Mengenal Yasunari Kawabata

Mengenal bahasa dan budaya Jepang: POST 68

Yasunasi Kawabata. Nama yang familiar di kalangan sastra dunia. Nama ini juga tercatat sebagai orang Jepang pertama yang mendapatkan Penghargaan Nobel Sastra.
jlmc - kawabataKawabata dilahirkan di Osaka (14 Juni 1899) dari keluarga dokter yang berkecukupan. Namun tempat tinggalnya berpindah-pindah terlebih setelah satu per satu keluarganya meninggal dunia. Terakhir ia pindah ke Tokyo, bersekolah di SMA dan kuliah Universitas Kekaisaran Tokyo. Pada tahun 1924 Kawabata lulus kuliah. Waktu itu, sejumlah penulis dan redaktur ternama sudah menaruh perhatian pada karya-karya Kawabata yang dikirim ke majalah sastra.

Nama Kawabata mulai mendapatkan pengakuan sebagai penulis cerita pendek pasca kelulusannya. Ia menjadi terkenal berkat cerpennya yang bertajuk “Gadis Penari dari Izu” pada 1926. Di cerpen ini ia berkisah tentang seorang pelajar melankolis yang sedang dalam perjalanannya ke Semenanjung Izu. Ia bertemu dengan seorang penari, dan menjadi penuh semangat setelah tiba kembali di Tokyo. Cerpen yang mengeksplorasi erotisisme cinta anak muda ini disenangi pembaca karena Kawabata memakai tokoh yang melankolis. Tapi ia pun mengimbanginya dengan kepahitan kisah. Pada kemudian hari karya-karyanya menjelajahi tema-tema serupa.

Kawabata menolak terlibat semangat militer Jepang yang menyertai Perang Dunia II. Di sisi lain sebetulnya ia juga tidak terkesan oleh pembaruan-pembaruan politik yang terjadi di Jepang pasca perang. Perang ini disebut-sebut sangat mempengaruhi Kawabata. Namun para kritikus menilai tak ada perbedaan mencolok dari karya-karya Kawabata pada pra dan pasca perang. Selain menulis fiksi, Kawabata juga bekerja sebagai wartawan. Ia bekerja untuk Mainichi Shimbun di Osaka dan Tokyo.

Kawabata meninggal dunia pada tahun 1972. Proses kematiannya kontroversial. Ia disebutkan meninggal bunuh diri dengan meracuni dirinya dengan gas. Namun sejumlah rekan dan kerabat dekat, termasuk istrinya, menganggap kematiannya sebagai kecelakaan.

Kawabata meninggalkan karya-karyanya yang abadi. Ia juga mengharumkan Jepang dengan Nobel Sastra yang diperolehnya pada tahun 1968. Penghargaan itu diberikan atas kepiawaian narasinya, yang dengan kepekaan luar biasa mengungkapkan inti sari pemikiran Jepang. Pada saat pemberian penghargaan, Komite Nobel mengutip tiga karya utamanya: Negeri Salju, Seribu Burung Bangau, dan Ibu Kota Lama.

sumber: wiki

Mau mengenal lebih dekat bahasa dan budaya Jepang? Gabung yuk! New_Picture[1]

Iklan

Satu pemikiran pada “Mengenal Yasunari Kawabata

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s