Uggie dan The Artist, film bisu yang mendominasi Oscar


Waaaaah..gukguknya lucu bangettttt.. Itu ungkapan spontanku waktu baca info tentang Oscar 2012. Aku tidak tau dia siapa. Ku-sms kawanku, Venny Tania, seorang moviefreak yang kurasa pasti tau. “Itu yang bawa anjing di oscar sapa sih? Atau emang ada di film?” Jawabnya, “Dua-duanya. Itu dari film bisu hitam putih The Artist. Cepetan nontoooon. Mereka menang film, aktor, dan director loh..” Hmmm..aku musti nonton! Bukan karena best movie-nya tapi karena aku jatuh cinta bener liat foto si gukguk yang ternyata namanya Uggie itu 🙂 Cukup alasan sederhana itu untuk aku nonton, plus ada yg nraktir..hehehe..maniak film tapi ga modal 😀

Film diawali dengan tayangan title para pemain dalam nuansa hitam putih. Jadul pisan! Adegan pertama yang muncul adalah sebuah panggung teater yang tengah menayangkan film bisu dengan iringan musik klasik live. Penonton yang memenuhi arena tampak sangat menikmati tayangan. Di akhir pemutaran film, pemeran utamanya tampil. Dialah sang bintang ganteng, George Valentin (Jean Dujardin), aktor film-film bisu kesayangan publik. Dia tampil bersama anjing kecilnya, Jack (Uggie).

Pada masa kejayaannya, semua film George disambut baik para penggemarnya, setiap rilis baru langsung diserbu, laris manis bak kacang goreng. George yang selalu tampil dengan senyum ramah itu dinanti-nantikan kehadirannya di hadapan publik. Hingga suatu kali, dalam sebuah kemunculannya di hadapan publik ia berjumpa dengan salah seorang pemujanya, Peppy Miller (Bérénice Bejo). Si cantik yang sedang berusaha memasuki industri film Hollywood ini serasa menemukan pintu masuk. Awalnya ia cukup yakin, setelah foto dirinya -yg tanpa sengaja mencium George- terpampang di halaman depan sebuah tabloid, jalan karirnya bakal lancar. Ternyata tidak. Kesempatan baru muncul ketika ia memangkan audisi dance yang mempertemukannya kembali dengan George. Sang aktor yang baik hati inipun memberi kesempatan Peppy untuk menjajal kemampuannya. Dan sukses!

Seiring perjalanan waktu, teknologi perfilman pun semakin maju. Film bisu tak lagi menarik. Film-film baru yang diproduksi menggunakan dialog. Mau tidak mau studio film pun mulai menghilangkan produksi film bisu untuk mengikuti keinginan pasar. Tak ayal lagi, George pun mulai ditinggalkan penggemarnya. George yang mencoba bertahan dengan film bisunya pun akhirnya mencoba membuat film sendiri, mulai dari naskah, sutradara, hingga pemeran ia lakoni sendiri. Sayangnya filmnya tak ada yang sukses.

Sementara George pelan-pelan hancur, Peppy justru sedang menaiki tangga kesuksesan. Ia telah berubah menjadi seorang aktris besar Hollywood. Namun ia tak melupakan George Valentin yang pernah ia kagumi dan punya andil besar dalam karirnya. Diam-diam ia mengikuti perkembangan George, dan diam-diam pula memberikan bantuan ketika George dalam kondisi terpuruk.

The Artist mengambil seting tahun 1927-1932. Kisahnya sederhana, tentang seorang aktor yang demikian populer tiba-tiba harus mengalami kemunduran total dan upayanya untuk bangkit kembali. Cerita sederhana dengan konsep visual hitam putih dan tanpa suara, bukan hal mudah untuk menjadikan film ini menarik. Namun sang sutradara yang sekaligus penulis naskah, Michel Hazanavicius, rupanya mampu mengolah berbagai komponen di film ini dengan optimal. Jajaran pemeran hadir dengan ekspresi dan emosi tepat seperti yang dibutuhkan jalan ceritanya. Tata musik yang dimunculkan sepanjang film juga mendukung emosi cerita. Film bisu yang sama sekali tanpa mengijinkan jeda. Pengambilan sudut gambar demi gambar tampak direncanakan dengan sangat baik. Sinematografi yang indah.

Departemen pemeran diisi oleh para aktor yang tepat meski nama-nama mereka tak cukup familiar. Adalah Jean Dujardin yang tampil menawan dengan senyum cerahnya. Pasangannya, Bérénice Bejo pun mampu mengimbangi hingga yang tampak adalah chemistry yang manis di antara keduanya. Manis karena hangat dan tidak berlebih. Para pemeran lain juga tampil dengan baik seperti John Goodman, James Cromwell, Missi Pyle dan Penelope Ann Miller.

The Artist berhasil menerima banyak penghargaan. Dujardin memenangkan Best Actor Award pada 2011 Cannes Film Festival. Film ini dinominasikan untuk 6 Golden Globes, dan memenangkan 3 di antaranya. Ia juga dinominasikan untuk 12 BAFTA, dan memenangkan 7 penghargaan. Pada Academy Awards, The Artist dinominasikan untuk 10 kategori dan berhasil berhasil memenangkan 5. The Artist menjadi film bisu pertama yang memenangkan penghargaan untuk Best Picture sejak tahun 1929 (Wings, 1927). Di Perancis sendiri The Artist dinominasikan untuk 10 César Awards dan memenangkan 6 kategori. Maka The Artist telah mencatat sejarah baru: film Perancis dengan penghargaan terbanyak.

Terlepas dari semua penghargaan yang diterima, film ini berhasil menarikku karena Uggie. Love Uggie! Tapi bahwa ini film bagus, iya. Layak tonton. Mengingatnya pun sampai sekarang masih membuatku tersenyum.. Oiya, tap dance di akhir cerita keren banget! Pokoknya, selamat menonton deh.. 🙂

Sutradara: Michel Hazanavicius
Produser: Thomas Langmann
Penulis: Michel Hazanavicius
Pemain: Jean Dujardin, Bérénice Bejo, Uggie, John Goodman, James Cromwell, Missi Pyle, Penelope Ann Miller, Malcolm McDowell, Bitsie Tulloch, Beth Grant, Ed Lauter, Jen Lilley, Nina Siemaszko, Jewel Shepard, Basil Hoffman, Ben Kurland, Ken Davitian
Musik: Ludovic Bource Sinematografi: Guillaume Schiffman
Editing: Anne-Sophie Bion, Michel Hazanavicius
Studio La Petite Reine/ARP Sélection
Durasi: 100 menit.

Iklan

3 pemikiran pada “Uggie dan The Artist, film bisu yang mendominasi Oscar

  1. Iiihhh ada aku disebuttt…hehehe….UGGIEEEEEE!!! hiperaktif amat ni anak….btw sbnrnya dari bbrp film laen kaya BEginners (jack terrier namanya Cosmo) dan Hugo (kayana labrador atau apa gitu, yg ini garang) jg ada bbrp canine (dogs) yg berperan penting, tapi si Uggie ini emang jd pusat perhatian soalnya hiperaktif, teu daek cicing pisan :)))

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s