Belajar dari Soichiro Honda

Mengenal bahasa dan budaya Jepang: POST 29

jlmc - soichiro hondaLahir dari keluarga yang terbatas secara ekonomi, Soichiro Honda  tidak mengenyam pendidikan formal memadai. Ia anak pertama dari seorang pandai besi bernama Gihei Honda, yang tinggal di sebuah desa kecil bernama Komyo (sekarang bernama Tenryu), Jepang. Soichiro Honda tidak cemerlang di sekolah. Namun memiliki semangat dan cita-cita yang sangat tinggi.

Honda lahir pada 17 November 1906. Umur 16 tahun dia sudah bekerja di bengkel Art Shokai, tidak meneruskan keahlian ayahnya sebagai seorang pandai besi. Pekerjaannya pun tidak langsung berhubungan dengan mesin seperti yang dia inginkan melainkan sebagai tenaga cleaning service sekaligus pengasuh bayi dari pemilik bengkel. Beruntunglah pemilik bengkel menemukan bakat Honda yang sesungguhnya. Enam tahun kemudian dia dipercaya membuka bengkel cabang Art Shokai di Hamamatsu. Bengkel itulah yang membuka jalan selanjutnya.

Awalnya, bengkelnya merupakan satu-satunya di wilayah tersebut. Hingga kemudian berdatangan para pesaing yang mengharuskan Honda berpikir keras untuk memberikan pelayanan terbaiknya. Ia memiliki 2 langkah untuk memenangkan persaingan. Pertama, menerima perbaikan yang ditolak sebelumnya oleh bengkel lainnya; kedua, bekerja secepat mungkin sehingga pelanggan tidak butuh waktu lama untuk menunggu.

Namun Honda bukan tipe yang puas dengan satu keberhasilan. Dia banyak menginginkan gagasan yang perlu diwujudkan. Contohnya ide membuat velg dengan jari-jari logam menggantikan jari-jari kayu. Obsesinya membuat ring piston yang saat itu masih sulit untuk didapat. Masa itu, buatan luar negeri jarang yang sempurna dan sukar dibuat. Ring piston itulah yang membuat Honda kembali ke sekolah pada usia 28 tahun. Dan ia butuh tiga tahun untuk mewujudkan proyek ring piston ini.

Namun upayanya terhambat perang. Baru setelah perang usai, ia mendapat tambahan ide memasang mesin pada sepeda. Ini merupakan cikal bakal sepeda motor di kemudian hari. Awalnya ia memanfaatkan mesin-mesin bekas perang. Sewaktu buatannya dijual, respon masyarakat luar biasa. Larisnya dagangannya itulah yang mendorongnya untuk membuat sepeda motor. Pada 1948 Honda memulai produksi sepeda motor sebagai presiden Honda Corporation. Honda mengubah perusahaan tersebut menjadi sebuah perusahaan multinasional berharga milyaran yang memproduksi sepeda motor terlaris di dunia.

Di mata karyawannya, Honda terkenal keras. Bahkan tak jarang dia ‘main tangan’ dalam arti yang sesungguhnya. Bekerja dengan Honda berarti ada dua pilihan: pindah ke perusahaan lain atau belajar dengannya.

Banyak masalah dan kendala yang dihadapinya dalam mengelola bisnisnya. Namun Soichiro Honda adalah pekerja keras yang pantang menyerah. Hingga keberhasilannya bisa kita saksikan di masa kini. Honda tetap menjabat presiden perusahaan hingga dia pensiun pada 1973. Kemudian ia tinggal sebagai direktur dan diangkat sebagai “penasehat tertinggi” pada 1983. Setelah pensiun Honda menyibukkan dirinya dengan pekerjaan yang berhubungan dengan Yayasan Honda. Dia meninggal pada tahun 1991 pada usianya yang ke-84 akibat penyakit liver yang dideritanya.

Mau mengenal lebih dekat bahasa dan budaya Jepang? Gabung yuk! New_Picture[1]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s