Workshop Membuat Kertas Daur Ulang Bersama Mukti-Mukti (1)

Kita harus bekerja. Singkirkan kemalasan. Dan negeri ini memang harus dipimpin para pekerja, bukan seperti sekarang. Mukti-mukti bicara berapi-api. Penyanyi balada ini sedang menanggalkan gitarnya, untuk sementara waktu menjadi tukang kertas. Keponakanku menatapnya tak berkedip. Entah takjub entah tak mengerti. Hehe..

mukti-mukti

Tapi workshop membuat kertas daur tetap berlangsung, di antara ketidakmengertiannya tentang penjelasan ekonomi kerakyatan dan hujan yang menderas. Nanti lagi kita belajar lebih banyak ya, keponakan. Mari sekarang kita bikin kertas saja, lembar demi lembar.

***

Pemanfaatan limbah kertas untuk kertas daur ulang dapat menjadi bagian dari gerakan cinta bumi. Agar pohon-pohon yang menaungi bumi tak terus menerus dihabisi. Agar air tanah pun terus menghidupi.  Kertas daur ulang juga memiliki nilai ekonomi. Detil tekturnya menarik untuk digunakan berbagai keperluan cetakan bernilai seni. Manis juga untuk dekorasi. Jadi, mari kita bikin 🙂

Membuatnya pun tidak terlalu rumit. Tak perlu pula muluk2 menunggu memiliki peralatan lengkap. Seadanya tapi tepat guna juga tak mengapa.

Apa saja bahan dan alat yang dibutuhkan?

1. Kertas. Kertas yang akan didaur ulang bisa aneka macam. Pilah-pilah, karena akan menghasilkan dampak yang berbeda. Misalnya kertas koran hasilnya hitam keabuan, HVS hasilnya putih, kardus dan kertas coklat hasilnya warna krem alami. Perlu diperhatikan juga ketebalan kertas. Karena itu akan berpengaruh pada lama perendaman.

2. Ember atau wadah untuk merendam kertas.

3. Blender untuk menghaluskan kertas yang sudah direndam.

4. Container atau wadah untuk campuran bahan kertas.

5. Papan untuk alas mencetak

6. Alat pencetak berupa screen dengan alas pigura yang dapat diangkat-dipisahkan.

7. Paralon kecil atau alat apapun untuk meratakan cetakan sekaligus memeras air campuran kertas. Tambahkan spon penghisap untuk mempercepat penyerapan air yg tak diperlukan.

8. Kain kassa untuk alas cetakan. Bisa juga menggunakan plastik, tergantung tekstur yang diinginkan.

9. Bahan pewarna. Menggunakan bahan pewarna alami lebih disarankan. Karena bahan kimia akan merusak tanah. Apa saja misalnya pewarna alam? Kunyit untuk kuning, daun jati untuk merah, daun suji untuk hijau, dsb, bisa dicoba-coba saja.

10. Bahan pewangi dan campuran serat jika dibutuhkan.

Lebih kurang cara bikinnya begini:

1. Kertas direndam dalam ember. Patokannya: kira-kira 24 jam untuk kertas koran, 48 jam untuk kertas putih, 4 hari untuk majalah dan kardus. Atau bisa dikira-kira saja. Sebaiknya kertas disobek kecil untuk mempercepat proses pelunakan.

rendam kertas dalam wadah

2. Blender kertas yang sudah direndam hingga menjadi bubur.

3. Masukkan bubur kertas ke dalam wadah yang berisi air. Tingkat keenceran menentukan ketebalan kertas. Jika menginginkan tekstur, bahan campuran dimasukkan dalam wadah ini. Juga pewarna dan pewangi jika dibutuhkan.

campur bubur kertas ke dalam air

4. Masukkan screen ke dalam campuran bubur kertas. Angkat. Atur scren sejajar agar hasil kertasnya rata.

masukkan screen ke dalam campuran bubur kertas, saring. *ini dia galih, sang keponakan*

5. Telungkupkan screen ke atas kain kassa yang sudah disiapkan. Tekan-tekan screen dengan paralon atau alat tekan lain agar air turun dari screen. bantu dengan spon untuk menyerap kelebihan air.

siap mencetak kertas ke lembar kassa

6. Angkat screen. Jika proses pelepasan berhasil, kertas basah akan menempel sempurna pada kain kassa.

7. Kain bersama kertas basah tercetak sudah bisa ditiriskan. Bisa digantung atau cukup diletakkan miring. Diangin-anginkan hingga kering.

angin2kan kertas yang sudah tercetak

kertas-kertas siap panen

boleh juga dijemur di bawah matahari langsung *ini maksudnya hanya ingin menampilkan tangan ibu meong 🙂 *

8. Setelah benar-benar kering, kertas bisa diangkat. Kumpulkan di satu tempat dan beri beban seukuran kertas untuk mendapatkan lembaran yang rata.

wa dadang panen kertas yg sudah kering

sisihkan kain kassa yang baru dipakai

kertas-kertas hasil panen, siap ditumpuk dan diberi pemberat agar rata sempurna

Selesai deh! Tinggal dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Misalnya bikin box manis ini..

box mungil manis dari kertas daur ulang

Pada workshop kemarin, Kang Mukti mencontohkan cara membuat box. Besok lagi yaaa..

Iklan

4 pemikiran pada “Workshop Membuat Kertas Daur Ulang Bersama Mukti-Mukti (1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s