Nowhere Boy: kisah si pemuda unik bernama John Lennon

Perjalanan malam pertamaku menggunakan bis kota, membelah metropolitan..*asa rada lebay nya*

Baru kali ini aku datang ke pemutaran film di Erasmus Huis. Entah apa selalu begini kondisinya: antrian mengular dan harus dilakukan sejak sejam sebelumnya kalau mau kebagian tiket! 300 lebih kursi yang tersedia pun penuh terisi, bahkan di halaman pun dipasang layar tambahan. Tapi tidak menyesal aku melakukannya: kurang dari setengah tujuh sampai, ngantri sampai sekitar 40 menitan, dan film diputar setengah 8 lewat. Karena sejak scene pertama chemistry itu sudah muncul 🙂 Penggambaran perkampungan dengan rumah-rumahnya yang Inggris sekali, sungguh menarik. Terlebih di awal sudah disuguhi genjrengan gitar ‘Hard Days Night’ yang menjadi promo program siaran Beatles Night yang pernah menjeratku untuk selama 2 tahun menggauli keempat pemuda itu. Jadi kangen siaran 😦

Bagi penggemar The Beatles pastinya sudah bisa menebak kalau film ini tak jauh dari tema tentang grup asal Liverpool ini. Karena judulnya mirip dengan salah satu lagu mereka dari album Rubber Soul: Nowhere Man. Tapi jangan salah, di film ini sama sekali tidak disebutkan kata ‘the beatles’, sekalipun.

Nowhere Boy berkisah tentang masa muda John Lennon, sebelum ia bahkan mengenali kemampuan bermusiknya hingga keputusannya untuk manggung di Hamburg, Jerman.  Cerita diawali dengan hubungan kedekatan John Lennon (Aaron Johnson) dengan sang paman, George (David Threlfall). Keakraban itu cuma tergambar sesaat karena sang paman kesayangan keburu meninggal dunia karena serangan jantung. Maka John pun akhirnya hanya tinggal berdua dengan sang bibi, Aunt Mimi (Kristin Scott Thomas). Hubungan John dengan Aunt Mimi tidak sedekat hubungannya dengan Paman George. Mimi cenderung tertutup dan dingin. Berbeda pula dengan Julia (Anne-Marie Duff), ibu kandung yang ditemuinya kemudian. Julia adalah sosok perempuan impulsif, ceria sekaligus rapuh.

Konflik dalam hubungan antara John, Mimi, dan Julia tergambar dengan apik. Bagaimana Mimi dengan sikap dinginnya menunjukkan kasih sayangnya pada John, membelikan John gitar yang kemudian tercatatkan sebagai “gitar pertama John adalah pemberian Aunt Mimi”. Sedangkan Julia yang seolah hidupnya penuh gairah, mengajak John untuk menikmati hidup, termasuk mengajarinya bermain musik. Konflik mulai muncul ketika Mimi mendapati laporan dari sekolah dan kemudian menemui kenyataan kalau keponakan kesayangannya itu diam-diam menjumpai ibu kandungnya. Pada perayaan ultah John semuanya kemudian menjadi jelas. Pertengkaran diantara ketiganya tak terelakkan. Tapi justru pertengkaran itu menjadi awal dari berakhirnya perseteruan kakak beradik itu. Sayangnya keindahan yang menyeruak dalam hubungan yang lebih baik diantara ketiganya pun diakhiri dengan cepat: Julia meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan. Peristiwa itu melukai John. Tapi dari situ ia membangun hubungan yang lebih baik dengan sang bibi.

Selain soal hubungan pribadi John dengan keluarganya tentu saja yang menarik lagi adalah penggambaran hubungan John dengan teman-temannya; teman-teman di sekolah dan kemudian membentuk band yang mereka namai The Quarrymen. John dengan gayanya yang seenaknya, keakrabannya yang menyenangkan dengan Pete Best, pertemuan kocaknya dengan Paul McCartney, dan tentu saja kenakalannya dalam urusan dengan perempuan.

Sebagai penggemar The Beatles aku puas dengan film ini. Pada beberapa bagian konon memang terlalu didramatisir, misalnya Mimi yang sebetulnya tidak ‘gitu-gitu amat’, atau John sesungguhnya tidak pernah memukul Paul. Tapi toh ini bukan film dokumenter, jadi sah-sah saja untuk mendramatisir cerita. Jangan berharap pula sosok yang dipilih untuk bermain di film ini mirip dengan aslinya. Kurasa yang paling tepat mirip hanya John. Tapi akting mereka kurasa tepat memerankan masing-masing tokoh.

Yang menjadi lebih menarik kemudian adalah ketika nonton film ini rame2, dan kurasa sebagian besarnya penggemar The Beatles yang sedikit banyak tau tentang sejarah dan juga karakter masing2 personil. Tertawa dan terharu serasa dihayati bener 🙂

Selamat menonton, selamat mengenang seorang John Lennon..

Sutradara: Sam Taylor-Wood
Produser: Robert Bernstein
Pemain: Aaron Johnson, Kristin Scott Thomas, David Threlfall, Josh Bolt, Ophelia Lovibond, James Michael Johnson, Anne-Marie Duff, David Morrissey, Andrew Buchan, James Jack Bentham, Jack McElhone, Thomas Brodie Sangster, Sam Bell, Christian Bird, Colin Tierney
Naskah: Matt Greenhalgh (screenplay), Julia Baird (book: Imagine This: Growing Up With My Brother John Lennon)
Musik:     Alison Goldfrapp, Will Gregory
Sinematografi: Seamus McGarvey
Editing: Lisa Gunning
Studio     Ecosse Films Film4 UK Film Council HanWay Films
Distribusi: Icon Entertainment International (UK/AUS) The Weinstein Company
Durasi: 99 menit

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s