Belajar dari Konosuke Matsushita

Mengenal bahasa dan budaya Jepang: POST 22

jlmc-konosuke matsushita“Mono wo tsukuru kaisha wa hito wo sodateru kaisha,” kata Konosuke Matsushita, pendiri Matsushita (Panasonic) group. Terjemahan bebasnya adalah “Perusahaan yang memproduksi barang adalah perusahaan yang mengasuh manusia”.

Konosuke Matsushita adalah sosok yang kharismatis. Dia menempatkan manusia sebagai sentral dalam pengembangan perusahaan atau bisnisnya. Itulah yang dia tunjukkan dalam berbagai episode kehidupannya.

Ada sejumlah cerita menarik tentang keputusan-keputusannya yang tidak lazim dilakukan di dunia usaha. Terlebih dengan posisinya sebagai pendiri perusahaan besar. Di antaranya adalah ketika krisis ekonomi yang sangat dahsyat menyerang Jepang pada tahun 1929. Matsushita memilih tidak mengurangi karyawan melainkan mengurangi produksi yang otomatis mengurangi jam kerja karyawan, dan tetap membayar upah mereka. Ia menjamin karyawan dan keluarganya bisa tetap bertahan hidup di tengah krisis. Kemudian hari, para karyawan tersebut membalas kebaikan Matsushita. Yakni saat Jenderal McArthur menguasai Jepang dan menahan banyak pengusaha. Matsushita termasuk di antaranya. Tapi para karyawan yang diselamatkannya membuat petisi meminta pembebasan Matsushita. Petisi tersebut dikabulkan.

Cerita menarik lainnya adalah tentang pemotongan gaji karena keterlambatan. Suatu hari Matsushita hendak menghadiri sebuah pertemuan bisnis penting. Sopir yang sedianya bertugas mengantarnya, terlambat datang. Akibatnya ia pun terlambat tiba di tempat pertemuan.

Matsushita marah besar dengan kejadian ini. Ia mengumumkan bahwa kejadian tersebut memalukan, tak boleh terulang, dan akan diberlakukan hukuman. Hukumannya adalah potong gaji. Ketika keputusan diumumkan, banyak orang terkejut. Karena Matsushita ternyata memotong sendiri gajinya. Katanya, “Yang terlambat hadir di pertemuan itu saya, bukan sopir saya. Saya punya kewajiban mencari jalan agar tidak terlambat ketika sopir saya berhalangan.”

Pelajaran dari Matsuhita: perlakukan manusia dengan baik dalam berbisnis.

sumber: budayajepang.wordpress.com
foto: google

Mau belajar lebih dekat bahasa dan budaya Jepang? Gabung ke JLMC yuk!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s