You Don’t Know Jack, ketika kematian bisa menjadi sebuah pilihan..

Terjebak hujan! Kuletakkan tas ransel, kulepas lagi jaket dan sepatuku. Hujan yang seperti ini tak bisa ditunggu. Mari menghibur diri saja. “You Don’t Know Jack” menjadi pilihan di antara sekian dvd yang belum kutonton. Film yang berkisah tentang dokter kontroversial, Jack Kevorkian yang dijuluki Doctor Death ini sebetulnya terlalu serius untuk sebuah hiburan. Tapi baiklah, Al Pacino semoga menjadi jaminan sebagai teman yg baik di sore ini. Secangkir cappucino instan, semangkok popcorn, dan 5 meong-meong..mari menonton!

You Don’t Know Jack adalah film televisi yang dirilis pada 2010 untuk diputar di HBO. Film ini diadaptasi dari “Between the Dying and the Dead: Dr. Jack Kevorkian’s Life And The Battle To Legalize Euthanasia”. Berkisah tentang seorang dokter yang pada sebuah masa dihadapkan pada sebuah pilihan: mengantarkan seorang pasien pada kematiannya. Pilihan itu kemudian diambilnya. Ditemani seorang asisten yang melakukan dokumentasi, dibantu seorang kawan untuk penyediaan fasilitas tempat, maka dimulailah proses menuju keabadian tersebut.

Pasien pertamanya seorang perempuan yang mengalami depresi hebat dan memutuskan untuk tidak mau bertahan lama dalam kehidupan fananya. Apa yang Anda bayangkan ketika kematian bisa menjadi pilihan? Yang jelas seperti digambarkan dalam film ini, sang pasien akan dihadapkan pada satu titik: akan meneruskan niat untuk mati atau kembali. Tapi perjalanan pasien pertama dr. Jack berjalan baik. Meski sempat diingatkan untuk pilihan kembali menjalani kehidupan, namun rupanya perempuan itu bersikeras untuk melanjutkan niatnya. Barangkali hidup sudah begitu tidak menarik buatnya.

Begitulah dr. Jack melakukan operasinya. Tentu saja tidak setiap pasien datang akan serta merta dilakukan euthanasia. Ada proses yang harus dijalani. Pasien dipastikan memang mengalami masalah terutama sakit yang tak tersembuhkan dan kematian menjadi pilihan terbaiknya. Ada lebih dari 130 pasien yang ‘ditangani’ oleh dr. Jack. Lantas dia pun terkenal! Wajahnya menghiasi koran dan majalah. Dia diundang hadir dalam wawancara televisi.

Gelombang protes bermunculan. Dr. Jack dianggap melakukan pembunuhan. Akhirnya tuntutan bergulir ke pengadilan. Sidang demi sidang dijalani. Para keluarga pasien bersikukuh-memberikan kesaksian bahwa dr. Jack telah memberikan bantuan terbaiknya. Namun juri memutuskan lain: Jack Kevorkian diputuskan bersalah dengan hukuman 15-20 tahun penjara.

Film ini menampilkan 12 tahun perjalanan Jack Kevorkian dalam menjalankan praktek euthanasia. Yang menarik adalah sisi lain si dr. Death ini. Ia tidak memungut biaya untuk operasinya dan tetap menjadi orang yang sederhana. Penyuka musik klasik ini bahkan digambarkan nyaris tidak pernah membeli pakaian baru. Dan kurasa Al Pacino memang orang yang paling tepat mendapatkan peran ini. Seorang pemain watak yang mampu menampilkan aneka ekspresi yang dibutuhkan dengan tepat. Maka wajar jika ia diganjar penghargaan. “You Don’t Know Jack” dinominasikan untuk 15 kategori di Emmy Award dan mendapatkan dua yaitu pemeran utama untuk Al Pacino dan penulis naskah Adam Mazer. Al Pacino juga memenangkan Golden Globe dan SAG Award untuk perannya sebagai Kevorkian.

al pacino (kiri) dan jack kevorkian (kanan)

Sutradara: Barry Levinson
Produser: Scott Ferguson, Lydia Dean, Steve Lee Jones
Penulis: Adam Mazer
Pemain: Al Pacino, Danny Huston, Susan Sarandon, John Goodman, Brenda Vaccaro
Musik: Marcelo Zarvos
Sinematografi: Eigil Bryld
Editing: Aaron Yanes
Durasi: 134 menit

*******

Film yang menarik meski alurnya agak lambat. Tapi tampaknya tidak untuk para meong. Mereka sudah langsung molor bahkan dari 5 menit pertama dimulai. Dasar meong 🙂

Iklan

2 pemikiran pada “You Don’t Know Jack, ketika kematian bisa menjadi sebuah pilihan..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s