia 20-an dia sudah meretas popularitasnya di panggung musik, bahkan di negeri seberang. Sedangkan aku masih kudu berjuang mendapatkan rupiah untuk melanjutkan kuliah hehehe.. Tahun 1997, saat aku mulai siaran, album pertamanya diproduksi dan dirilis dalam Bahasa Perancis, Au nom de la lune. Namanya langsung diterima publik musik dunia. Selain menampilkan namanya lebih singkat ‘Anggun’, ia juga muncul dalam sosok yang lebih feminin, cantik, seksi, dengan suara yang lebih matang. Genre musik yang diambilnya bukan lagi rock melainkan pop dengan sentuhan etnik. Ia makin dikenal dunia setelah meluncurkan album pertamanya tersebut dalam versi bahasa Inggris ke 33 negara di Asia, Eropa, dan Amerika. Album ini berisi lagu-lagu yang diadaptasikan dari album Au nom de la lune, ditambah dengan daur ulang lagu lamanya David Bowie, ‘Life on Mars’. Sedangkan untuk pasar Asia Tenggara, Anggun menyertakan sebuah lagu berbahasa Indonesia berjudul ‘Kembali’. Singel pertama ‘Snow on the Sahara’ berhasil memberi Anggun sejumlah penghargaan di tingkat internasional.

Dan suatu saat aku terpekik senang ketika sedang mencari Peter Gabriel untuk lagu legendarisnya ‘Don’t Give Up’ menemukan sang legenda menggandeng diva Indonesia ini sebagai partner duetnya..

Popularitasnya di bidang tarik suara kemudian juga membuat Anggun beberapa kali didaulat menjadi juru bicara PBB.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s