Mission: Impossible – Ghost Protocol, film action sukses di 2011

Sebetulnya ini hanya ‘pilihan kebetulan’ melewatkan soreku kemarin. Awalnya ingin membuktikan apresiasi seorang kawan terhadap “Machine Gun Preacher” yang menyebutkan kalau film itu bukan sekedar adegan laga, tapi ada konflik politik yang asik plus keterlibatan gereja di dalamnya. Ternyata agak enggan untuk menggunakan angkutan menuju bioskop yang masih menayangkan film yang diaktori Gerard Butler itu. Jadilah, Cinema 21 TIM yang jadi pilihan. Dan satu-satunya film yang masuk akal untuk kutonton hanya ini: Mission: Impossible – Ghost Protocol.

Film diawali dengan gambaran dari angkasa Budapest, kota dengan sekumpulan bangunan tua yang menarik. Memasuki kota kita langsung disuguhi adegan duel antara sejumlah laki-laki hingga akhirnya sang tokoh, Trevor Hanaway, yang ternyata agen tersebut tewas. Pembunuhnya perempuan cantik berambut pirang, Sabine Moreau (Léa Seydoux) yang sempat terekam oleh pesawat seluler agen yang menjadi korban.

Peristiwa tersebut kemudian digambarkan lebih detil oleh agen Jane Carter (Paula Patton) saat melakukan penjemputan Ethan Hunt (Tom Cruise) dari penjara. Tugas mereka adalah mengambil dokumen yang sebelumnya sempat diselamatkan oleh Hanaway. Persoalan penting menunggu mereka: menggagalkan peluncuran nuklir oleh teroris asal Rusia, Kurt Hendricks (Michael Nyqvist). Bertiga, bersama agen Benji Dunn (Simon Pegg) mereka bergegas menuju kota tujuan, Dubai.

Sebuah rencana pun digagas. Ethan yang menyamar sebagai jendral Rusia, dan ditemani Benji yang menjadi asistennya, akan mengambil kode peluncuran nuklir yang tersimpan dalam sebuah gedung. Namun yang terjadi kemudian adalah Ethan dan kelompoknya dijebak dan kemudian malah menjadikan mereka sebagai tersangka. Karena kejadian tersebut Impossible Mission Force (IMF) pun terpaksa ditutup ijin operasinya. Menteri Pertahanan Negara Amerika Serikat yang sekaligus Sekretaris IMF (Tom Wilkinson) mengatakan langsung kepada Ethan dalam perjumpaan mereka di tepi kota itu. Mr Secretary juga mengenalkan Ethan kepada analis intelijen, William Brandt (Jeremy Renner) yang menemaninya. Saat perbincangan masih berlangsung, mereka ditembaki oleh pasukan keamanan Rusia. Mr Secretary tewas. Brandt yang tak punya pilihan lain akhirnya bergabung dengan Ethan dan dua agen lainnya. Petualangan baru pun dimulai, tanpa perencanaan detil dan suport dari pemerintah.

Mission: Impossible edisi kali ini tak jauh dengan 3 seri film sebelumnya, full action. Franchise yang sudah dimulai sejak 1996 ini memang lebih memilih menyuguhkan laga dibandingkan dengan konflik cerita. Bahkan untuk seri kali ini lebih ringan konflik dibandingkan dengan seri sebelumnya. Ada konflik batin Jean saat berhadapan dengan Sabine Moreau yang telah menghabisi nyawa Hanaway, merenggut laki-laki yang dicintainya sekaligus menggagalkan operasi yang dipimpinnya. Konflik batin juga dialami Brandt yang ternyata punya bukan semata seorang analis, tapi menghilangkan fungsi agen dirinya karena masa lalu yang coba dilupakannya. Masa lalu yang ternyata terhubung dengan Ethan. Selebihnya tak ada konflik yang cukup berarti. Kerjasama mereka tergarap dengan baik, chemistry terbangun solid diantara keempatnya. Bahkan sosok Kurt Hendricks, sang teroris yang mustinya menjadi musuh utama kelompok inipun tidak muncul dengan jelas. Sosoknya tampak hanya mampir lewat.

Tapi sekali lagi -sejak kemunculannya di awal sebagai serial televisi pada pertengahan tahun 60an- film tv kreasi Bruce Geller ini memang menjual adegan laga dengan dukungan teknologi canggih. Terlebih di seri kali ini. Selain intensitas aksi yang lebih meningkat, Mission: Impossible – Ghost Protocol juga menyuguhkan impian teknologi yang membuatku berdecak kagum. Sentuhan Brad Bird juga menjadikan film ini tampil berbeda. Sutradara pemenang Oscar ini mampu mengarahkan Mission: Impossible – Ghost Protocol sebagai film aksi yang prima sekaligus mewarnainya dengan humor-humor cerdas yang menggelitik di sepanjang film.

Brad Bird menjadi tokoh penting dalam film ini. Namun tentu saja peran para pemain juga ikut membuat film ini sukses. Tom Cruise tetap menjadi jaminan. Lupakan gambaran manis Cruise di Top Gun, A Few Good Man, atau Rain Man dan film-film lain di masa mudanya. Tapi di usianya yang jelang 50 tahun ia masih tampil prima. Dan lebih ganteng bo’ 😀  Begitupun anggota tim lainnya, Jeremy Renner, Simon Pegg, dan Paula Patton menjadikan film ini disebut-sebut sebagai film action tersukses di sepanjang tahun 2011. Apa itu indikasi akan muncul seri kelima? Kita tunggu saja 🙂

Selamat menonton!

Sutradara: Brad Bird
Produser: Tom Cruise, J. J. Abrams, Bryan Burk
Penulis: André Nemec, Josh Appelbaum (screenplay), Bruce Geller (TV series, Mission: Impossible)
Pemain: Tom Cruise, Jeremy Renner, Simon Pegg, Paula Patton, Michael Nyqvist, Vladimir Mashkov, Samuli Edelmann, Anil Kapoor, Josh Holloway, Léa Seydoux, Tom Wilkinson, Ving Rhames, Michelle Monaghan

Musik: Michael Giacchino, Lalo Schifrin (themes)
Sinematografi: Robert Elswit
Editing: Paul Hirsch
Studio Paramount Pictures/Skydance Productions/Bad Robot/FilmWorks/Stillking Films/TC Productions
Durasi: 133 menit

Iklan

2 pemikiran pada “Mission: Impossible – Ghost Protocol, film action sukses di 2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s