“Apa Yang Telah Kau Buat Untuk Sesama?”: 33 tahun Keenan berkarya

Aku tak begitu kenal Keenan Nasution. Benturan antara pengalaman yang terbatas tentang musik dengan penugasan yang mengharuskan aku belajar dalam kesegeraan, maka inilah hasilnya: pengetahuan yang sepotong-sepotong. Pengenalanku akan Keenan hanya sebatas Nuansa Bening, Dirimu, dan Bunga Asmara. Dan rumah di Gang Pegangsaan yang melahirkan banyak musisi generasi berikutnya ketika itu. Yup, itu saja. Namun kehadiran musisi yang matang dalam karir musiknya ini di depan mata tentulah sebuah kesempatan yang langka. Maka kuputuskan untuk hadir dalam konsernya di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Selasa, 29 November lalu.

Keenan Nasution (foto: kapanlagi.com)

Konser diawali dengan band pembuka yang tak kukenal. Sempat muncul putus asa karena selain tidak mengenali lagunya juga tak menemukan chemistry dari para penyanyi muda itu. Plus nonton dari balkon, tidak ada indah2nya! 😦 Baru setelah muncul Harry Sabar, ada nuansa yang berbeda. Aku tak kenal Harry Sabar kecuali lewat title yang tertulis di sampul kaset. Tapi menjumpainya di panggung sungguh berbeda. Maka kucari cara untuk berpindah dari balkon.. Hehehe, penonton yang curang!


Dari tempat duduk yang lebih nyaman akhirnya bisa kunikmati pertunjukan Keenan dkk hingga tuntas. Melihat langsung Fariz ternyata mendatangkan kegembiraan tersendiri. Meski vokalnya terdengar tidak sesempurna masa mudanya, namun tetap saja kualitas musisi yang sudah nyemplung dalam komunitas Gang Pegangsaan sejak di bangku SMA ini tak diragukan. Once, si pemilik suara khas tampil dengan “Di Batas Angan Angan”, salah satu dari sekian banyak karya Keenan dan dr. Rudi Pekerti. Sebagai penyanyi muda, Once tampil menawan membawakan lagu yang menjadi finalis Festival Lagu Populer Indonesia 1977 tersebut.

Sejumlah penyanyi lain melengkapi konser bertajuk “Apa Yang Telah Kau Buat Untuk Sesama Manusia” ini. Adalah Kadri dari Kadri Jimmo The Prinzes of Rhythm (KJP) dengan vokalnya yang kuat, Noor bersaudara yang masih tampil dengan suara prima, dan juga salah seorang anak Keenan (lupa euy namanya..pokoknya Nasution deh :D). Sang istri, Ida Royani tak ayal juga didaulat untuk menyanyi. Bersama anak dan suaminya, mantan pasangan main filmnya Benyamin S ini menggantikan suara Kate Bush dari duet Peter Gabriel: Don’t Give Up. Sedangkan Sys NS tampil sebagai pembawa acara dengan banyolan khasnya.

Saat Keenan tampil bersama Gipsy adalah gong buatku. Lagu pertama yang mereka bawakan, I love You More Than You’ll Ever Know-nya Blood, Sweat, and Tears membuatku terpesona. Tapi lantas menyisakan kernyit tanya: kenapa mereka tidak membawakan lagu mereka sendiri? “Mungkin reuni saat mereka berkelana ke Amerika dan membawakan lagu-lagu grup rock dunia,” jawab kawan di sebelahku. Hmmm..ya ya ya.. musti kuubek2 lagi contekan. Pada awalnya Keenan membuat grup Sabda Nada pada tahun 1966 bersama saudara yaitu Debby, Oding, dan Gaury Nasution dan teman-temannya. Keenan menabuh drum. Pada tahun 1969 mereka mengganti nama grup menjadi Gipsy yang kemudian bertualang ke Manhattan, Amerika Serikat mengisi acara hiburan di sebuah restoran bernama Ramayana. Tiga tahun kemudian mereka kembali ke tanah air dan berkolaborasi dengan Guruh Soekarno Putra. Kolaborasi ini menghasilkan mahakarya hasil konsep Guruh-Keenan yakni Album “Guruh Gipsy”. Dua lagu yang mereka bawakan dalam konser malam itu: Geger Gelgel dan Indonesia Mahardika.

Kuambilkan Indonesia Mahardika dari Youtube. Dahsyat! Aku benar-benar tersihir oleh harmonisasi musik rock progresif dengan musik tradisional Bali ini. Di panggung mereka tak bawakan lengkap lagu berdurasi hampir 16 menit ini. Namun cukuplah untuk membukakan mataku akan hebatnya mereka.

Satu yang tak pernah kulihat juga, ternyata Keenan adalah penabuh drum yang handal. Di usianya yang mendekati 60 tahun energinya masih terjaga. Menyanyi dan memainkan alat musik. Dan ternyata bukan pula sebatas aliran rock. Lentur musik jazz pun ia kuasai. Disini aku kagum dengan desah lirih Keenan. Indah.

Akhirnya konser harus berakhir. Pagelaran yang merupakan konser 33 tahun Keenan berkarya inipun ditutup dengan salah satu hit Keenan yang sudah dinyanyikan kembali oleh sejumlah penyanyi muda: Nuansa Bening.


Mari kita pun menyanyi 🙂

Nuansa Bening

hmmm tiada yang hebat dan mempesona
ketika kau lewat di hadapanku
biasa saja

waktu perkenalan terjalin sudah
ada yang menarik pancaran diri
terus mengganggu

mendengar cerita sehari-hari
yang wajar tapi tetap mengasyikkan

hmmm tiada kejutan pesona diri
pertama kujabat jemari tanganmu
biasa saja

masa perkenalan lewatlah sudah
ada yang menarik bayang-bayangmu
tak mau pergi

dirimu nuansa-nuansa ilham
hamparan laut tiada bertepi

kini terasa sungguh
semakin engkau jauh
semakin terasa dekat

akan ku kembangkan
kasih yang kau tanam
di dalam hatiku
menatap nuansa nuansa bening
tulusnya doa bercinta

Iklan

3 pemikiran pada ““Apa Yang Telah Kau Buat Untuk Sesama?”: 33 tahun Keenan berkarya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s