Yang tersisa dari pendaftaran JLPT 2013

Mengenal bahasa dan budaya Jepang: POST 79

Pendaftaran Japanese Language Proficiency Test (日本語能力試験 Nihongo Nōryoku Shiken) atau JLPT di Japanese Language & Management Center (JLMC) berjalan dengan lancar dan sukses. Sebanyak 150 formulir habis terjual. Jumlah ini lebih banyak dibandingkan total formulir terjual tahun lalu yang kurang dari 130 buah. Sebagian besar pendaftar berasal atau tinggal di Bandung, baik dari kalangan siswa sekolah, mahasiswa, dan karyawan perusahaan.

jlmc - jlpt habisJLMC menjadi salah satu lembaga yang ditunjuk sebagai tempat pendaftaran di bawah koordinasi Pusat Studi Bahasa Jepang Universitas Padjadjaran (UNPAD) selaku Panitia Ujian Kemampuan Bahasa Jepang Bandung. Menurut panitia, jumlah formulir yang berhasil terjual tahun ini mencapai 1911 lembar yang tersebar di sejumlah tempat pendaftaran, baik di Kota Bandung maupun di wilayah Bandung Raya. Sebagai sebuah tempat kursus, JLMC terbilang sukses menjadi tempat pendaftaran, dengan total penjualan yang sejajar dengan tingkat perguruan tinggi seperti Unikom dan STBA. Sementara tempat kursus lain hanya berhasil menampung 10 hingga 45 pendaftar saja.

Ada hal-hal menarik di balik proses pendaftaran ini. Misalnya calon pendaftar yang menginginkan pelayanan ekstra. Seperti diungkapkan staf JLMC, Viviet, ada beberapa orang yang menghubungi dari luar kota, mengharapkan formulir dikirimkan ke lokasi. “Ada yang dari Cikarang, bersikukuh agar formulirnya dikirimkan. Katanya mereka bekerja penuh dan sulit untuk datang langsung ke Bandung. Tapi kan kita di sini tak bisa melayani satu per satu calon pendaftar,” kata Viviet mencoba bersabar. Menurut Viviet sang penelfon akhirnya datang juga ke JLMC tapi tetap dengan sambil bertutur tentang susah payahnya hingga bisa mendaftar langsung ke Bandung. “Lucu juga sih, padahal kan memang dia yang punya kepentingan,” lanjutnya.

Hal lainnya adalah pendaftaran yang bertumpuk di hari akhir. Tampaknya sudah menjadi kebiasaan kita untuk mengambil ‘jalur lambat’. Pendaftaran sudah dibuka sejak tanggal 19 Agustus. Namun pendaftar baru mengalir deras pada jelang penutupan tanggal 13 September 2013. Alhasil banyak yang akhirnya tidak mendapatkan formulir. Artinya baru bisa mengikuti test lagi pada JLPT tahun depan.

JLPT sendiri merupakan ujian kemampuan berbahasa Jepang yang dikhususkan bagi para penutur asing bahasa Jepang. JLPT dimulai pada tahun 1984 oleh Japan Fondation dan asosiasi pendidikan internasional di Jepang (saat ini Kokusai Kyouiku Kyoukai). Jumlah peserta dari berbagai negara yang mengikuti ujian kemampuan bahasa Jepang saat itu sebanyak 7.000 orang. Dua puluh lima tahun kemudian jumlah itu meningkat menjadi 770.000 orang. Sejak saat itu JLPT menjadi ujian bahasa Jepang terbesar di dunia.

Pada awalnya ujian ini diselenggarakan pada bulan Desember tiap tahun dengan empat tingkat kesulitan (1, 2, 3, 4). Pada tahun 2010, sistem tersebut diubah menjadi lima tingkat (N1, N2, N3, N4, N5) dan diselenggarakan dua kali dalam satu tahun (khusus untuk tingkat N1, N2, dan N3), yaitu pada bulan Juli dan Desember. JLPT pada Juli hanya dilangsungkan di Jakarta, sedangkan pada Desember dilaksanakan di tujuh kota, yakni Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Medan, dan Padang.

sumber

Mau mengenal lebih dekat bahasa dan budaya Jepang? Gabung yuk! New_Picture[1]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s