Arthur Christmas: pergulatan hati sang putra Santa

Jelang Natal! Maka film bertema Natal akan menjadi salah satu tema yang ditunggu. Dan tampaknya tema Santa Claus masih menjadi tema yang tak mati. Suguhan di film kali ini adalah menjawab pertanyaan: bagaimana cara Santau Claus mengirim semua hadiahnya dalam semalam ke seantero jagad hanya menggunakan kereta yang ditarik rusa terbang?
Nah, jawabannya adalah: teknologi!

Pada kisah kali ini Santa Claus (Jim Broadbent) memiliki dua orang anak, Steve (Hugh Laurie) dan Arthur (James McAvoy). Dan jawaban tentang teknologi itu ada di tangan Steve. Anak sulung Santa rupanya orang yang penuh perhitungan. Dengan pertambahan populasi manusia yang demikian cepatnya, diciptakanlah pesawat raksasa yang mengirimkan hadiah natal ke seluruh penjuru dunia. Ribuan elf dilibatkan. Selain sebagai awak pesawat yang memiliki kemampuan ekstra, ratusan elf berjibaku di depan aneka mesin berteknologi tinggi di base campnya Santa Claus di kutub utara.

Begitulah Steve bekerja. Selain penguasaannya terhadap teknologi, diam-diam ia memiliki ambisi untuk menggantikan sang ayah menjadi santa. Dia berharap perayaan natal kali ini -yang merupakan tugas Santa yang ke 70- adalah yang terakhir. Namun takdir berkata lain. Arthur, membuat ulah.

Anak bungsu Santa yang biasanya ‘bukan siapa2 selain petugas ruang arsip’ ini tiba-tiba terbang sendiri menuju dunia yang sedang menyambut natal. Alasannya satu: mengirim hadiah natal yang tertinggal. Rupanya kecanggihan alat Steve tidak mampu mengantisipasi human error. Maka jadilah hadiah untuk gadis cilik bernama Bryony itupun tertinggal. Sempat terjadi ketegangan antara Steve dan Santa meski kemudian Santa mengalah, dan membiarkan sang gadis kecil tidak mendapatkan hadiah. Namun kejadian ini rupanya tak bisa diterima Arthur.

Saat sang kakek, Grandsanta (Bill Nighy) kemudian mengetahui soal hadiah yang tertinggal ini, langsung berinisiaif untuk mengambil alih tugas pengantaran hadiah. Tak tanggung-tanggung, ia keluarkan kereta dan rusa terbangnya. Terbanglah ia bersama sang cucu, didampingin elf pembungkus kado. Petualangan yang selama ini singgah pun tidak di benak Arthur. Pergulatan berulang kali muncul di kepalanya, hingga akhirnya dia bulat memutuskan akan tetap mengantar hadiah untuk Bryony, apapun yang terjadi. Maka Arthur yang tadinya ‘anak biasa’ itupun berubah menjadi ‘anak luar biasa’, di mata para elf dan keluarganya.

Cerita yang tidak biasa dari kisah Santa yang selama ini cenderung klise. Selain teknlogi 3D yang sangat mengesankan, drama yang dihadirkan pun mengharukan. Dan tentu saja komedi yang ditaburkan di sepanjang alur cerita membuat kita terhibur. Ini film yang layak tonton untuk anak-anak maupun dewasa.

*Dan setelah tuntas, baru kutau kalo pengisi suara Arthur adalah James McAvoy. Ah, makin aku jatuh cinta padanya :)*

Sutradara: Sarah Smith
Sutradara: Steve Pegram
Penulis: Peter Baynham, Sarah Smith
Pemain: James McAvoy, Hugh Laurie, Bill Nighy, Jim Broadbent, Imelda Staunton, Ashley Jensen, Ramona Marquez, Marc Wootton, Iain McKee, Joan Cusack, Robbie Coltrane, Michael Palin, Dominic West, Andy Serkis, Miggie Donahue, Eva Longoria, Laura Linney

Musik: Harry Gregson-Williams
Sinematografi: Jerrica Cleland
Editing: John Carnochan, James Cooper
Studio Sony Pictures Animation/Aardman Animations
Durasi: 97 menit

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s