Segera: Ketetapan Hukum Muarajambi sebagai Cagar Budaya

Ini copas saja dari rilis kawan2 Perhimpunan Pelestarian Muarajambi; mengajak kawan2 juga untuk ikut peduli. Mari.. 🙂

*******

Wamenbud Wiendu Nuryanti segera membentuk tim ahlidan menetapkan dasar hukum kawasan Muarajambi

Satu bulan setelah petisi Selamatkan Muarajambi diluncurkan, pada Kamis 8 Maret 2012 para inisiator petisi menemui Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bidang Kebudayaan (Wamenbud) Ibu Wiendu Nuryanti.  Pertemuan itu berlangsung sangat konstruktif, dimana Ibu Wiendu sebagai wakil pemerintah menyatakan sangat menghargai upaya Perhimpunan Pelestarian Muarajambi (PPMJ) dalam melestarikan Muarajambi.

Seperti diketahui, petisi Selamatkan Muarajambi diluncurkan pada 9 Februari 2012 atas ancaman kerusakan situs dari industri batubara dan sawit yang berada dalam kawasan percandian. Petisi ini meminta agar kawasan Muarajambi ditetapkan sebagai cagar budaya nasional yang dilindungi Undang-Undang, dilakukan penutupan atas industri yang mengancam kelestarian situs, serta diakuinya peninggalan bersejarah ini sebagai warisan dunia oleh Unesco.

Wamenbud menegaskan, dukungan pemerintah terhadap penetapan Muarajambi sebagai sebuah kawasan cagar budaya tak akan berhenti, apalagi setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menetapkannya sebagai Kawasan Wisata Sejarah Terpadu pada 22 September 2011 lalu. Selain itu juga, penetapan kawasan itu adalah juga sebagai upaya mengamankan UU 11/2010 tentang Cagar Budaya.

Menurutnya, pemerintah akan segera membentuk tim ahli yang antara lain terdiri dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan kabupaten, serta mereka yang memiliki totalitas dalam mendukung pelestarian Muarajambi. Tim ahli-lah yang kemudian akan merumuskan berbagai langkah demi menetapkan Muarajambi sebagai satu kawasan cagar budaya lengkap dengan petanya.

“Mendikbud juga sudah mengetahui hal ini dan sudah memerintahkan pada saya agar segera mempercepat proses penetapan Muarajambi sebagai sebuah kawasan cagar budaya dengan dasar hukum Surat Keputusan Menteri,” kata Wamenbud.

Segera setelah penetapan dilakukan, lanjut Wamenbud, maka sebaiknya harusnya segera disusul dengan penempatan tanda-tanda fisik. Untuk itu, maka ia akan menganggarkan hal ini dalam mata anggaran berikutnya. “Saya sepenuhnya setuju bila dikatakan ini adalah krisis, sehingga kita harus segera melakukan upaya-upaya menyelamatkan situs.”

Diungkapkannya, sesungguhnya bukan hanya Muarajambi yang membutuhkan banyak perhatian, tapi juga berbagai warisan budaya lain yang masing-masing memiliki setumpuk masalah yang mengepung. “Yang jelas pemerintah tak mungkin sendiri menanganinya, pemerintah membutuhkan partner seperti PPMJ,” kata Wamenbud.

*******

Dunia Meminta Muarajambi Dilindungi: Dukungan dari 86 Kota di 30 Negara

Hingga Kamis 8 Maret 2012, penandatangan petisi online Save Muarajambi sudah mencapai lebih dari 2.600 orang. Jika ditambah dengan penandatangan petisi dalam aksi keprihatinan di Jambi beberapa waktu lalu yang mencapai 1.500 orang, maka total penandatangan Petisi telah mencapai lebih dari 4.100 orang.

Petisi yang bisa diakses di  http://petitions24.com/save_muarajambi itu akan terus dibuka hingga tuntutan yang disampaikan demi kelestarian kawasan percandian Muarajambi ini terpenuhi.

Banyak dan beragamnya penandatangan Petisi menunjukkan betapa besarnya dukungan dan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian situs Muarajambi, yang kini dalam ancaman bahaya industri. Tak hanya dari dalam negeri, penandatangan petisi juga berasal dari mancanegara.

Sejumlah tokoh nasional mendukung Petisi ini, antara lain Goenawan Mohamad (budayawan), Asvi Warman Adam (sejarawan), Mundardjito (arkeolog) Guru Besar Universitas Indonesia, Elizabeth Inandiak (penerjemah Serat Centhini), Dewi Lestari (novelis) Ayu Utami (novelis), dan Trie Utami (artis). Dua tokoh akademis lain adalah Amri Marzali (antropolog) Guru Besar Universitas Andalas dan Benny Hudoro Hud (linguistik) Guru Besar Universitas Indonesia. Dua arkeolog asing ternama, yaitu Edward McKinnon dan John Miksic turut menandatangani Petisi.

Petisi ini pun ditandatangani oleh berbagai kalangan masyarakat di Jambi, baik dari tokoh-tokoh adat lokal, lembaga swadaya masyarakat, para seniman, anggota DPRD, maupun warga dan tokoh-tokoh Jambi di Jakarta.

Dukungan deras mengalir pula dari luar negeri. Ini terlihat dari ikut sertanya para penandatangan petisi dari 86 kota yang tersebar di 30 negara. Mereka berasal dari tiga benua: Amerika, Eropa, Asia. Dari benua Eropa, penandatangan terbanyak berasal dari Belanda, lalu Inggris, Jerman dan Perancis dan sejumlah negara lainnya, seperti Italia, Swedia, Latvia, Rumania dan Yunani.

Sedangkan dari kawasan Asia Tenggara, dukungan terbanyak datang dari Thailand. Yang menarik, salah seorang penandatangan Petisi berasal dari Chennai (Madras), India, tempat dimana sebuah artefak batu kuno asal Muarajambi pernah dilaporkan dikirim oleh seorang perwira Inggris pada abad 19, walau sekarang tak diketahui jelas dimana keberadaannya.

Jakarta, 9 Maret 2012

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s