Sepekan bersama Kuci Meong…

Dia nyaris menyeberangi Cikini Raya yang ramai pada lepas magrib. Menyentuhnya, mengusik haruku.. Kulihat sekeliling tidak tampak ibu meong dan meong kecil lainnya. Agak ragu juga untuk membawa pulang ke tempat kost yang -untuk manusia saja- sumpek itu. Kata si Emak Kucing, bawa saja..rejeki. Baiklah..akhirnya kumasukkan tas kainku, dan kubawa pulang. Aku lantas teringat kawanku, Akang Miftah yang beberapa hari sebelumnya bilang ingin adopsi kucing. Semoga ini rejekinya.. Bagitulah harapku pada malam itu, 27 Maret 2012.

Hari pertama langsung terlelap bersama unyit...

Hari pertama langsung terlelap bersama unyit...

Lewat obrolan dengan kawan-kawan permeongan di fb, terutama Meong Nia, akhirnya si kecil ini kunamai Kuci. Dia meong kecil yang ramah, suka bermain, manja. Meski meong jalanan dia sehat dan bersih. Tak kutemukan satupun kutu di antara bulunya. Dan seperti meong kecil pada umumnya, tingkahnya ajaib. Kadang pulang kerja kucari-cari, dia menyelipkan diri diantara buku. Begitu pintu dibuka langsung keluar dan dengan riang gembira kutemukan sedang nongkrong di pinggir jalan. Malam tidur tiba-tiba menghilang, lalu kutemukan di dalam tas. Dia suka sekali menyentuh mukaku dengan tangannya. Bukan cuma itu, digigitinya kelopak mata dan hidungku. Hahaha..kocak memang tuh anak!

Kuci meong nonton Puss in Booth. Nonton???

Kuci meong nonton Puss in Booth. Nonton???

Potongan tubuh Kuci xixixi

Potongan tubuh Kuci xixixi

Sabtu, 30 Maret, sore trakhir sebelum besok paginya akan dijemput temanku, kuajak Kuci bermain. Kali ini agak jauh, ke Taman Ismail Marzuki. Kubayangkan dia pasti akan berlarian riang gembira. Dan itulah yang terjadi.. Bersama Venny Tania, kubawa si kecil ini ke taman bagian belakang TIM. Dia gembira mengalami banyak perjumpaan…kucing besar, tanah lapang, tanaman-tanaman termasuk pohon tinggi yg dia jajah juga. Lalu sempat menghilang dan bikin panik…

Tante Venny ngabohtram...bareng meong :D

Tante Venny ngabohtram di atr gedung dan taman...bareng meong 😀

Kuci meong penasaran sama meong kuning

Kuci meong penasaran sama meong kuning

Kuci diantara bunga..

Kuci diantara bunga..

Siap-siap lompat naik pohon!

Ini tante Venny ikut bergaya…ala sinetron!
Tante Venny bergaya ala sinetron!
Minggu pagi… saatnya berpisah dengan Kuci meong.

Bersama Kuci meong di hari terakhir dan pengasuh barunya

Kenangan terakhir bareng ibu meong dan kakak, pengasuh barunya..

Ada yang hilang. Ada yang hilang seiring berlalunya mobil kawanku dari hadapanku. Baik-baik ya, Kuci meong…

Kuci meong, antara sendok dan sepatu

Kuci, antara sendok dan kaki

Love you little kitty…

*sampai sekarang tiap melintas di depan Kasoem Cikini Raya aku selalu menyebut namanya: Kuci! :)*

Iklan

9 pemikiran pada “Sepekan bersama Kuci Meong…

  1. hahaha lucuuuu…..dua kucing yg awalny musuhan jadi bernama sama akhirnya…kalo yg di cikini romeong pipi cemong, si kuci romeong item-putih…

  2. Hi..it’s me (FB Nafeeza)… lucu banget ya si kuci….hadeeuhh…dia sama spt si camerong kucingku, doyang berpetualang krn curiosity-nya gede :))) smoga cepat pulang

    • ya ya…kurasa curiosity emang tinggi. dia sempet tinggal di kamar kostku 5 hari. sepanjang pagi ampe sore ditinggal. itu begitu pintu dibuka lgsg lari, ke belakang, ke depan, menyelinap kemana2. ga punya takut! ada kucing gede jg cuek. sekali pernah masuk halaman tetangga berpagar tinggi. jadinya nungguin aja aku di depan pagar. duh! lucu anaknya. pengennya ngrawat sendiri, tp kasian kalo ditaruh di kamar terus. semoga begitu curiositynya terjawab, tuh anak balik ke rumah induk semangnya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s