Empress Orchid, si perempuan perkasa dari Manchu

Judul Buku: Empress Orchid
Penulis: Anchee Min
Penerbit: Hikmah (Mizan Group)
Jumlah Halaman: 620 Halaman

Akhirnya tuntas juga salah satu buku diskon yang kubelanja beberapa waktu lalu. Huh, memang pembaca yang lambat dan malas 😦 Dan ini mustinya jadi novel kedua, tapi ternyata lebih duluan beres daripada novel pertama yang kubaca 🙂

Novel ini berkisah tentang dongeng Cina pada abad ke-19. Seperti halnya kisah perempuan perkasa pada masa lalu, pada kisah inipun kepiawaian para perempuan itu digarisbawahi dengan: menang tanpa harus menunjukkan kemampuan secara terang-terangan.

Dikisahkan Orchid adalah gadis manchu miskin yang ingin mengubah nasib diri dan keluarganya. Kecantikan dan kejernihan pikirnya menghantarkannya pada sayembara pemilihan pendamping Kaisar Hsien Feng. Dibutuhkan (walah bahasanya..dibutuhkan!) 7 perempuan yang akan menjadi pendamping utama sang kaisar selain ratusan bahkan ribuan selir tak resminya. Dalam pemilihan ini Orchid rupanya berhasil masuk ke dalam angka 7 tersebut. Maka jadilah dia penghuni kota terlarang bersama permaisuri dan 5 selir lainnya.

Keadaan itu tidak serta merta mengubah hidupnya. Persaingan sesama selir plus permaisuri ditambah dengan ibu suri yang tidak menyukai, membuat Orchid harus berpikir keras untuk mendapatkan tempat di hati sang kaisar. Pembelajaran pun dimulai, dari urusan cara memuaskan sang kaisar di ranjang hingga persoalan politik di tanah air. An-te-hai, sang kasim pembantunya setia menemani sang putri bahkan mencarikan jalan agar kebutuhan pengetahuan majikannya terpenuhi.

Perjuangannya terus berjalan seiring beranjaknya kebutuhan dan pertentangan yang semakin menajam, baik internal maupun eksternal menghadapi Inggris yang mulai merongrong kekaisaran. Hadirnya sang bayi yang bakal menjadi penerus Klan Nurchachi membuat Orchid mengambil langkah untuk menjadi penguasa. Hal itu dilakukannya untuk menghindari hidup puteranya diracuni oleh orang-orang yang dengan jahat dan licik menginginkan Kekuasaan.

Dalam sejarah yang sesungguhnya, Orchid  dikenal dengan nama Permaisuri Tsu Zhi, dan disebut-sebut sebagai perempuan paling berkuasa pada awal abad 20 di Cina. Ia piawai dalam memimpin, dan ketika itu berhasil membawa Cina dalam masa bertahan. Awal abad 20 adalah masa Cina dalam keadaan terpuruk karena hutang-hutang para leluhur kepada Inggris atas kekalahan Cina dalam Perang Opium.

Pada kisah kali ini, sang penulis novel, Anchee Min membuatnya sedikit berbeda. Lebih manusiawi dan imajinatif meski Orchid masih hadir dengan intrik-intriknya sebagai sosok penuh ambisi yang membalut dirinya dengan kelemahlembutan dan ketidakberdayaan khas perempuan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s