Contagion, drama kepunahan manusia yang digarap lugas

Entah mengapa tiap kali melihat poster film ini kepalaku langsung berasosiasi dengan Agora, film garapan Alejandro Amenabar yang dibintangi salah satunya Rachel Weisz. Mungkin karena dari posternya yang terlihat serius.. Memang poster yg tidak serius yg seperti apa? *aneh dg pertanyaan sendiri ;p * Seminggu melewati poster dalam perjalanan pulang pergi, akhirnya penasaran juga. Maka dengan tanpa bekal info sama sekali, film ini pun akhirnya menjadi pilihan.

Dan Contagion memang sebuah film serius. Serius disini dalam arti mengangkat isu serius, penggambaran yang tidak bombastis, dengan detil yang apik tanpa harus bertele-tele.

Sosok perempuan yang kurus dan tidak sehat membuka scene awal film ini. Dia adalah Beth Emhoff (Gwyneth Paltrow), seorang eksekutif yang sedang menunggu penerbangan berikutnya di bandara Chicago. Ia baru saja melakukan perjalanan bisnis dari Hong Kong. Diantara batuk-batuk yang menyerangnya Beth masih sempat tersenyum, ada cinta rupanya di ujung telepon yang dihubunginya.

Saat itu Beth menduga sakitnya sebatas flu. Namun hingga tibanya dia di rumahnya di Minneapolis, bertemu dengan suaminya, Mitch Emhoff (Matt Damon) dan anaknya, sakit yang dideritanya bertambah parah. Dan hanya dalam hitungan waktu yang demikian singkat Beth meninggal dunia. Kejadian yang sangat tak terduga ini tentu saja membuat shock Mitch. Apalagi tak lama kemudian anak mereka pun kemudian meninggal dengan kondisi yang sama. Pada belahan kota dan negara yang lain ditampilkan tragedi yang sama, kematian dengan ciri-ciri seperti yang dialami Beth.

Cerita pun kemudian berlompatan dari satu area ke area lain, terutama di Hongkong dan Amerika. Kematian datang dengan begitu mudahnya. Adalah Dr. Ellis Cheever (Laurence Fishburne) dari Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat yang kemudian mulai meneliti kasus ini. Sempat muncul kecurigaan virus ini semacam serangan dari teroris (parno juga ya Amrik!). Ia kemudian mengirim koleganya, Dr. Erin Mears (Kate Winslet) berangkat ke Minneapolis untuk melacak titik awal sumber virus tersebut. Sementara penelitian sedang berjalan, kepunahan manusia tampak jelas di depan mata.

Lagi-lagi ini film bertabur bintang yang digarap Steven Soderbergh. Sebelumnya kita bisa lihat kemampuan Sodenbergh menggarap antara lain The Ocean Trilogy. Meski aku tidak suka film itu, tapi bisa diakui bagaimana dia berhasil menampilkan kemampuan akting sekian banyak bintang yang mengisi film tersebut.  Begitupun di film ini. Peraih Oscar Marion Cotillard dan Kate Winslet tak perlu diragukan. Cotillard, meski dalam peran yang pendek, tapi tetap memberi warna. Sedangkan kepiawaian Kate tampaknya adalah memunculkan sisi tegar sekaligus rapuh pada saat yang lain. Matt Damon yang tampil perkasa dalam trilogi Bourne kali ini muncul dengan ekspresi yang pas dalam sosok suami dan ayah yang panik sekaligus kecewa karena mendapati perselingkuhan istrinya justru setelah istrinya meninggal. Begitu pun Jude Law bisa tampil dengan karismatik sekaligus menyebalkan. Laurence Fishburne dan Jennifer Ehle juga tampil bagus. Nama-nama lain pun demikian, memainkan perannya dengan tepat, seperti Gwyneth Paltrow dan Anna-Jacoby Heron. Tapi aku paling suka Kate dan Jennifer Ehle disini.

Sodenbergh juga berhasil menjadikan film ini dramatis tanpa menghadirkan kepiluan yang mengiris. Dia menunjukkan sisi ilmiah tanpa perlu banyak istilah yang memusingkan awam, tapi juga tidak seserius film serial tentang dunia medis. Intensitas ketegangan juga tergarap sempurna dari awal hingga akhir.

Pokoknya layak tonton! Selamat nonton, selamat berakhir pekan 🙂

Sutradara: Steven Soderbergh
Produser: Gregory Jacobs, Michael Shamberg, Stacey Sher
Penulis: Scott Z. Burns
Pemain: Marion Cotillard, Matt Damon, Laurence Fishburne, Jude Law, Gwyneth Paltrow, Anna-Jacoby Heron, Kate Winslet, Jennifer Ehle, Enrico Colantoni, Bryan Cranston, Griffin Kane, Sanaa Lathan, Demetri Martin, Elliott Gould, Chin Han, John Hawkes, Amr Waked, Daria Strokous, Dr. Sanjay Gupta, Chui-Tien-you, Josephine Ho, Chiu-Yi, Armin Rohde
Musik: Cliff Martinez
Sinematografi: Steven Soderbergh
Editing: Stephen Mirrione
Studio Participant Media/Imagenation Abu Dhabi/Double Feature Films/Regency Enterprises
Durasi: 106 menit

Iklan

4 pemikiran pada “Contagion, drama kepunahan manusia yang digarap lugas

  1. tambah bagus resensinya…:)

    Sosok perempuan yang kurus dan tidak sehat membuka scene awal film ini. Dia adalah Beth Emhoff (Gwyneth Paltrow), seorang eksekutif yang sedang menunggu penerbangan berikutnya di bandara Chicago. Ia baru saja melakukan perjalanan bisnis dari Hong Kong. Diantara batuk-batuk yang menyerangnya Beth masih sempat tersenyum, ada cinta rupanya di ujung telepon yang dihubunginya.

    *aku suka paragraf ini, keren lah.. 😀

    • waduh..hehehe..kalo gitu musti lgsg nonton arthur christmas atau puss in boots 🙂

      pasti lgsg bereaksi kalo ada org sebelah batuk ya? atau kemana2 bawa cairan sanitasi kemana2. nah, yg trakhir itu aku melakukannya. parno juga 😀

      makasih dah bkunjung

      • Ya, terutama yang bersin. Merasa aneh ketika hendak membeli makanan/minuman di kantin kampus, serasa melihat bakteri disetiap piring dan gelasnya. Waduh bahaya ini.

        Puss In Boots saran yang bagus, filmnya lucu. Arthur Christmas belum juga ketonton.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s