Kaitenzushi, restoran pola lama yang banyak ditinggalkan

Mengenal bahasa dan budaya Jepang: POST 44

Modernitas menghampiri setiap lini kehidupan. Pun dalam dunia kuliner. Pun menghampiri negeri sakura yang notabene kental dengan tradisi.
jlmc - makan sushi dulu dan skrgAdalah Kaitenzushi, restoran yang menyediakan hidangan sushi di atas ban berjalan (conveyor belt). Kaitenzushi merupakan kontribusi Jepang yang paling terkenal dalam dunia wisata kuliner. Konsepnya sederhana: para konsumen duduk mengitari ban yang berputar kemudian mengambil menu yang mereka inginkan dari meja yang penuh dengan sushi.

Tapi sekarang ada sebuah tren baru yang tampaknya bakal mengancam sistem ban berjalan tradisional. Para konsumen tidak begitu tertarik lagi untuk mengambil piring mereka dari meja yang berputar. Mereka sekarang lebih suka memesannya kepada pelayan. Tren baru ini muncul karena hadirnya sistem pemesanan melalui touch panel (layar sentuh). Touch panel yang diaplikasikan di bilik hidangan memberikan kebebasan bagi konsumen untuk menggulir halaman demi halaman di menu sushi yang tersedia. Salah satu keunggulan dari sistem ini adalah pesanan yang dibuat oleh para konsumen akan langsung ditujukan kepada sang koki, sehingga meminimalisir waktu yang dibutuhkan hidangan untuk bisa sampai ke meja makan.

Perubahan terhadap tradisi Kaitenzushi yang berumur hampir 60 tahun ini sudah mempengaruhi seluruh restoran sushi ber-conveyor di Jepang. Maruha Nichiro Corp, sebuah perusahaan seafood di Jepang, mengonfirmasi perubahan yang signifikan ini setelah melakukan survei terhadap 1000 warga Tokyo. Para responden adalah mereka yang mengunjungi restoran-restoran sushi sekali dalam sebulan atau lebih. Sebanyak 38.9% menyatakan mereka masih setia terhadap sistem conveyor belt tradisional. Sedangkan sisanya mengatakan bahwa mereka sudah terbiasa memesan menu makanan dari pelayan.

Bagaimana nasib Kaitenzushi di masa depan?

sumber: jepang.net

Mau mengenal lebih dekat bahasa dan budaya Jepang? Gabung yuk! New_Picture[1]

Iklan

3 pemikiran pada “Kaitenzushi, restoran pola lama yang banyak ditinggalkan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s