Men In Black 3, memerangi alien pada Flower Generation Era

Mari bicara tentang film. Lagi? Yup! Tapi bukan Bel Ami, teuteup hehe… Si Aa Pattinson itu nanti dulu deh. Yang jelas not recomended sama sekalilah. Kecuali -kalau istilah kawanku, Yuli- sedang ingin nonjok orang, tontonlah film itu 😀

Kita bicara Men In Black 3 aja. Meski tidak se-ditunggu2 Harry Potter atau Batman yang akan segera terbit, MIB3 menjadi salah satu film yang sedang ditunggu-tunggu penggemarnya. Tapi di XXI Plaza Indonesia semalam tidak ramai penonton. Mungkin menunggu akhir pekan ya?


MIB3 masih mengisahkan dua orang agen, K (Tommy Lee Jones) dan J (Will Smith) dengan black tuxedo khas mereka. Sony Pictures membutuhkan waktu 10 tahun untuk membuat film ketiganya ini. Dan tampaknya mereka terkesan dengan Barry Sonnenfeld, sehingga sutradara ini masih dipilih untuk memimpin Smith dan Jones.

Pada film ketiga ini K dan J berhadapan dengan alien jahat bernama Boris (Jemaine Clement). Adegan dibuka dengan bertamunya seorang perempuan seksi ke sebuah penjara yang tampak dijaga ketat, bukan saja oleh penjaga tapi juga gedung yang kokoh dan rapat dengan teknologi canggih. Tak tanggung-tanggung, karena kejahatan tingkat tinggi Boris dibui di bulan. Namun berkat akal Boris The Animal dan dengan bantuan perempuan tersebut ia bisa meloloskan diri. Satu-satunya tujuan Boris meloloskan diri adalah untuk membunuh K, agen yang telah membuat buntung tangan kirinya. Bukan cuma membunuh K, tapi juga mengembalikan tangannya ke kondisi semula. Tak ada cara lain selain membunuh K di waktu lampau. Dia butuh time traveller machine, yang akan membawanya kembali ke tahun 1969.

Sementara itu ada sedikit konflik yang muncul antara agen J dan K. Tidak berlebihan sebetulnya, J hanya ingin mendapatkan jawaban atas pertanyaan tentang rahasia semesta yang disembunyikan K. Hingga suatu saat J mengalami keganjilan. Ia tiba-tiba berada dalam sebuah keadaan dimana tak seorang pun mengenal K. Jawaban ia dapat dari Agen O (Emma Thompson) yang memberitaunya kalau agen K mati dalam tugasnya di Florida, 40 tahun sebelumnya. Di tangan Boris. Tak punya pilihan lain, J memutuskan kembali ke tahun 1969, mencoba mendahului keberangkatan Boris.

Sampailah J di masa lalu, dan berjumpa dengan agen K muda (Josh Brolin). Konflik sempat terjadi hingga kemudian mereka memutuskan bekerjasama. Terlambat. Boris muda melakukan serangan, Boris tua datang membantu. Lengkap. Pertarungan dua pasang yang masing-masing dari masa lalu dan masa kini. Tentu saja pertarungan berakhir dengan kemenangan agen K dan J. Bukan sekedar pertarungan yang usai, pertanyaan J untuk K pun terjawab dalam lawatan ke masa lalu ini.

Aku tidak pernah nonton Men In Black sebelumnya. Ada beberapa poin yang mustinya kelanjutan, aku mis. Seperti tentang alat penghapus memori, tentang bermacam alien dengan bentuk yang aneh-aneh dan nggilani..tapi tak terlalu mengganggu. Mungkin malah jadi keuntungan tersendiri, karena aku tak terpengaruhi alur cerita sebelumnya yang konon sempat jeblok secara kritik dan penghasilan. Pun dengan informasi yang kudapat kemudian tentang kejenuhan film franchise yang punya kecenderungan membuat alur kembali ke masa lalu. Ndak ada masalah buatku. Sejauh kemarin aku tonton, oke. Di bagian tengah sempat mengalami penurunan intensitas memang, tapi kembali dikebut oleh aksi mereka.

Men In Black tampil dalam 3 dimensi yang optimal. Kurasa begitu meski aku tak terlalu banyak nonton film 3D. Tajam. Teknologi yang disajikan pun menarik. Baik yang di masa kini maupun di masa lalu. Jadul tapi tetap menonjolkan ide uniknya. Lalu menjadi kegembiraan tersendiri buatku ketika film menampilkan era 1969. Flower Generations! Tidak terlalu kental memang nuansanya. Namun penyebutan sejumlah tokoh generasi itu disebut, seperti The Rolling Stones dan Janis Joplin, dan juga kemunculan Andy Warhol adalah kegembiraan tersendiri buatku. Haha..seru!

Secara keseluruhan, aku puas nonton film ini. Beberapa titik yang bolong tertutupi oleh humor yang tersaji di sepanjang cerita. Tidak ‘terlalu action‘ tapi menarik karena karakter-karakter yang ditampilkan. Jajaran pemain melakukan tugasnya dengan baik. Smith seperti biasa, selalu berhasil mengundang tawa. Bahkan ketika mencoba berekspresi serius. Dan susu coklatnya! 🙂 Pengulangan kalimat-kalimat tertentu di masa kini dan masa lalu pun terdengar lucu. Hal menarik lainnya tentu saja adalah penampilan dua K. Kurasa Josh Brolin berhasil memerankan agen K muda dengan sangat baik. Dan yang perlu diapresiasi juga adalah sang penata rias, Rick Baker, yang sukses mendandani 150 alien yang terlibat di film ini.

So, selamat menonton! 🙂

Sutradara: Barry Sonnenfeld
Produser: Walter F. Parkes, Laurie MacDonald
Pemain: Tommy Lee Jones, Will Smith, Josh Brolin, Jemaine Clement, Emma Thompson, Michael Stuhlbarg
Penulis: Etan Cohen (Screenplay), base on The Men in Black by Lowell Cunningham
Musik: Danny Elfman
Sinematografi: Bill Pope
Editing: Don Zimmerman
Studio     Amblin Entertainment
Parkes + MacDonald Imagenation
Hemisphere Media Capital
Durasi: 106 menit

*sambil makan siang dari warung tegal hasil belanja pagi tadi di dekat kantor. ni warung tampaknya menarik juga untuk dijadikan cerita ya 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s