Menjelajahi Hutan Mangrove Indramayu (3)

Awalnya kupikir jalan-jalan ke Indramayu selama 2 hari akan full menjelajahi hutan mangrove. Ternyata tidaaaaak! Musti ikut pertemuan dg para pemangku kebijakan alias pemerintah 😦 Tapi berhubung jalan2 berdasarkan ajakan, yo wis..ikut menyimak pertemuan, persisnya pertemuan antara Kantor Lingkungan Hidup dengan LSM dan perwakilan masyarakat penggiat konservasi.

Pertemuan membahas pembelajaran tentang lingkungan terutama terkait mangrove

Pembicaraan disini diantaranya merumuskan modul pembelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup. Semoga buah dari pembicaraan ini benar-benar dapat diterapkan ke anak didik yang kemudian dapat mengimplemantasikan dengan tepat dalam keseharian mereka di tengah lingkungannya. Semoga..(perasaan banyak bersemoga deh dari tadi ;p)

Mari mengenal mangrove

Banyak yang menganggap mangrove adalah nama pohon. Tak sedikit yang mengira mangrove adalah nama lain dari bakau. Yaaa..ga salah2 amat tapi juga bukan sama sekali betul πŸ™‚ Mangrove adalah tanaman pepohonan atau komunitas tanaman yang hidup di antara laut dan daratan. Habitat komunitas ini ini banyak dijumpai di pertemuan antara muara sungai dan air laut; sungai mengaliri dengan air tawar dan pada saat pasang pohon mangrove dikelilingi oleh air garam atau air payau. Meski demikian mangrove sengaja ditanam pula bukan hanya di delta atau muara namun juga di wilayah pantai karena fungsinya sebagai pelindung daratan dari gelombang laut yang besar. Gerombolan mangrove ini: 1) tidak terpengaruh iklim, 2) dipengaruhi pasang surut, 3) tanah tergenang air laut, 4) tanah rendah pantai, dan 5) hutan tidak mempunyai struktur tajuk.

Tambak hutan mangrove

Mangrove terdiri dari ratusan jenis. Dari ratusan itu terdiri dari 89 jenis pohon, 5 jenis palem, 19 jenis liliana, 44 jenis epifit dan 1 jenis sikas. Namun hanya terdapat kurang lebih 47 jenis tumbuhan yang spesifik hutan mangrove. Paling tidak di dalam hutan mangrove terdapat beberapa jenis yang terkenal:
– Bakau (Rhizopora spp.)
– Api-api (Avicennia spp.)
– Pedada (Sonneratia spp.)
– Tanjang (Bruguiera spp.)

Jenis tanaman mangrove dapat dikenali dari akarnya:
1.Akar Tunjang adalah akar udara yang tumbuh di atas permukaan tanah, mencuat dari batang pohon dan dahan paling bawah serta memanjang ke luar dan menuju ke permukaan tanah. Contoh: Rhizophora spp.
2.Akar Nafas adalah akar udara yang berbentuk seperti pensil atau kerucut yang menonjol ke atas, terbentuk dari perluasan akar yang tumbuh secara horisontal. Contoh: Avicennia spp.
3.Akar Lutut adalah akar horisontal yang berbentuk seperti lutut terlipat di atas permukaan tanah, meliuk ke atas dan bawah dengan ujung yang emmbulat di atas permukaan tanah. Contoh: Bruguiera spp.
4.Akar Papan adalah akar yang tumbuh secara horisontal, berbentuk seperti pita di atas permukaan tanah, bergelombang dan berliku-liku ke arah samping seperti ular. Contoh: Xylocarpus spp.
5.Akar Banir adalah struktur akar seperti papan, memanjang secara radial dari pangkal batang. Contoh: Ceriops spp.
6.Akar Tanpa Akar Udara adalah akar biasa, tidak berbentuk seperti akar udara. Contoh: Aegiceras spp.

Salah satu tipe akar mangrove

Manfaat dan fungsi hutan mangrove

Manfaat dan fungsi fisik antara lain:
– Penahan abrasi pantai
– Penahan intrusi (peresapan) air laut ke daratan
– Penahan badai dan angin yang bermuatan garam
– Menurunkan kandungan karbondioksida (CO2) di udara (pencemaran udara)
– Penambat bahan-bahan pencemar (racun) diperairan pantai

Manfaat dan fungsi biologis antara lain:
– Tempat hidup biota laut, baik untuk berlindung, mencari makan, pemijahan maupun pengasuhan
– Sumber makanan bagi spesies-spesies yang ada di sekitarnya
– Tempat hidup berbagai satwa lain semisal kera, buaya, dan burung

Manfaat dan fungsi ekonomis antara lain:
– Tempat rekreasi dan pariwisata
– Sumber bahan kayu untuk bangunan dan kayu bakar (yang ini sih mustinya dihilangkan kali yak!)
– Penghasil bahan pangan seperti ikan, udang, kepiting, dan lainnya
– Bahan penghasil obat-obatan seperti daun Bruguiera sexangula yang dapat digunakan sebagai obat penghambat tumor
– Sumber mata pencarian masyarakat sekitar seperti dengan menjadi nelayan penangkap ikan dan petani tambak

Ketiga manfaat ini, baik dari sisi ekologis maupun ekonomis berlaku untuk semua hutan mangrove, tak terkecuali hutan mangrove di Indramayu yang kukunjungi ini. Membayangkan betapa menariknya kalau wilayah seluas ini dikelola oleh warga lokal sebagai tempat ekowisata, dengan pendampingan dari pemerintah (mustinya sih ya..) dan pihak-pihak yang peduli terhadap persoalan lingkungan dan kemanusiaan. Para petani dan nelayan dapat menghidupi diri sendiri, menyekolahkan anak-anaknya dengan baik, dan terlibat aktif dalam kehidupan sosial yang lebih luas.. *daydreaming*

Aneka buah mangrove yang dapat diolah menjadi makanan

Getah mangrove yang dapat dimanfaatkan untuk pengobatan alami

Hutan Mangrove Indonesia disebut-sebut sebagai negara dengan hutan mangrove paling luas di dunia, yakni 19% dari luas hutan mangrove dunia (melebihi Australia-10% dan Brazil-7%). Data Kementerian Negara Lingkungan Hidup mencatat luas hutan bakau Indonesia mencapai 4,3 juta ha (2006). Sedang menurut FAO (2007) pada tahun 2005 Indonesia memiliki hutan mangrove seluas 3 juta ha. Entahlah apakah angka ini mengalami perubahan, belum kutemukan referensi terbaru. Tapi kalaupun terjadi perubahan, semoga (again?) itu perubahan yang baik πŸ™‚ meski tidak cukup yakin karena kabar deforestasi hutan -termasuk mangrove- masih saja terjadi 😦

Bergayanya sekarang aja sebelum nanti disuruh bayar πŸ™‚

Tulisan sebelumnya tentang mangrove di Indramayu.

Iklan

Satu pemikiran pada “Menjelajahi Hutan Mangrove Indramayu (3)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s