Lelaki Pembawa Bunga

Wajahnya menekuri bumi. Tidak, bukan menunduk. Ia hanya menarik kepalanya dalam sudut yang mungkin paling nyaman. Membuat lekuk dengan presisi untuk sebuah kegelisahan di salah satu ruang otaknya. Kepalanya bertutupkan topi rajut. Menahan angin pada siang berkabut. Tapi baju yang dikenakannya biasa. Tanpa sweater dan syal. Tanpa jaket dan sarung tangan. Ruap dingin yang mengalir dari puncak bukit rupanya tak mempengaruhinya. Dingin sungguh tak mengusiknya. Pada pundaknya bersilang selempang tas punggung tanpa beban berarti. Hanya keriuhan warna-warni yang menyesaki saku-saku tas yang dibiarkannya terbuka. Bunga aneka bentuk dan rupa terselip di antaranya.

Dia laki-laki pembawa bunga. Bukan bunga sembarang. Bunga ia petik jauh di perbukitan. Bunga yang konon lebih indah kering sebagai hiasan. Aku tak suka. Keindahan bunga adalah saat bergelayut mesra pada tangkainya. Tapi tak mengapa. Laki-laki itu menjadi pengecualian. Biar saja rangkaian bunga itu dalam genggaman.  Meski aku tau, sorot matanya tak tertumpu pada bunga itu.

Aku jatuh cinta padanya. Aku jatuh cinta pada laki-laki pembawa bunga. Laki-laki yang memunggungiku, tak menekuri bumi tak pula menatapi bunga. Barangkali menghayati yang tak kasat mata. Ingin  kupalingkan wajahnya dan kulihat matanya. Aku menduga ada sunyi di sana. Tapi bagaimana caranya? Aku tak tau namanya!

“Mbak, jadi ga?”
“Eh..eh..jadi apa ya, Mas?”
“Jadi ga beli lukisannya?”
“Oh…ehmm..saya liat yang laen dulu ya..”
“Mbak ini gimana, udah setengah jam nongkronginnya. Kirain mau beli!”
“Eh..iya, Mas..yang lainnya juga mau ditongkrongin setengah jam kok.”

*ngeloyor pergi…meninggalkan lukisan ”lelaki pembawa bunga”*

Iklan

7 pemikiran pada “Lelaki Pembawa Bunga

  1. aku takkan pernah berhenti
    akan terus memahami, masih terus berfikir
    bila harus memaksa atau berdarah untukmu
    apapun itu asal kau mencoba menerimaku

    dan kamu hanya perlu terima
    dan tak harus memahami
    dan tak harus berfikir
    hanya perlu mengerti aku bernafas untukmu
    jadi tetaplah di sini dan mulai menerimaku

    cobalah mengerti
    lirik & lagu : peterpan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s