Sega Kucing dan Susu Jahe di Angkringan Gondangdia

“Aku sama temen-temen mau bikin usaha bareng, Mbak..bikin angkringan.” Begitu kata adiknya adik iparku. Angkringan? Apa itu? Hohoho…maaf saudara-saudara, aku tidak kenal angkringan! Obrolan itu sekitar 2 tahun lalu. Padahal selama 16 tahun sampai dengan tahun itu tiap mudik selalu melewati Jogjakarta. Dan padahal istilah angkringan sendiri konon sudah muncul sejak tahun 50-an. Wedeewww…kamana wae, Neng?

Angkringan berasal dari kata angkring atau nangkring. Artinya duduk santai. Konsepnya sebetulnya tak jauh beda dengan warung-warung kaki lima yang bermunculan kemudian di berbagai tempat: gerobak dengan bagian atas dilapisi terpal atau tenda plastik, dengan tempat duduk bangku panjang. Yang mungkin membedakan adalah angkringan memiliki jam operasi mulai sore hingga dini hari.

Awalnya angkringan menjadi tempat singgah rakyat kecil yang umumnya berprofesi sebagai sopir, tukang becak, dan delman. Namun seiring perjalanan waktu rupanya ada perubahan cara pandang, bukan hanya ‘rakyat kecil’ tapi juga berbagai kalangan. Maka tak jarang kita jumpai angkringan ditongkrongin mahasiswa, seniman, pegawai kantor, pejabat, dan lain-lainnya.

Menu wajib di angkringan biasanya adalah Sega Kucing, berupa nasi sekepal dengan lauk sekadarnya. Menu tambahannya yang macam-macam. Ada bacem tahu-tempe, sambel goreng tempe, sate-satean seperti sate telur puyuh, sate usus, sate baso, sate otak-otak, dll. Teman minumnya biasanya wedang jahe, susu jahe, teh manis, air jeruk, jeruk jahe, dan kopi.

Nah..kalo kawan ada di Jakarta dan belum pernah datang ke angkringan, atau lagi kangen dengan angkringan Jogja atau Solo yang dulu biasa dikunjungi, datanglah ke angkringan di Gondangdia. Lokasinya tidak jauh dari jembatan rel kereta di atas Gondangdia. Bukan..bukan punyaku (meskipun pengennya begitu hehe).. ini angkringan biasa kudatangi kalau malem-malem laper atau iseng pengen minum panas. Atau akhirnya nongkrong karena terjebak hujan seperti semalam 🙂


Menu rutin: sebungkus Sega Kucing dan Susu Jahe.

Iklan

6 pemikiran pada “Sega Kucing dan Susu Jahe di Angkringan Gondangdia

  1. dulu saat masih merokok, sering aku mampir di angkringan lebak bulus. makan 2-3 bungkus, lalu merokok ditemani susu jahe. asik tenan,,,,sejak stop merokok, dorongan ke sana tiba2 surut juga. entah kenapa.

    nah, beberapa waktu lalu, di belakang kantor juga ada angkringan. kami, aku dan nazmuddin (kenal kan? hehehe), suka ke sana. sambil ngadu bako, belakangan, eh, gak pernah nongol lagi…

    ya, kangen juga ke angkringan…:))

    • jadi inget, kemarin juga begitu. hujan deras, bersebelahan dengan dua mas2 yang dua2nya ngebul… kayanya enaaaaaaak banget ngerokoknya. rasanya pengen bilang, “cik ah, a..sabatang weh” 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s