Mengenang ‘Ncit Meong Kecilku..

(Akhirnya bisa posting juga setelah hari-hari yang begitu penuh..maaf ya, nak)

Malam itu dia menyambutku dengan muka kuyu. Kubilang padanya,”Sudah terlalu malam, sayang..bertahan ya, besok pagi kita ke dokter.” Ternyata dia tak sanggup bertahan. Sabtu pagi, 22 Oktober, aku merasa dia memang akan segera pergi. Kepalanya yang mulai dingin kuusap-usap. “Bertahanlah, ‘Ncit meong kecilku..kau sudah kuat sekian lama bertahan, kau akan sanggup melalui ini.” Tapi kenyataannya dia tidak sanggup. Sabtu pagi itu anak semata wayang Gadis meong itu akhirnya menyusul ibunya yang pergi 2 minggu sebelumnya.

Ncit waktu masih bayi bersama ibu Gadis dan saudara2nya

‘Ncit meong adalah anak Gadis dari kelahiran keempat. Kelahiran pertama hingga tiga mati semua. Ncit adalah satu2nya yg sanggup bertahan dari 3 saudaranya yang lain pada kelahiran keempat. Dia sakit-sakitan sedari kecil. Anaknya pendiam sekali, seperti ibunya. Suatu kali aku mencari-carinya kemana2, ternyata dia tidur di panci yang tak terpakai. Ah, kamu mah…


Mustinya Ncit juga punya adik pada kelahiran bayi Gadis yang kelima. Tapi itupun tak ada yang bertahan. Entahlah, Gadis meongku ini menyimpan penyakit apa dalam tubuhnya. Yang jelas dia sendiri tak sanggup bertahan sebelum melahirkan bayi yang mustinya akan menjadi kelahiran ke-6nya. Tapi baiklah, Ncit..aku berharap kau baik di duniamu sekarang, bertemu dengan ibu dan saudara2mu. Akan kukenang kegemaranmu nangkring di tempat2 yang sempit. Entah apa enaknya..tapi itulah Ncit meong kecilku.


Yang lucu juga dari Ncit meong adalah kebiasaannya bolak-balik makan. Makanya selain ‘ncit’ karena perutnya yang buncit, dia juga kujuluki Si Kereuyeuh.. Hmm apa ya bahasa Indonesianya? Yang pasti dia doyan makan, tp ga langsung banyak. Diam-diam makan sedikit2 sendirian. Ah, kangen kamu, Cit!

Luv u, dear Ncit Meong kecilku…rest in peace, sayang…

Iklan

6 pemikiran pada “Mengenang ‘Ncit Meong Kecilku..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s