Maaf dalam budaya Jepang

Mengenal bahasa dan budaya Jepang: POST 31

Orang Jepang secara umum jauh lebih sering meminta maaf dibandingkan dengan orang-orang dari negara lain. Barangkali ini sebagai bagian dari budaya bangsa Jepang yang terkenal disiplin dan menjunjung tinggi kejujuran serta menghormati mereka yang lebih tua.

jlmc - maaf jepangBerikut ini beberapa kata yang digunakan untuk meminta maaf:

1. Sumimasen (すみません)
Ini kata yang paling umum digunakan untuk meminta maaf. Beberapa orang melafalkannya dengan kata “Suimasen (すいません)”.

Kata “Sumimasen” dapat digunakan dalam situasi yang berbeda-beda (seperti ketika kita meminta sesuatu, ketika mengucapkan terima kasih kepada seseorang, dll) tergantung kata ini dipakai dalam kalimat apa. Jika kita meminta maaf karena sesuatu telah dilakukan, “Sumimasen deshita (すみません でした)” dapat digunakan.

2. Moushiwake arimasen (申し訳ありません)
Kata ini digunakan dalam situasi yang sangat formal. Digunakan jika kita berbicara dengan atasan. Jika kita meminta maaf bahwa sesuatu telah dilakukan, “Moushiwake arimasen deshita (申し訳ありませんでした)” dapat digunakan. Seperti “Sumimasen”, “Moushiwake arimasen” juga bisa dipakai untuk mengekspresikan rasa terima kasih kita.

3. Shitsurei shimashita (失礼しました)
Kata ini juga merupakan ekspresi formal, tetapi tidak menunjukkan sekuat kata “Moushiwake arimasen”.

4. Gomennasai (ごめん

なさい)
Kata ini mungkin yang paling umum dipakai orang Jepang dan juga non-Jepang. Tidak seperti “Sumimasen”, kata “Gomennasai” khusus dipakai hanya untuk meminta maaf. Karena kurang formal dan memiliki sifat sedikit kekanak-kanakan, kata ini tidak boleh dipakai kepada atasan atau orang yang jauh lebih tua dari kita (kecuali ada hubungan keluarga).

5. Shitsurei (失礼)
Kata non-formal. Sebagian besar digunakan oleh pria. Kata ini juga dapat digunakan sebagai ucapan “Permisi”.

6. Doumo (どうも)
Kata non-formal. “Doumo sumimasen” artinya maaf. Kata ini juga dapat digunakan sebagai ucapan “Terima kasih” jika digabung “doumo arigatou”.

7. Gomen (ごめん)
Kata yang sangat non-formal, kependekannya dari “Gomennasai”. Biasa ditambahkan partikel akhiran “Gomen ne (ごめんね, diucapkan oleh perempuan atau anak-anak)” atau “Gomen na (ごめんな, diucapkan oleh laki-laki). Kata ini hanya digunakan dengan teman dekat atau anggota keluarga.

Permintaan maaf orang Jepang selalu disertai dengan sikap membungkuk.

dari berbagai sumber. foto: google

Mau mengenal lebih dekat bahasa dan budaya Jepang? Gabung yuk! New_Picture[1]
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s