Itang Meong and Her New Babies (Mengapa Binatang Peliharaan Perlu Disteril? Seri-2)

Ketika catatan ini terbit, aku sudah jauh meninggalkan Jakarta. Semoga segala sesuatunya lancar. Post ini kubuat pada Sabtu malam (23/06). Mustinya sih aku bertambah setahun persis di hari ini. Dan kalau ternyata aku benar-benar tiba di hari ini, aku cuma ingin berterimakasih sama Tuhan, untuk segala hal yang berlaku dalam hidupku πŸ™‚ Termasuk keberadaan meong-meong yang selalu memberiku kegembiraan.

*

Seorang kawan lama, kawan SMA, bertamu ke rumah kecilku di Bandung. Bukan, aku tidak akan bercerita tentang kawan ini. Tapi tentang meong yang tiba-tiba datang, dan langsung sibuk mainin tali sepatu kawanku.

Aku ga tau siapa dia. Karena setelah itu raib, ga pernah datang lagi. Hingga suatu kali yang lain dia datang dengan luka yang dalam. Entah apa sebabnya. Luka itu menyerupai sumur. Kuberi dia obat bubuk. Hanya ketika dia datang ke rumah, minta makan. Suka-suka dia saja, datangnya kapan. Waktu itu sudah kuberi nama, Itang. Itang dalam bahasa Manado artinya hitam. Sebetulnya dia lebih berwarna coklat asam daripada hitam. Nama itu sebagai pengingat kenanganku akan anjing kecil hitam yang sempat kupelihara waktu di Manado dengan nama yang sama.

Lukanya sembuh, dan ia menghilang lagi. Entah kemana. Tapi datang lagi dalam keadaan bunting. Melahirkan. Waktunya hampir berbarengan dengan Gadis meongku yang juga melahirkan. Dia sempat bantu menyusui anak-anak Gadis, karena meongku yang satu itu..duuuh..kayanya ogah jadi ibu2! Tapi seperti halnya anak-anak Gadis yang satu per satu mati, begitupun anak Itang.

Lalu dia pergi lagi. Ini memang meong ajaib yang pernah ada di rumah. Bener-bener suka-suka dia aja datang dan perginya. Dan herannya, datang ke rumah kalau ga sakit ya bunting. Dan dia memang lalu datang lagi, bunting lalu melahirkan di rumah. Tapi keempat-empatnya mati. Kali ini Itang tidak pergi. Aku ke Jakarta dan dia menetap. Hmmm…dia pikir itu rumah siapa ya, mau tinggal ketika aku ga di rumah? *ga habis pikir*


Nah terakhir kali Itang sudah melahirkan lagi. Anaknya tiga. Kali ini aku berharap semuanya bakal sehat. Entah nanti dikasih makan apa (Ibu Meong lagi krisis nih..), tapi akan kurawat kalian. Sehat terus ya, bayi-bayi…

Kuduga ini adalah bapaknya anak2 Itang πŸ˜€

Dan Itang! Siap-siap dioperasi tim steril Perkumpulan Kucing Domestik Bandung (PKDB) pada 14 Juli nanti yaaaaa.. Awas kalo kabur lagi!

Tulisan sebelumnya:
* Spaying and Neutering (Mengapa Binatang Peliharaan Perlu Disteril? Seri-1)
* Kisah Jova, meong kuningku (Mengapa Binatang Peliharaan Perlu Disteril? Seri-3)

 

Iklan

2 pemikiran pada “Itang Meong and Her New Babies (Mengapa Binatang Peliharaan Perlu Disteril? Seri-2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s