Antisipasi serangan Tomcat

Diantara keriuhan pembicaraan tentang naiknya harga BBM, topik ini menyeruak: Tomcat! Tadinya cuma selewat saja mendengar dan membaca. Tapi gara-gara muncul beritanya di Kompas online hari ini bahwa si mas tom yang bukan golongan meong ini mulai masuk wilayah Jakarta, jadi pengen tau lebih detil. Baiklah, mari coba kita cari referensinya…

Banyak sekali yang menurunkan tulisan tentang binatang ini, maka kurangkum saja dari sejumlah media online yang kutemukan menjadi bentuk ini:

Apakah Tomcat itu?

Tomcat adalah sejenis serangga. Disebut juga sebagai Kumbang Rove. Ada pula yang mengenalinya sebagai Semut Semai, Semut Kayap, atau Charlie. Kumbang ini mempunyai ukuran kurang daripada 1 cm panjang. Badannya berwarna kuning gelap di bagian atas, bawah abdomen, dan kepala berwarna gelap. Bagian tengah abdomen yang berwarna hijau tua mempunyai sepasang sayap keras. Sepintas kilas, kumbang ini menyerupai semut. Kalau merasa terganggu, dia akan menaikkan bagian abdomen supaya kelihatan seperti kala jengking untuk menakuti musuh. Tomcat tidak menggigit tetapi mengeluarkan cairan.

Dimana habibat Tomcat?

Tomcat sebetulnya hidup di daerah persawahan. Petani selama ini diuntungkan karena mereka membunuh wereng. Namun laporan yang muncul akhir-akhir ini, selain menyerang kawasan yang daerah pertaniannya rusak, Tomcat juga menghajar kawasan yang pertaniannya masih bagus. (Apakah terjadi mutasi yang menjadikan Tomcat baru ini lebih ganas? Entahlah..blm ada berita lanjutannya.)

Apakah Tomcat berbahaya?

Cairan racun paederin yang dikeluarkan Tomcat, dinilai tidak mematikan bagi manusia. Dampaknya tidak terlalu berbahaya, tapi pengaruhnya berupa kulit akan mengalami iritasi dan terasa panas. Dua hari setelah terpapar cairan Tomcat, pada kulit akan tampak bintik hitam, gatal, dan berair. Kulit akan berwarna merah menyerupai lesi. Dampak terburuknya, kulit akan terasa panas dan memerah seperti terkena luka bakar, tapi tetap: tidak mematikan.

hiks..liatnya aja dah bikin gatal 😦

Apakah gatal-gatal tersebut menular?

Gatal yang disebabkan Tomcat tidak menular. Namun selain terpapar dari Tomcat langsung, penyakit ini bisa muncul melalui media perantara seperti handuk, baju, dan barang lain yang terpapar racun paederin.

Pertolongan pertama apa yang perlu diberikan kepada korban?

Cukup dibasuh dengan air mengalir, sabun, dan antiseptik di kulit yang terkena racun. Setelah itu, diberi salep kulit steroid atau antibiotik untuk penyembuhan. Hal itu dikarenakan racun Tomcat mengancung zat asam yang bisa hilang dengan dibasuh air sabun.

Apa yang harus dilakukan ketika terjadi serangan Tomcat?

Jika Tomcat menempel di kulit: jangan dipukul, karena justru cairan tubuhnyalah yang menyebabkan iritasi.  Singkirkan dulu dari bagian tubuh kita.

Apakah ada tindakan pencegahan?

Racun dari cairan Tomcat dapat dibunuh dengan menyemprotkan cairan insektisida formulasi aerosol yang dijual bebas di pasaran. Tomcat bisa mati dalam jangka waktu 30-60 menit, pasca penyemprotan. Hati-hati, jangan sampai  insektisida malah mengganggu kesehatan anak-anak atau binatang peliharaan di rumah.

Semoga bermanfaat..dan semoga bahkan tidak dikunjungi sama sekali oleh si mas Tomcat.. mending mas-mas yang lain ajalah ya.. 😀

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s