OMK Keuskupan Tanjungkarang terlibat dalam Gerakan Aktif Tanpa Kekerasan

Salah satu upaya menyiasati terbatasnya dana ketika ingin bepergian adalah dengan mengetahui apa yang akan terjadi di wilayah tujuan. Nah wilayah tujuan Bandar Lampung, selain berkunjung ke rumah Emak Kucing di Kampung Kucing adalah adanya kegiatan sosialisasi GATK. Terlalu berat mungkin untuk yang ga doyan bahasan berat. Tapi buatku sih asik-asik aja, apalagi berkaitan dengan kerjaan (padahal aku minta ongkos jalan kantor aja ya hehe..). “Nanti pulangnya diongkosin deh. Tapi bikin tulisan ya..” Begitu kata kawanku, Yuli Nugrahani yang punya gawe. Memang bukan semacam transaksi sih…karena ya itu tadi, buatku asik-asik aja.

Tulisan versi majalahnya sudah dikirimkan untuk diterbitkan di Nuntius, majalah internal Keuskupan Tanjungkarang. Entah jadinya seperti apa. Yang ini versi yang kutulis untuk web KKP-PMP KWI.

*******

Maraknya berbagai bentuk kekerasan dan semakin terbiasanya kita mengalami atau terlibat dalam situasi kekerasan justru membuat makin sulit memahami apa itu kekerasan. Menyadari kekerasan sebagai realitas kehidupan manusia, bahwa kekerasan itu ada dan dekat dengan keseharian kita, bahkan mengalami kekerasan tersebut baik sebaik korban, pelaku, mapun saksi. Atas alasan itulah Bagian Justice and Peace Keuskupan Tanjungkarang menyelenggarakan sosialisasi Gerakan Aktif Tanpa Kekerasan (GATK) untuk orang muda Katolik (OMK).  “Aksi kekerasan semakin hari bukannya berkurang melainkan bertambah. Apalagi dengan makin berkembangnya media massa yang memberikan banyak suguhan kekerasan. Karena itu gerakan aktif tanpa kekerasan harus terus digiatkan,” ungkap salah satu penggiat GATKI Keuskupan Tanjungkarang, Sr. M. Valentina, FSGM, di sela pelatihan yang berlangsung Gedung Serba Guna LA VERNA, Sabtu, 24 Maret 2012. “Apalagi anak muda sangat rentan dan mudah terjebak dalam tindak kekerasan. Maka perlu untuk mereka tahu ada alternatif lain selain kekerasan,” lanjutnya ketika ditanya alasan tim GATKI melibatkan orang muda Katolik pada pelatihan kali ini.

GATK sendiri adalah gerakan yang sudah mulai didengungkan pasca reformasi. Ide awalnya dicetuskan oleh Rm. Yosep Adi Wardaya, SJ (alm) dengan nama  Active Non Violence (ANV). Seiring berjalannya waktu, akhirnya penamaannya diubah menjadi Gerakan Aktif Tanpa Kekerasan. Seperti dikatakan fasilitator pelatihan, Pastor Serafin Dany Sanusi OSC, berbagai peristiwa kekerasan sosial yang terjadi di tanah air mendorong Gereja Katolik Indonesia untuk mempromosikan perdamaian di seluruh negeri ini. Dalam Nota Pastoral 2004 terungkap keprihatinan Konferensi WaliGereja Indonesia akan budaya baru bangsa ini dimana segala persoalan diselesaikan dengan kekerasan, yang akhirnya nyawa manusia sudah tidak ada harganya lagi. Maka Komisi Keadilan Perdamaian dan Pastoral Migran-Perantau, KKP-PMP KWI menjadikan GATK sebagai sebuah gerakan yang akan dilakukan secara berkelanjutan. Demikian halnya dengan yang dilakukan oleh Keuskupan Tanjungkarang, GATK menjadi salah satu isu penting yang menjadi agenda Bagian Justice and Peace Keuskupan Tanjungkarang.

