Cara Jepang mengatasi kemacetan lalu lintas

Mengenal bahasa dan budaya Jepang: POST 48

jlmc - transportasi jepangPenyebab terbesar kemacetan adalah peningkatan volume kendaraan yang tidak diimbangi dengan sarana jalan yang memadai. Pilihannya: menambah sarana jalan atau mengontrol peningkatan volume kendaraan. Pilihan kedua tampaknya lebih feasible untuk diimplementasikan terutama dikaitkan dengan keterbatasan lahan.

Mari kita lihat apa yang dilakukan Jepang.

1. Pembatasan tingkat emisi pada setiap kendaraan.
Di Jepang, setiap mobil harus menempeli kaca depannya dengan stiker sertifikasi uji emisi dengan batas waktu masa berlakunya. Polisi akan menilang jika masa berlaku habis. Uji emisi dilakukan berkala, pertama 3 tahun setelah membeli mobil, kemudian setiap dua tahun setelah itu. Uji emisi ini dilakukan oleh perusahaan swasta yang tersertifikasi di Jepang. Hasil uji emisi berupa data tingkat emisi dan daftar suku cadang yang harus diganti. Pada saatnya mobil yang sama sekali sudah dalam kondisi buruk, tidak boleh digunakan lagi.

2. Pengaturan pajak. Semakin tua sebuah kendaraan maka pajak yang harus dibayar menjadi lebih tinggi. Hal ini mengacu pada tingkat emisi yang dikeluarkan kendaraan ini. Sedangkan untuk menghancurkan mobilnya si pemilik pun harus mengeluarkan biaya lagi. Hal ini membuat orang semakin malas punya mobil sendiri.

3. Parkir mahal. Untuk parkir di apato (apartemen tempat orang Jepang biasa tinggal) biaya parkir perbulan biasanya mencapai 20.000 sampai 25.000 yen. Jika dikonversi ke rupiah sekitar 2,5 juta sampai 3 juta rupiah per bulan. Di tempat-tempat umum seperti mall, bandara, dll biasanya parkir menggunakan sistem coin yang dihitung perjam. Biaya yang diperlukan bisa mencapai 200 yen per jam atau sekitar 25.000 rupiah.

4. Biaya tol mahal. Biaya yang diperlukan saat lewat satu gerbang tol sekitar 900-1.000 yen atau sekitar 100 ribu rupiah. Kalau bepergian cukup jauh biasanya melewati 2 sampai 3 kali gerbang tol.

5. Sarana transportasi umum yang baik. Point terakhir inilah kuncinya. Sarana transportasi umum seperti bus dan kereta api yang nyaman, teratur, informatif, selalu tepat waktu dan relatif murah membuat orang cenderung memilih menggunakannya dibandingkan memiliki kendaraan sendiri. Kereta datang tepat waktu setiap 5 menit sekali. Di stasiun, di dalam kereta, di internet informasi rute untuk mencapai suatu tempat dapat diakses dengan mudah, lengkap dengan estimasi waktu dan biaya yang diperlukan.

Kira-kira apakah Indonesia bisa menerapkan hal serupa?

Mau mengenal lebih dekat bahasa dan budaya Jepang? Gabung yuk! New_Picture[1]

Iklan

2 pemikiran pada “Cara Jepang mengatasi kemacetan lalu lintas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s