Tama, ketika seekor kucing jadi kepala stasiun

Mengenal bahasa dan budaya Jepang: POST 17

jlmc - tama kepala stasiunJepang memang unik. Bagaimana mungkin seekor kucing diangkat sebagai kepala stasiun? Tapi itulah yang terjadi 🙂

Tama adalah kucing betina belang tiga yang memiliki jabatan khusus sebagai kepala stasiun sekaligus pejabat eksekutif Wakayama Electric Railway di Stasiun Kishi, Kinokawa, Prefektur Wakayama, Jepang. Pelantikan tersebut dilakukan pada 5 Januari 2007 dan mendapat liputan media massa. Setahun berikutnya Tama naik pangkat dari kepala seksi menjadi super kepala stasiun. Lalu ia kembali diangkat secara resmi oleh Wakayama Electric Railway sebagai pejabat eksekutif mulai 3 Januari 2010.

Tentu saja Tama tidak melakukan fungsi sebagai kepala stasiun yang sesungguhnya. Ini merupakan bagian dari promosi yang dilakukan oleh perusahaan pengelola jalur kereta api lokal Kishigawa. Jalur ini nyaris ditutup karena terus merugi. Rupanya upaya ini membuahkan hasil. Sebelum Tama diangkat sebagai kepala stasiun, pengguna jasa Stasiun Kishi hanya mencapai 700-an orang per hari. Setelah Tama bertugas, total pengguna jasa stasiun meningkat 17%. Sepanjang Minggu Emas 2007, pendapatan dari penjualan karcis Ichigo Densha (sebutan untuk kereta api di jalur Kishigawa) meningkat sebesar 40% dibandingkan tahun sebelumnya. Bahkan dosen pascasarjana ekonomi Universitas Kansai, Katsuhiro Miyamoto, dalam penelitiannya menyebutkan setahun setelah Tama diangkat sebagai kepala stasiun, Prefektur Wakayama menerima dampak ekonomi tidak langsung (efek limpahan) sebesar 1,1 miliar yen akibat peningkatan jumlah wisatawan. Berita meningkatnya kunjungan wisatawan ke Stasiun Kishi berkat Kepala Stasiun Tama juga diangkat oleh media massa luar negeri, termasuk CNN.

Sebagai kepala stasiun, jam kerja Tama dari Senin hingga Sabtu, mulai sekitar pukul 09.00 hingga 17.00 pada musim panas dan sekitar pukul 10.00 hingga 16.00 pada musim dingin. Ketika stasiun sedang didatangi banyak pengunjung, Tama dimasukkan ke dalam kotak kaca kamar kepala stasiun. Ketika stasiun sedang sepi, Tama naik ke atas meja di depan kios atau di atas gerbang karcis. Dan tentu saja ruangan Tama dilengkapi kotak pasir kucing di tempat yang tak terlihat pengunjung ^_^

sumber: wikipedia

Mau mengenal lebih dekat bahasa dan budaya Jepang? Gabung yuk! New_Picture[1]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s