Dalam acara ini Pastor Dany dan Yuli Nugraheni dari Bagian Justice and Peace Keuskupan Tanjungkarang mengenalkan kepada peserta beragam bentuk kekerasan yang umurnya sudah setua umur peradaban manusia. Mereka juga diajak menelisik kembali pengalaman-pengalaman kekerasan dalam kehidupan mereka sambil mendeskripsikan pengertian kekerasan menurut pengalaman mereka sendiri. Di antara materi dan diskusi peserta juga diajak menikmati film tentang kekerasan dan lagu-lagu bertema sama.

Menyikapi terselenggaranya sosialisasi berupa pelatihan untuk OMK ini, koordinator OMK PriGisKali, Titus Wisnu Winarto mengaku gembira dengan tawaran Bagian Justice and Peace Keuskupan Tanjungkarang untuk menggelar sosialisasi GATK bagi kaum muda. “Ini kegiatan pertama kami bekerjasama dengan Tim Keuskupan dalam hal ini Justice and Peace/GATKI. Kami, OMK di garis bawah yang jauh dari perhatian kegiatan-kegiatan keuskupan ini sangat rindu dengan kegiatan-kegiatan dari keuskupan. Makanya saya senang, setelah perencanaan dari Desember tahun lalu, akhirnya terealisasi,” ujarnya. Titus berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan agar OMK mendapatkan hal-hal baru, tidak hanya kegiatan seputar altar aja. “Saya tidak ada target khusus. Harapannya teman-teman OMK tahu ada gerakan itu, mengenal, dan memulainya dari diri sendiri dulu. Setelah itu bisa berbagi dan belajar bersama dengan OMK yang lainnya,” tambahnya.

Pelatihan yang berlangsung selama 2 hari ini diikuti oleh OMK Prigiskali yang mewakili 3 paroki yakni Pringsewu, Gisting, dan Kalirejo, dan asrama sekolah St. Elisabeth, guru SD Fransiskus, serta biarawati FSGM. Tak kurang dari 60 peserta hadir dalam pelatihan ini.

 Peserta Sosialisasi GATK Keuskupan Tanjungkarang: Kami Menolak Kekerasan

Apa kata mereka?

Dua pertanyaan disampaikan kepada 3 orang peserta, (1) bagaimana kesan terhadap pelatihan ini, dan (2) apa rencana tindak lanjutnya, secara pribadi maupun komunitas atau organisasi. Dan inilah jawab mereka:

Ella, ketua OMK Stasi Panutan Paroki Pringsewu: Pelatihannya asik, dapat mengetahui lebih banyak tentang GATK. Secara pribadi akan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari, dan untuk organisasi setelah pelatihan akan langsung disosialisasikan melalui rapat.

***

Sr. Maria Anastasia FSGM: Sungguh-sungguh tertarik karena di jaman ini, bukan hanya di luar, di dalam biara pun ada benturan-benturan meskipun bentuknya berbeda. Secara pribadi akan melakukan refleksi diri mencari solusi untukmemecahkan masalah baik dari sisi pelaku maupun korban. Sedangkan untuk komunitas akan mengagendakan untuk duduk bersama dalam pertemuan, dan merencanakan karya untuk lingkungan terdekat.

***

Dewi, ketua Asrama St. Elisabeth: Bangga bisa ikut pelatihan ini karena diajak untuk mengembangkan kreativitas terutama menyangkut GATK. Secara pribadi akan menjadikan sikap aktif tanpa kekerasan untuk diri sendiri dan teman-teman dekat. Sedangkan untuk komunitas akan langsung berbagi pengalaman, setidaknya untuk penghuni asrama.

***

Iklan

6 pemikiran pada “OMK Keuskupan Tanjungkarang terlibat dalam Gerakan Aktif Tanpa Kekerasan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s