Transit Venus 2012 dan momentum 251 tahun di Batavia

09.45. Tidak ada tanda apa-apa di langit Cikini. Yup, sudah pasti. Peristiwa Transit Venus tidak tertangkap mata biasa.

Seperti dikabarkan berbagai media rubrik science, hari ini akan terjadi sebuah fenomena alam langka: Transit Venus. Transit berlangsung mulai pukul 05.14 pagi tadi hingga 11.50 siang ini (WIB). Fenomena ini merupakan saat di mana Venus melewati permukaan Matahari, tampak sebagai bintik berwarna hitam.

Transit Venus pada 8 Juni 2004

Transit Venus pada 8 Juni 2004

Sudah sedari bulan lalu Kompas memberitakan tentang bakal terjadinya peristiwa ini. Karena mereka juga punya gawe menggelar diskusinya pada akhir Mei lalu terkait fenomena alam ini. Mengapa kejadian ini dianggap luar biasa? Transit Venus menjadi fenomena astronomi langka dengan periode urutan kejadian 8, 121, 5, 8, dan 105,5 tahun. Terakhir kali, fenomena ini terjadi tahun 2004. Tahun ini kebetulan memasuki periode 8 tahun sehingga Transit Venus akan kembali terjadi tahun 2012. Setelah itu, fenomena ini kita jumpai lagi pada 105,5 tahun yang akan datang, atau tahun 2117.

Hari ini juga disebutkan sebagai perayaan peristiwa 251 tahun lalu, salah satu momen yang menandai perkembangan astronomi di Nusantara. Pada 6 Juni 1761, fenomena astronomi Transit Venus terjadi. Masa itu, konon Jakarta mempunyai peran penting. Astronom asal Inggris, Edmund Halley (penemu komet pertama), merekomendasikan Jakarta sebagai tempat pengamatan terbaik saat itu. Jakarta (ketika itu Batavia) dianggap memberikan sumbangan bagi penghitungan jarak Bumi-Matahari, satu tantangan besar dalam dunia astronomi kala itu.

Seperti apa runutan ceritanya hingga Jakarta ditetapkan sebagai tempat penghitungan paling strategis? Paper Robert H van Gent dari Universitas Utrecht, Belanda, di Proceedings International Astronomicakl Union (IAU) tahun 2005 menceritakan bahwa pada tahun 1760 astronom Perancis, Joseph-Nicholas Delisle, mengirimkan surat kepada astronom Belanda, Dirk Klinkenberg, untuk bisa membantu astronom Perancis mengamati Transit Venus di Batavia.
Pada saat yang sama, Deslie juga mendengar bahwa Royal Society of London akan mengirim dua astronomnya, Charles Mason and Jeremiah Dixon, untuk melihat Transit Venus di Sumatera. Akhirnya Deslie berpikir pengiriman astronom Perancis tak diperlukan. Ia meminta Klinkenberg untuk menghubungi pemerintah VOC di Batavia agar bisa menugaskan orang untuk melakukan pengamatan.

Awalnya, tugas akan diberikan kepada Pieter Hermanus Ohdem, ahli matematika dan navigasi yang saat itu juga berpengalaman mengamati komet Halley. Akan tetapi, ternyata, Ohdem sudah dipulangkan ke Belanda tahun 1760. Akhirnya pengamatan Transit Venus diserahkan kepada Gerrit de Haan, Kepala Departemen Pemetaan di Batavia, dan Pieter Jan Soele yang saat itu menjabat  kapten kapal VOC.

Pengamatan dilakukan dari pantai wilayah Sunda Kelapa, di tanah milik Pastor Johan Maurits Mohr. Sebelum pengamatan, Mohr juga diminta menjadi penerjemah peta pengamatan Transit Venus buatan Deslie. Pada hari H, pengamatan berhasil dilakukan dari awal sampai akhir transit, menggunakan dua teleskop reflektor Gregorian dengan fokus 18 dan 27 inci, oktan London Instrument, dan jam saku. Observasi dilakukan oleh de Haan dan Soale, sedangkan Mohr menulis laporan hingga akhirnya diterbitkan di Verhandelingen  tahun 1763.

Setelah 1761, Transit Venus terjadi pada tahun 1769. Menyongsong Transit Venus inilah, Mohr benar-benar mengembangkan dunia astronomi di Indonesia. Salah satu bentuknya adalah membangun observatorium yang berlokasi di Gang Torong, kawasan Petak Sembilan. Bangunan observatorium telah rusak akibat gempa tahun 1780. Area observatorium tersebut saat ini dipakai sebagai area sekolah SD Katolik Ricci.

Kini, seperempat milenium kemudian, Transit Venus kembali terjadi di tanggal yang sama. Itulah mengapa peristiwa ini menjadi penting bagi Batavia. Sebuah perulangan sejarah.

Kita tunggu saja foto-foto terbaru hasil bidikan Komunitas astronomi yang hari ini menggelar pengamatan langsung.

sumber: kompas.com

Iklan

2 pemikiran pada “Transit Venus 2012 dan momentum 251 tahun di Batavia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s