Tanizaki, sang pengarang kontemporer Jepang

Mengenal bahasa dan budaya Jepang: POST 78

Ia disebut-sebut sebagai pengarang kontemporer terbesar yang pernah dimiliki Jepang.

jlmc - tanizaki junichiroNama lengkapnya Junichiro Tanizaki (谷崎 潤一郎 Tanizaki Jun’ichirōi). Tanizaki lahir di Tokyo, 24 Juli 1886 dari keluarga berada. Usaha percetakan yang didirikan kakek Tanizaki sukses menguasai pasar pada masa itu. Namun usaha tersebut kemudian kandas dan mengharuskan Tanizaki tinggal di rumah orang dan bekerja sebagai guru les.  Tanizaki sempat menjajal kuliah di Fakultas Sastra Universitas Imperial Tokyo, namun harus berhenti pada tahun 1911 karena tidak mampu membayar uang kuliah.

Tanizaki memulai karier menulis pada tahun 1909. Karya pertamanya berupa drama satu babak yang diterbitkan oleh sebuah majalah sastra. Selama tahun-tahun pertama berkarya, Tanizaki merendahkan budaya Jepang karena tergila-gila dengan budaya Barat dan semua hal yang modern. Bahkan pada tahun 1922, ia pindah ke salah satu bagian kota Yokohama demi berada di kawasan permukiman untuk orang asing. Tinggal di rumah bergaya Barat, dan bergaya hidup bohemian. Hidup ala Barat-nya ini tercermin dalam beberapa karya awalnya.

Selain menulis karya sastra, Tanizaki juga pernah bekerja sebagai penulis skenario untuk studio film Taikatsu yang memproduksi film bisu. Tanizaki termasuk salah seorang pendukung Gerakan Film Murni dan merupakan tokoh penting yang membawa tema-tema modern ke dalam film Jepang. Hubungan Tanizaki dengan dunia layar perak dianggap penting untuk mengerti keseluruhan dari kariernya sebagai penulis.

Reputasi Tanizaki mulai mencuat mengikuti kepindahannya ke Kyoto setelah gempa bumi besar Kanto, 1 September 1923. Gempa yang menghancurkan gedung-gedung bersejarah dan kawasan permukiman di Tokyo menyebabkan minat dirinya berubah. Dari kecintaan sesaat terhadap dunia Barat dan modernitas, Tanizaki beralih kepada estetisisme, sejarah, Buddhisme, dan budaya Jepang, terutama kebudayaan daerah Kansai (Osaka, Kobe, Kyoto). Kebangkitan kembali minat Tanizaki dalam sastra klasik Jepang berpuncak pada penerjemahan novel klasik abad ke-11, Hikayat Genji ke dalam bahasa Jepang modern di tengah berlangsungnya Perang Pasifik. Tanizaki kembali berjaya di dunia sastra pasca Perang Dunia II dengan memenangi serangkaian penghargaan. Ia menerima anugerah Orde Kebudayaan dari Pemerintah Jepang pada tahun 1949. Ia juga menjadi anggota kehormatan di American Academy and Institute of Arts and Letters pada tahun 1964, dan sekaligus penulis Jepang pertama yang mendapat penghargaan tersebut.

Junichiro Tanizaki  meninggal pada tahun 1965 karena serangan jantung, tak lama setelah ulang tahunnya ke-79.

sumber: wikipedia

Mau mengenal lebih dekat bahasa dan budaya Jepang? Gabung yuk! New_Picture[1]

Iklan

2 pemikiran pada “Tanizaki, sang pengarang kontemporer Jepang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s