Diasta Priswarini, personil JKT 48 yang mau jadi arsitek

Mengenal bahasa dan budaya Jepang: POST 71

Penampilannya sederhana. Berbeda jauh dengan saat ia tampil di atas panggung. Tampaknya ia memisahkan antara keseharian dan dunia panggung.

jlmc - diasta priswariniNama lengkapnya Diasta Priswarini. Lahir di Bandung, 9 September 1991, dari pasangan Jawa dan Sunda. Ia menjadi anggota JKT 48 generasi pertama yang dibentuk tahun 2011. Diasta mengaku suka menyanyi dan menari sedari kecil. Bahkan ia pernah belajar vokal di Bina Vokalia. Tapi sebetulnya dunia hiburan bukan dunia yang ingin diterjuninya. Diasta kecil sudah terpesona melihat aktivitas menggambar sang mama. Dan sejak itu ia ingin menjadi arsitek seperti ibunya. Namun saat digelar audisi untuk personil JKT 48 digelar pada tahun 2011, Diasta terpikir untuk mengikuti. Ternyata Diasta termasuk dalam 1.200 pelamar yang diwawancara, lalu masuk 51 pelamar lolos seleksi tahap kedua, hingga akhirnya terpilih sebagai personil JKT 48.

Diasta, Jepang, dan JLMC

Kecintaan Diasta pada Jepang sudah muncul sejak kecil. Usia sekolah menengah pertama ia ambil kursus bahasa Jepang untuk menyelami budaya Jepang. Namun kesibukan belajar membuat ia memilih fokus pada pelajaran sekolah. Hingga kemudian ia bergabung dengan JKT 48 dan merasa sangat membutuhkan bahasa Jepang untuk memperlancar pekerjaannya di dunia entertain. Akhirnya Diasta memilih Japanese Language & Management Center (JLMC) sebagai lembaga untuk belajar. “Di sini belajarnya enak, cepat mengerti. Cara belajarnya juga menyenangkan,” ujar Diasta saat ditemui usai mengikuti tes susulan di JLMC.

Kesibukan Diasta bersama JKT 48 mau tidak mau membuat hari-harinya tak lagi bebas seperti sebelumnya. Misalnya selama bulan Ramadhan lalu JKT 48 menggelar tour konser di 5 kota dengan jadwal latihan 5 hari seminggu di Jakarta. Alhasil Diasta banyak kehilangan kesempatan berkumpul bersama teman-teman kampus maupun keluarganya. Beruntung ia memiliki orang tua yang mendukung kegiatannya di dunia hiburan. Termasuk ketika ia memutuskan cuti setahun dari kuliahnya di Jurusan Arsitektur Universitas Parahyangan, Bandung.

“Mama tadinya khawatir kuliah terganggu. Tapi yang penting kan kita bisa membuktikan kalau memang mampu mengatur waktu,” ujar Diasta yang mengaku tetap memprioritaskan kuliah dibandingkan karir menyanyinya. Saat ini ia menargetkan segera menyelesaikan kuliahnya yang akhirnya mundur dari jadwal semula. What next?

Saat ini JKT 48 menjadi salah satu grup idola anak muda di tanah air. Diasta mengaku senang menjadi bagian dari JKT 48. Tapi ia tak akan melupakan cita-citanya. Menurut Diasta dunia hiburan berbatas waktu. Sedangkan kalau menjadi arsitek dia akan terus bisa berkarya sampai kapan pun ia mau.

Ganbatte kudasai, Diasta!

Mau mengenal lebih dekat bahasa dan budaya Jepang? Gabung yuk! New_Picture[1]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s