X-Men: First Class..awal dari persahabatan dan perseteruan panjang

X-Men adalah film yang membuatku kesengsem untuk pertama kalinya pada Hugh Jackman. Jadi setelah kemunculan X-Men, Brad Pitt tak lagi menjadi satu-satunya laki-laki idolaku. “Emang sapa eloe,” kata Mr. Pitt hehehe..

Setelah tiga seri sebelumnya plus prekuel X-Men Origins: Wolverine (2006), Marvel Studios dan 20th Century Fox memunculkan prekuel baru, X-Men: First Class. Dalam seri kali ini kita dibawa ke masa lalu, jauh sebelum kisah-kisah bermunculan dalam seri X-Men yang sudah kita tonton.

X-Men: First Class dimulai pada tahun 1944. Alkisah, seorang anak muda bernama Erik Lensherr (Bill Milner) saat itu dibawa tentara Jerman di Auschwitz pada masa Perang Dunia II. Adalah salah seorang ilmuwan Nazi, Sebastian Shaw (Kevin Bacon) yang melihat ‘ketidaklaziman’ dalam diri Erik. Demi memastikan kemampuan si bocah, ia memaksa Erik untuk menunjukkan apa yang dimilikinya tersebut atau ia akan membunuh ibunya. Ketika Erik tak kunjung menunjukkan kekuatan mutannya, Shaw yang juga merupakan pemimpin kelompok Hellfire Club, sebuah kelompok yang memiliki rencana untuk mengambil alih dunia, tak segan-segan menembak sang ibu di depan mata Erik. Kejadian itu sangat membekas di hati Erik dan menumbuhkan sisi kelam dirinya.

Berikutnya tidak diceritakan detil tentang kehidupan Erik kecil. Tapi ia muncul dua dekade kemudian sebagai sosok dewasa (Michael Fassbender) dengan kekuatan mengendalikan benda-benda dari metal. Ia memburu dan menghabisi satu per satu orang yang melukainya di masa lalu. Termasuk Shaw. Pada saat bersamaan adalah Charles Xavier (James McAvoy) yang juga tengah dimintai bantuan untuk menghadapi serangan dari pihak asing tak dikenal. Kemampuan Charles dalam membaca jalan pikiran orang lain, serta Raven (Jennifer Lawrence), mutan yang dapat mengubah bentuk tubuhnya menjadi apapun yang ia inginkan, menjadikan kedua orang ini ahli yang dianggap dapat membantu pemerintah dalam mengatasi serangan. Pada saat tak terduga inilah terjadi pertemuan antara ketiganya: Erik, Charles, dan Raven yang kemudian muncul dalam kisah-kisah X-Men.

Pada awalnya Erik tak mau bersekutu dengan Charles. Namun Charles mencoba menunjukkan apa yang semestinya Erik lakukan melalui kontrol pikirannya. Hingga akhirnya keduanya bersahabat. Permintaan bantuan dari agen rahasia CIA, Moira McTaggert (Rose Byrne) pun mereka terima. Agen McTaggert curiga Shaw sedang menyusun rencana untuk mengadu domba hubungan Amerika Serikat dan Rusia dengan harapan agar terjadi Perang Dunia III. Maka Erik dan Charles, bersama Raven kemudian menyusun rencana. Mereka melakukan perekrutan para mutan dari berbagai wilayah untuk menyatukan kekuatan lainnya yang dapat mereka temukan untuk membentuk sebuah kekuatan baru para mutan untuk melawan Shaw.

Dalam proses pertempuran inilah terjadi perbedaan pendapat antara Charles dan Erik. Di sinilah bibit perpecahan keduanya yang akhirnya melahirkan permusuhan seperti yang kita dapati sejak seri pertama dimana Erik sudah kita kenal sebagai Magneto, nama yang dia pakai ketika memutuskan untuk menemukan jalannya sendiri.

Sebagai penggemar film sejenis, buatku X-Men: First Class tetap menarik. Beberapa pemain memang tidak menunjukkan permainan prima, namun sebagai sebuah film action hasil adaptasi komik semuanya masih terpadu dengan baik. Yang pastinya berhasil adalah para pemeran utamanya, James McAvoy dan Michael Fassbender. Meski peran Charles dan Erik dimainkan Patrick Stewart dan Ian McKellen dengan tidak mengecewakan, namun kehadiran dua bintang muda ini menjadikan X-Men: First Class terasa lebih segar. Begitu pula hadirnya aktor yang lebih senior, Kevin bacon, mampu menghidupkan sisi jahat sang antagonis.

Tapi dari semuanya kurasa McAvoy yang paling berhasil. Kemampuannya menampilkan Charles yang pintar, karismatik, dan sedikit penggoda sangat enak dilihat. Bisa jadi idola baruku nih! But don’t worry Mr. Pitt n Mr. Jackman, he’s too cute for me ;p

Sutradara: Matthew Vaughn
ProduserZ: Gregory Goodman, Simon Kinberg, Lauren Shuler Donner, Bryan Singer
Naskah: Ashley Edward Miller, Zack Stentz, Jane Goldman, Matthew Vaughn (screenplay), Sheldon Turner, Bryan Singer (story)
Pemain: James McAvoy, Michael Fassbender, Rose Byrne, January Jones, Oliver Platt, Kevin Bacon, Jennifer Lawrence, Nicholas Hoult, Ray Wise, Zoë Kravitz, Caleb Landry Jones, Lucas Till, Edi Gathegi, Jason Flemyng, Álex González, Glenn Morshower, Matt Craven, Rade Sherbedgia, Michael Ironside, James Remar, Annabelle Wallis, Don Creech, Brendan Fehr, Aleksander Krupa
Musik: Henry Jackman
Sinematografi: John Mathieson
Editing: Eddie Hamilton, Lee Smith
Studio 20th Century Fox/Marvel Entertainment/Dune Entertainment/Bad Hat Harry Productions/Marv Films/Donners’ Company Country
Durasi: 132 menit

Iklan

5 pemikiran pada “X-Men: First Class..awal dari persahabatan dan perseteruan panjang

  1. X-men yg seri ini paling mirip dgn komik aslinya, ini awal dari cerita The Uncanny X-men yg komiknya laris manis di amrik sana 😀 kalo dirunut, wolverine itu sebenarnya ‘satu saudara proyek’ sama captain america 😀 nice resensi Nok.. 😀

  2. Endingnya keren, jika The Dark kNight karakter Two Face melempar koin untuk menentukan “untung” dan “buntung”, di film ini Eric jelas melempar koin untuk menentukan kematian seseorang! 😀

    Salam kenal ya,.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s